STATUS PEROWI BAQIYYAH IBNUL WALIID

March 31, 2015 at 11:54 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

STATUS HADITSNYA BAQIYYAH IBNUL WALIID

 

Baqiyyah nama lengkapnya adalah Baqiyyah ibnul Waliid bin Shoid bin Ka’ab Hariiz Abu Yahmad. Dilahirkan pada tahun 110 H dan wafat pada tahun 197 H. beliau tinggal di kota Himsho yang termasuk negeri Syam. Al Hafidz Ibnu Hajar menyimpulkan penilaian terhadapnya adalah :

صدوق كثير التدليس عن الضعفاء

Jujur, banyak melakukan tadlis dari para perowi dhoif –selesai-.

Kemudian dalam kitabnya Thobaqootul Mudalisiin, beliau memasukkan Baqiyyah ini kedalam tingkatan yang ke-4, dimana tingkatan ini adalah orang yang telah disepakati untuk tidak dijadikan hujjah, kecuali jika menjelaskan aktivitas periwayatannya.

Continue Reading STATUS PEROWI BAQIYYAH IBNUL WALIID…

Advertisements

SHAHIH MUSLIM : BAB 3 SIFAT AZAN

March 31, 2015 at 2:39 pm | Posted in Syarah Kitab Sholat min Shahih Muslim | Leave a comment
Tags: , , ,

3 – بَابُ صِفَةِ الْأَذَانِ

Bab 3 Sifat Azan

 

Penjelasan Bab :

Yakni terkait bacaan azan. Apa lafadz-lafadz azan yang disyariatkan dibaca. Dalam bab ini, Imam Muslim hanya membawakan satu variasi lafadz azan dari variasi-varias bacaan azan yang ada.

 

Imam Muslim berkata :

6 – (379) حَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ مَالِكُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَبُو غَسَّانَ: حَدَّثَنَا مُعَاذٌ، وَقَالَ إِسْحَاقُ: أَخْبَرَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، صَاحِبِ الدَّسْتُوَائِيِّ، وَحَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَيْرِيزٍ، عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَهُ هَذَا الْأَذَانَ: «اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ»، ثُمَّ يَعُودُ فَيَقُولُ: «أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ مَرَّتَيْنِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ مَرَّتَيْنِ» زَادَ إِسْحَاقُ: «اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ»

6). Hadits no. 379

Haddatsanaa Abu Ghossaan al-Misma’iy Maalik bin Abdul Wahid, dan Ishaq bin Ibrohim, Abu Ghossaan berkata, haddatsanaa Mu’adz, sedangkan Ishaq berkata, akhbaronaa Mu’adz bin Hisyaam sahabat ad-Dastuwaiy, haddatsani bapakku dari ‘Aamir al-Ahwal dari Makhuul dari Abdullah bin Muhairiir dari Abi Mahdzuuroh rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam mengajarkan azan berikut : Allah maha besaar, Allah maha besar, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah,  lalu mengulangi lagi dengan berkata : “aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mari mengerjakan sholat dua kali, mari menuju kebahagian dua kali”. Ishaq menambahkan : “Allah maha besar, Allah maha besar, tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah”.

  Continue Reading SHAHIH MUSLIM : BAB 3 SIFAT AZAN…

HUKUM SHOLAT MENGGUNAKAN MASKER

March 29, 2015 at 2:24 pm | Posted in fiqih | Leave a comment
Tags: , ,

SHOLAT MENGGUNAKAN MASKER

 

Sebagian orang ketika sakit flu, atau batuk atau semisalnya, biasanya menggunakan masker agar virusnya tidak menyebar ke orang lain. Namun sebagai seorang muslim kewajiban sholat 5 waktu tetap harus dijalankan, terutama bagi laki-laki yang disyariatkan sholat secara berjamaah di masjid. Tentunya agar tidak memudhorotkan orang lain, ia pergi ke masjid dengan menggunakan masker. Oleh karenanya bagaimana hukum menggunakan masker tersebut ketika sedang sholat?

Continue Reading HUKUM SHOLAT MENGGUNAKAN MASKER…

BOLEHKAH MENGAMBIL PENDAPAT YANG MARJUH?

March 29, 2015 at 1:15 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

BOLEHKAH MENGAMBIL PENDAPAT MARJUH (YANG TIDAK KUAT) KETIKA ADA KEMASLAHATAN PADANYA

 

Dalam kehidupan bermasyarakat akan sangat sulit untuk menerapkan amalan ibadah kita dengan hanya berpegang kepada pendapat-pendapat yang rajih, pada kondisi tertentu ada tuntutan untuk melakukan pendapat yang marjuh karena dianggap ada kemaslahatan dalam mengerjakannya. Tentu saja bahasan kita adalah terkait dengan masalah-masalah amaliyah fiqhiyyah, adapun akidah semampu mungkin tidak mengerjakan perbuatan yang marjuh, karena berpotensi menggugurkan keislaman kita. Untuk menjawab pertanyaan dalam judul artikel diatas, pertama akan saya serahkan kepada al-‘Alamah al-Muhadits asy-Syaikh Rabii bin Hadi dalam fatwanya berikut ini :

إذا كان في المسألة قول راجح وقول مرجوح هل يجوز أن يأخذ بالمرجوح إذا كانت هناك مصلحة Continue Reading BOLEHKAH MENGAMBIL PENDAPAT YANG MARJUH?…

JANGAN GAMPANG MEMVONIS BID’AH DALAM KHILAF ILMIYYAH

March 29, 2015 at 1:05 am | Posted in Nasehat | Leave a comment

VONIS BID’AH DALAM MASALAH IJTIHAD

 

Kali ini saya ingin mengangkat tentang vonis bid’ah dalam masalah ijtihad, yakni apakah diperbolehkan memvonis suatu amalan ibadah itu bid’ah, ketika kita menganggap amalan ibadah tersebut marjuh (pendapatnya tidak kuat)?, maka jawabannya akan saya nukil penjelasan ulama tentang hal tersebut –bi idznillah-.

Imam Ibnu Utsaimin dalam Majmu Fatawanya (13/160 –cet. Daar Ats-Tsuraya) pernah ditanya sebagai berikut :

سئل فضيلة الشيخ – حفظه الله تعالى -: قرأت في أحد الكتب عن كيفية صلاة النبي صلى الله عليه وسلم بأن وضع اليدين على الصدر بعد الرفع من الركوع بدعة ضلالة، فما الصواب جزاكم الله عنا وعن المسلمين خيراً؟

فأجاب فضيلته بقوله

أولاً: أنا أتحرج من أن يكون مخالف السنة على وجه يسوغ فيه الاجتهاد مبتدعاً، فالذين يضعون أيديهم على صدورهم بعد الرفع من الركوع إنما يبنون قولهم هذا على دليل من السنة، فكوننا نقول: إن هذا مبتدع؛ لأنه خالف اجتهادنا، هذا ثقيل على الإنسان، ولا ينبغي للإنسان أن يطلق كلمة بدعة في مثل هذا؛ لأنه يؤدي إلى تبديع الناس بعضهم بعضاً في المسائل الاجتهادية التي يكون الحق فيها محتملاً في هذا القول أو ذاك، فيحصل به من الفرقة والتنافر ما لا يعلمه إلا الله. فأقول: إن وصف من يضع يده بعد الركوع على صدره بأنه مبتدع، وأن عمله بدعة هذا ثقيل على الإنسان، ولا ينبغي أن يصف به إخوانه. Continue Reading JANGAN GAMPANG MEMVONIS BID’AH DALAM KHILAF ILMIYYAH…

SUNAN IBNU MAJAH : PERNIKAHAN ANAK KECIL YANG DINIKAHKAN OLEH BAPAKNYA

March 28, 2015 at 9:07 pm | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ نِكَاحِ الصِّغَارِ يُزَوِّجُهُنَّ الْآبَاءُ

Bab 13 Pernikahan Anak Kecil yang Dinikahkan oleh Bapaknya

 

Penjelasan Bab :

Yang perlu diperhatikan bahwa sangat tidak direkomendasikan untuk menikahkan anak perempuannya yang masih kecil dengan laki-laki dewasa. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Ahmad dalam Fatawa Islam Today tertanggal 10/02/1426 mengatakan :

فإن النكاح يكون صحيحاً إذا توفرت شروطه كالولي والشهود، وانتفت موانعه، لم يذكر أهل العلم – حسب اطلاعي- سناً لا يجوز فيه التزويج سواء للرجل أو المرأة؛ لأن النصوص جاءت مطلقة غير مقيدة، بل إن النبي -صلى الله عليه وسلم- عقد على عائشة – رضي الله عنها- وهي بنت ست، ودخل بها وهي ابنة تسع أخرجه البخاري (3894) ومسلم (1422)، هذا من حيث النظر الشرعي، أما من حيث وجود ما قد يكون سلبياً في زواج الرجل الكبير من البنت الصغيرة فهذا ظاهر، فإن الاختلاف في القدرات الجسمية والعقلية قد يكون سبباً في نشأة الخلافات التي تؤدي إلى فشل الزواج، وهذا أمر مشاهد ومعلوم، ولذا فإني لا أنصح به ولا أحث عليه.

Sesungguhnya pernikahan itu sah jika terpenuhi syarat-syaratnya, seperti wali dan saksi, serta tidak ada penghalangnya. Ulama tidak pernah menyebutkan –sesuai dengan penelitianku- batasan usia yang tidak diperbolehkan untuk menikah, sama saja bagi calon mempelai pria, maupun wanitanya, karena nash-nash yang ada secara mutlak tidak dikaitkan (dengan umur tertentu-pent.), bahkan Nabi sholallahu alaihi wa salam sendiri menikahi Aisyah rodhiyallahu anha pada usia 6 tahun, dan menggaulinya pada usia 9 tahun (diriwayatkan oleh Bukhori (no. 3894) dan Muslim (no. 1422), ini dari sisi syar’i. Adapun dari sisi realitas yang ada, terkadang pernikahan anak kecil dengan pria dewasa menimbulkan dampak negatif, ini adalah sesuatu yang nyata. Karena perbedaan keduanya dari segi badan dan akan terkadang menyebabkan perselisihan yang berujung kepada retaknya rumah tangga, ini adalah perkara yang dapat disaksikan dan sudah diketahui, oleh karenanya aku tidak menasehatkan dan tidak menganjurkan untuk melangsungkan pernikahan tersebut….-selesai-.

Continue Reading SUNAN IBNU MAJAH : PERNIKAHAN ANAK KECIL YANG DINIKAHKAN OLEH BAPAKNYA…

SUNAN ABU DAWUD : BAB 10 TENTANG KELEMBUTAN

March 28, 2015 at 9:37 am | Posted in Syarah Kitab Adab min Sunan Abi Dawud | Leave a comment

بَابٌ فِي الرِّفْقِ

Bab 10 Tentang Kelembutan

 

Penjelasan Bab :

Al Hafidz dalam Fathul Bari berkata tentang makna ar-Rifqu, kata beliau :

الرِّفْق بِكَسْرِ الرَّاء وَسُكُون الْفَاء بَعْدهَا قَاف هُوَ لِين الْجَانِب بِالْقَوْلِ وَالْفِعْل ، وَالْأَخْذ بِالْأَسْهَلِ ، وَهُوَ ضِدّ الْعُنْف

Ar-Rifqu dengan mengkasroh huruf “Roo”, mensukunkan huruf “Faa” dan setelahnya “Qoof” adalah lembut dari sisi ucapan dan perbuatan dan mengambil yang lebih mudah dan ini lawan dari al-‘Unfu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mengajarkan kepada Rasul-Nya sholallahu alaihi wa salam agar belaku lembut kepada umatnya, sehingga hal ini dapat mendorong mereka untuk memeluk agama yang hak ini, Firman-Nya :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS. Ali Imroon : 159). Continue Reading SUNAN ABU DAWUD : BAB 10 TENTANG KELEMBUTAN…

SHOLAT SAMBIL BERPEGANGAN

March 28, 2015 at 9:35 am | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Sholat sambil bersandar

Imam Al Albani berkata tentang rukhshoh bagi orang yang sudah lanjut usia untuk sholat berdiri dengan bersandar kepada sesuatu, seperti tiang, tongkat dan semisalnya, kata beliau :

ولما أسن صلى الله عليه وسلم وكبر اتخذ عمودا في مصلاه يعتمد عليه

Ketika Nabi sholallahu alaihi wa salam berusia lanjut, beliau menjadikan tiang di tempat sholatnya untuk digunakan sebagai sandaran (ketika sholat) (HR. Abu Dawud, al-Hakim dan dishahihkan oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi) –selesai-.

Imamunaa Muhammad bin Idris asy-Syafi’i dalam al-Umm (1/100) juga mengisyaratkan hal ini, kata beliau :

فَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى ذَلِكَ إلَّا بِأَنْ يَعْتَمِدَ عَلَى شَيْءٍ اعْتَمَدَ عَلَيْهِ مُسْتَوِيًا، أَوْ فِي شِقٍّ، ثُمَّ رَكَعَ ثُمَّ رَفَعَ، ثُمَّ سَجَدَ وَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى السُّجُودِ جَلَسَ أَوْمَأَ إيمَاءً

Jika tidak mampu karena sakitnya (untuk berdiri), kecuali dengan berpegang kepada sesuatu, maka berpeganglah kepadanya dengan lurus atau disisinya, lalu ruku’, lalu bangkit dari ruku’, lalu sujud, dan jika tidak mampu sujud, maka ia duduk dan berisyarat ketika sujudnya –selesai-.

Continue Reading SHOLAT SAMBIL BERPEGANGAN…

SHOLAT DIATAS KAPAL

March 28, 2015 at 9:31 am | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Sholat diatas Kapal

Imam Al Albani melanjutkan kaitannya berdiri didalam sholat, yaitu bagaimana jika seseorang sholat diatas kapal, beliau berkata (hal. 79) :

وسئل صلى الله عليه وسلم عن الصلاة في السفينة فقال:  (صل فيها قائما إلا أن تخاف الغرق)

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam pernah ditanya tentang sholat diatas kapal, maka Beliau menjawab : “sholat dengan berdiri, kecuali jika engkau takut tenggelam” –selesai-.

Kemudian beliau mengatakan bahwa hadits diatas shahih dan telah ditakhrij dalam ash-Shahihah (no. 323).

Imam Nawawi dalam al-Majmu (3/242) berkata :

قَالَ أَصْحَابُنَا إذَا صَلَّى الْفَرِيضَةَ فِي السَّفِينَةِ لَمْ يَجُزْ لَهُ تَرْكُ الْقِيَامِ مَعَ الْقُدْرَةِ كَمَا لَوْ كَانَ فِي الْبَرِّ وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ

Madzhab kami (syafi’i) berkata : ‘jika sholat wajib diatas kapal, tidak boleh baginya untuk tidak berdiri –padahal mampu-, sebagaimana kalau ia sholat di daratan. Ini juga pendapatnya Malik dan Ahmad –selesai-.

Continue Reading SHOLAT DIATAS KAPAL…

TEGAKKAN KHILAFAH PADA DIRI KALIAN, NISCAYA AKAN TEGAK KHILAFAH ISLAM DI NEGERI KALIAN

March 28, 2015 at 9:24 am | Posted in fiqih | Leave a comment

YANG MANA LEBIH DULU MENEGAKKAN AGAMA ATAU KHILAFAH ISLAM?

 

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-Munajid yang akan menjawabnya dalam Fatwanya (no. 5273)  :

Yang diwajibkan bagi setiap muslim adalah menegakkan agamanya sesuai dengan keluasaannya. Dan penegakkan khilafah hanya disyariat karena untuk menegakkan agama Allah, maka jangan disangka bahwa terjadi kekosongan zaman yaitu adanya pemimpin di negeri-negeri (Islam) yakni terabaikannya dan tidak adanya agama, serta penegakkan syiar-syiar agama padanya. Telah didapati pendapat orang yang sesat pada zaman ini dan sebelumnya yang mengatakan tidak ada lagi tegaknya syiar-syiar agama seluruhnya hingga berdirinya khilafah atas semua kaum muslimin dan tegaknya daulah islam. Ini adalah sejelek-jeleknya kesesatan yang konsekuensinya adalah meniadakan sholat jum’at, sholat jama’ah, meniadakan haji, jihad, pengumpulan zakat, sholat istisqo, shola tied, penunjukkan imam masjid dan tukang adzannya, serta perkara lainnya. Bandingkan perkataan sesat in dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa : {bertakwalah kepada Allah semampu kalian}, bandingkan dengan sabda Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam : {apa yang aku perintahkan kepada kalian maka, lakukan semampu kalian}.

Continue Reading TEGAKKAN KHILAFAH PADA DIRI KALIAN, NISCAYA AKAN TEGAK KHILAFAH ISLAM DI NEGERI KALIAN…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: