BAB 13 DILARANG MENJUAL HARTA GHONIMAH YANG BELUM DIBAGI

March 6, 2015 at 2:21 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابٌ فِي كَرَاهِيَةِ بَيْعِ المَغَانِمِ حَتَّى تُقْسَمَ

Bab 13 Tentang Dimakruhkannya Menjual Harta Ghonimah, Sampai Dibagi Terlebih Dahulu

 

Penjelasan Bab :

Asy-Syaikh Abdullah al-Basaam dalam Taudihul Ahkaam berkata tentang yang dimaksud dengan al-Maghoonim, kata beliau :

المغانم: جمع غنيمة، وهي ما استُولي عليه قهرًا من أموال الكفَّار المحاربين

Al-Maghoonim jamak dari ghoniimah, Yakni apa yang diperoleh secara paksa dari hartanya orang kafir harbi.

Tidak disukainya menjual harta ghonimah sebelum dibagi, karena itu sama dengan menjual barang yang belum dimilikinya, sebagaimana perkataan syaikh Muhammad Ali bin Adam dalam Dakhirotul Uqbaa :

وإنما نهى عن بيعها؛ لعدم تمام ملك صاحبها قبل القسمة، إذ لا يدري كلّ غانم قبل القسمة ما يدخل فِي سهمه، فلو باع سهمه قبل ذلك، فقد باع المجهول

Hanyalah dilarang untuk menjualnya, karena tidak sempurnannya kepemilikan sebelum dibagi, yang mana tidak diketahui seluruh ghonimah sebelum dibagi, mana yang termasuk bagiannya, seandainya dijual bagiannya sebelum dibagi, maka ia sungguh telah menjual sesuatu yang majhul.

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam melarang menjual sesuatu yang bukan miliknya, sebagaimana sabdanya :

لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

Janganlah kamu menjual sesuatu yang kamu tidak miliki (HR. Ashabus Sunan , dishahihkan oleh Imam Al Albani).

 

Imam Tirmidzi berkata :

1563 – حَدَّثَنَا هَنَّادٌ قَالَ: حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ جَهْضَمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شِرَاءِ المَغَانِمِ حَتَّى تُقْسَمَ» وَفِي البَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: وَهَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ

16). Hadits no. 1563

Haddatsana Hannaad ia berkata, haddatsanaa Haatim bin Ismail dari Jahdhom bin Abdillah dari Muhammad bin Ibrohim, dari Muhammad bin Zaid dari Syahr bin Hautsab dari Abi Sa’id al-Khudriy rodhiyallahu anhu beliau berkata : “Rasulullah sholallahu alaihi wa salam melarang membeli harta ghonimah sebelum dibagi”.

Dalam bab ini terdapat hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu. Dan hadits diatas hadits ghoriib.

Penjelasan kedudukan hadits :

Hannad ibnus Surriy, perowi Muslim yang tsiqoh.

Haatim bin Ismail, perowi Bukhori-Muslim, ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in dan Imam al-‘Ijli.

Jahdham, dikatakan oleh Imam Ibnu Ma’in sebagai perowi tsiqoh, namun haditsnya mungkar jika meriwayatkan dari para perowi majhul dan dalam hadits ini meriwayatkan dari Muhammad bin Ibrohim, seorang perowi majhul.

Muhammad bin Ibrohim dan Muhammad bin Zaid, keduanya perowi majhul.

Syahr, perowi Muslim yang shoduq.

Hadits ini Shahih lighoirihi, dishahihkan Imam Al Albani. Sebenarnya sanad riwayat diatas lemah dengan sebab majhulnya 2 orang Muhammad.  Namun hadits diatas memiliki penguat/syawaahid sebagai berikut :

  1. Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu secara marfu’, diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dalam Sunannya (no. 4645) didalam sanadnya terdapar ‘Amr bin Syu’aib, perowi yang hasan haditsnya. Namun ‘Amr dimutaba’ahi oleh Abdur Rohman bin al-Harits perowi yang tsiqoh.
  2. Dari Abu Umaamah rodhiyallahu anhu secara marfu’, diriwayatkan oleh Imam ad-Darimiy dalam Sunannya (no. 2531) dengan sanad yang shahih.
  3. Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu secara marfu’, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam sunannya (no. 3369), tapi dalam sanadnya ada perowi mubham.
  4. Dari Said bin Jubair secara mursal yang diriwayatkan oleh Imam Abdur Rozaq dalam al-Mushonaf dengan sanad shahih.
  5. Dari Makhuul secara mursal juga dalam riwayat diatas.
  6. Masih dalam riwayat yang sama dari Abi Qilaabah secara mursal.
  7. Masih sama dari Muhammad bin Siriin secara mursal.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Kata Imam Syaukani dalam Nailul Author bahwa konsekuensi dari larangan hadits diatas adalah tidak sahnya jual beli ghonimah sebelum dibagi.
  2. Hdits diatas menunjukkan bolehnya memperjualbelikan harta ghonimah yang sudah menjadi bagian seseorang.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: