SHOLAT DIATAS KAPAL

March 28, 2015 at 9:31 am | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Sholat diatas Kapal

Imam Al Albani melanjutkan kaitannya berdiri didalam sholat, yaitu bagaimana jika seseorang sholat diatas kapal, beliau berkata (hal. 79) :

وسئل صلى الله عليه وسلم عن الصلاة في السفينة فقال:  (صل فيها قائما إلا أن تخاف الغرق)

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam pernah ditanya tentang sholat diatas kapal, maka Beliau menjawab : “sholat dengan berdiri, kecuali jika engkau takut tenggelam” –selesai-.

Kemudian beliau mengatakan bahwa hadits diatas shahih dan telah ditakhrij dalam ash-Shahihah (no. 323).

Imam Nawawi dalam al-Majmu (3/242) berkata :

قَالَ أَصْحَابُنَا إذَا صَلَّى الْفَرِيضَةَ فِي السَّفِينَةِ لَمْ يَجُزْ لَهُ تَرْكُ الْقِيَامِ مَعَ الْقُدْرَةِ كَمَا لَوْ كَانَ فِي الْبَرِّ وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ

Madzhab kami (syafi’i) berkata : ‘jika sholat wajib diatas kapal, tidak boleh baginya untuk tidak berdiri –padahal mampu-, sebagaimana kalau ia sholat di daratan. Ini juga pendapatnya Malik dan Ahmad –selesai-.

Lalu beliau menyambung lagi :

قَالَ أَصْحَابُنَا فَإِنْ كَانَ لَهُ عُذْرٌ مِنْ دَوَرَانِ الرَّأْسِ وَنَحْوِهِ جَازَتْ الْفَرِيضَةُ قَاعِدًا لِأَنَّهُ عَاجِزٌ

Madzhab kami (syafi’i) berkata : ‘jika ia memiliki udzur, seperti kepalanya sakit atau semisalnya (karena naik kapal), maka boleh sholat wajib dengan duduk, Karena ia sedang tidak mampu’ –selesai-.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Aimah Syafi’iyyah lainnya, seperti Imam Abul Khoir dalam kitabnya al-Bayaanu fii madzhabi Imam asy-Syafi’I (2/440 –cet. Daarul Minhaaj) :

وأما وجوب القيام في الفريضة إذا كان في السفينة: فإن كان لا يخاف الغرق ولا دوران رأسه عند القيام لزمه ذلك، وإن كان يخالف الغرق، أو كان رأسه يدور عند القيام، لم يلزمه القيام.

Adapun wajibnya berdiri ketika sholat wajib diatas kapal adalah jika tidak takut tenggelam atau membuat pusing kepala ketika berdiri, maka wajib untuk berdiri, namun jika khawatir tenggelam atau kepalanya pusing ketika berdiri, maka tidak wajib untuk berdiri –selesai-.

Kemudian Imam Al Albani dalam al-Ashlu (1/102) menyamakan kondisi sholat diatas kapal dengan sholat diatas pesawat terbang, kata beliau :

(فائدة) : وحكم الصلاة في الطائرة كالصلاة في السفينة: أن يصلي قائماً إن استطاع، وإلا؛ صلى جالساً إيماءً بركوع وسجود

Dan hukum sholat diatas pesawat terbang, seperti sholat diatas kapal, yaitu sholat dengan berdiri jika mampu, jika tidak bisa sholat dengan duduk dan berisyarat ketika ruku’ dan sujud –selesai-.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: