HUKUM SHOLAT MENGGUNAKAN MASKER

March 29, 2015 at 2:24 pm | Posted in fiqih | Leave a comment
Tags: , ,

SHOLAT MENGGUNAKAN MASKER

 

Sebagian orang ketika sakit flu, atau batuk atau semisalnya, biasanya menggunakan masker agar virusnya tidak menyebar ke orang lain. Namun sebagai seorang muslim kewajiban sholat 5 waktu tetap harus dijalankan, terutama bagi laki-laki yang disyariatkan sholat secara berjamaah di masjid. Tentunya agar tidak memudhorotkan orang lain, ia pergi ke masjid dengan menggunakan masker. Oleh karenanya bagaimana hukum menggunakan masker tersebut ketika sedang sholat?

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-Munajid dalam fatwanya (http://almunajjid.com/thoughts/6728) berkata :

اتفق الفقهاء على كراهة التلثم في الصلاة ، لحديث أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن يغطي الرجل فاه في الصلاة.

قال ابن الأثير: من عادة العرب التلثم بالعمائم على الأفواه فنهوا عن ذلك في الصلاة فإن عرض له التثاؤب جاز له أن يغطيه بثوبه أو يده

قال الإمام أحمد لا بأس بتغطية الوجه لحر أو برد. وقال الشيخ ابن باز : يكره التلثم في الصلاة إلا من علة

Para fuqoha sepakat dimakruhkannya at-Talatsum dalam sholat, berdasarkan hadits Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam melarang seorang menutupi wajahnya dalam sholat (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh Al Albani).

Ibnul Atsir berkata : ‘kebiasaan orang arab adalah at-Talatsum dengan imamahnya di mulutnya, maka mereka dilarang untuk melakukan hal tersebut dalam sholat, namun jika menguap, boleh baginya menutupi mulutnya dengan kain atau tangannya’.

Imam Ahmad berkata : ‘tidak mengapa menutupi wajahny karena udara panas atau dingin’. Asy-Syaikh ibnu Baz berkataa : ‘dimakruhkan at-Talatsum dalam sholat kecuali karena suatu alasan’ –selesai-.

Asy-Syaikh Najjaah dalam Fiqih Ibadah Syafi’i mendefinisikan at-Talatsum dengan :

التلثم : تغطية الفم والأنف

At-Talatsum adalah menutup mulut dan hidungnya –selesai-.

Sehingga berdasarkan hal tersebut menggunakan masker tercakup dalam makna at-Talatsum yang disebutkan oleh para Fuqoha. Sehingga kesimpulannya makruh menggunakan masker ketika sholat.

Namun pembahasan kita adalah bagaimana hukumnya jika penggunaan masker tersebut karena ada kebutuhan yakni seperti takut menularkan virus, atau alergi dengan debu atau sejenisnya?, maka asy-Syaikh Muhammad al-Munajid diatas mengisyaratkan kebolehan dari ulama untuk menutup wajah jika ada kebutuhan terhadapnya. Asy-Syaikh DR. Abdullah al-Faqiih dalam fatawanya tertanggal 25 Rajab 1425 H, menukil ucapan Imam Ibnu Abdil Bar yang berkata :

قال ابن عبد البر : أجمعوا على أن على المرأة أن تكشف وجهها في الصلاة والإحرام، ولأن ستر الوجه يخل بمباشرة المصلي بالجبهة والأنف ويغطي الفم، وقد نهى النبي صلى الله عليه وسلم الرجل عنه، فإن كان لحاجة كحضور أجانب فلا كراهة، وكذلك الرجل تزول الكراهة في حقه إذا احتاج إلى ذلك.

Para ulama bersepakat bahwa wanita membuka wajahnya ketika sholat dan ihram, karena menutup wajah akan menghalangi persentuhan langsung dahi dan hidung (ketika sujud), dan Nabi sholallahu alaihi wa salam telah melarang untuk melakukan hal tersebut. Namun jika ada keperluan, seperti hadirnya laki-laki ajnabi, maka tidak dimakruhkan (untuk menutup wajahnya). Demikian juga laki-laki, akan hilang  kemakruhannya jika ada keperluan ketika menggunakan penutup wajah –selesai-.

Kesimpulannya sakit atau semisalnya sehingga menyebabkan seseorang memakai masker, adalah termasuk keperluan (hajat) atau alasan (ilat) yang dapat mengangkat hukum makruh penggunaannya ketika sholat. Wallahu A’lam.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: