BENTUK PEMERINTAHAN ISLAM

March 22, 2015 at 2:13 am | Posted in fiqih | Leave a comment

BENTUK PEMERINTAHAN ISLAM

 

Pertanyaan yang umum ketika membahas negara Islam adalah bentuk pemerintahan apa yang paling ideal untuk diterapkan?. Saya akan mengangkat artikel ini berdasarkan tulisan Prof. M. Thahir Azhary, yang pernah saya singgung sebelumnya. Beliau berkata dalam bukunya “Negara Hukum” (hal. 10 ) : “al-Mashlahah menduduki posisi yang sangat penting dalam menentukan rincian prinsip-prinsip umum tentang ketatanegaraan dalam Islam. Misalnya Al Qur’an dan Sunnah Rasul tidak menentukan bagaimana bentuk pemerintahan suatu nomokrasi Islam. Apakah kerajaan atau republik? Karena esensinya tidak terletak pada bentuk pemerintahan, tetapi pada prinsip-prinsip umum yang sudah digariskan dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Karena itu, melalui al-mshlahah manusia diberikan kewenangan dan kebebasan untuk memilih dan menentukan sendiri bentuk pemerintahan apa yang paling baik bagi mereka. Mungkin suatu kerajaan yang dengan konsekuen melaksanakan prinsip-prinsip umum nomokrasi Islam sebagaimana digariskan dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Sekalipun secara formal bentuk pemerintahan suatu negara adalah kerajaan, namun secara faktual prinsip-prinsip syariah berjalan dan diterapkan secara konsekuen. Sebaliknya, suatu bentuk pemerintahan republik, sekalipun berpredikat demikian, namun mengabaikan prinsip-prinsip umum nomokrasi Islam, jelas bukan merupakan suatu tipe yang ideal dari negara hukum menurut Al Qur’an dan Sunnah, bahkan kontradiktif dengan jiwa syariah” –selesai-.

Jadi Prof. Ingin menekankan bahwa bentuk pemerintahan mau berbentuk khilafah maupun kerajaan, tidak menjadi sesuatu yang diutamakan, yang terpenting adalah masyarakat kaum muslimin pada waktu itu menentukan sendiri bentuk pemerintahan apa yang terbaik untuk diterapkan kepada mereka, selama supremasi hukum dijunjung tinggi oleh pemerintahannya tersebut.

Memang benar pada zaman khulafa rasyidin kaum muslimin memilih menggunakan sistem khilafah, dan ini sebagai sebuah konsesus (ijma) para sahabat pada waktu itu. Prof. Sendiri mengomentari tentang sistem ini, kata beliau (hal 10-11) : “namun, konsesus ini bukan merupakan suatu konsep yang kaku yang secara mutlak harus diterapkan pada setiap saat dan tempat. Apabila hal itu dipahami demikian, maka pemahaman semacam ini akan bertentangan dengn tujuan syari’ah yang ingin mewujudkan kemaslahatan umum bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian apabila dilihat dari sudut al-mashlahah, maka sistem khilafah yang pernah mengukir sejaah Islam pada masa-masa lalu tidak memiliki sifat validitas yang mutlak. Karena itu, pada masa kontemporer dimungkinkan untuk diganti dengan sistem yang lain yang memiliki karakteristik yang hampir sama atau berdekatan, misalnya bentuk pemerintahan republik” –selesai-.

Prof. Juga menyebutkan bahwa isu khilafah ini pernah mewarnai secara dominan teori-teori kenegaraan yang dibuat oleh para ulama Islam pada abad pertengahan, misalnya Imam al-Baqilani (w. 1013 M) dan Imam al-Mawardi (w. 1058 M). Namun berbeda dengan keduanya, Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah dalam teori kenegaraannya lebih memfokuskan pada peran syariah dalam negara, ketimbang bentuk pemerintahan. Prof. Berkata (hal. 12) : “Ibnu Taiimiyyah memahami apapun bentuk pemerintahan dalam Islam ia semata-mata adalah alat syariah. Dengan demikian Ibnu Taimiyyah lebih menekankan pada supremasi hukum Islam, ketimbang bentuk pemerintahan yang rigid”.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: