SHAHIH MUSLIM : BAB 3 SIFAT AZAN

March 31, 2015 at 2:39 pm | Posted in Syarah Kitab Sholat min Shahih Muslim | Leave a comment
Tags: , , ,

3 – بَابُ صِفَةِ الْأَذَانِ

Bab 3 Sifat Azan

 

Penjelasan Bab :

Yakni terkait bacaan azan. Apa lafadz-lafadz azan yang disyariatkan dibaca. Dalam bab ini, Imam Muslim hanya membawakan satu variasi lafadz azan dari variasi-varias bacaan azan yang ada.

 

Imam Muslim berkata :

6 – (379) حَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ مَالِكُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَبُو غَسَّانَ: حَدَّثَنَا مُعَاذٌ، وَقَالَ إِسْحَاقُ: أَخْبَرَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، صَاحِبِ الدَّسْتُوَائِيِّ، وَحَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَيْرِيزٍ، عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَهُ هَذَا الْأَذَانَ: «اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ»، ثُمَّ يَعُودُ فَيَقُولُ: «أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ مَرَّتَيْنِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ مَرَّتَيْنِ» زَادَ إِسْحَاقُ: «اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ»

6). Hadits no. 379

Haddatsanaa Abu Ghossaan al-Misma’iy Maalik bin Abdul Wahid, dan Ishaq bin Ibrohim, Abu Ghossaan berkata, haddatsanaa Mu’adz, sedangkan Ishaq berkata, akhbaronaa Mu’adz bin Hisyaam sahabat ad-Dastuwaiy, haddatsani bapakku dari ‘Aamir al-Ahwal dari Makhuul dari Abdullah bin Muhairiir dari Abi Mahdzuuroh rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam mengajarkan azan berikut : Allah maha besaar, Allah maha besar, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah,  lalu mengulangi lagi dengan berkata : “aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mari mengerjakan sholat dua kali, mari menuju kebahagian dua kali”. Ishaq menambahkan : “Allah maha besar, Allah maha besar, tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah”.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Ada beberapa variasi lafadz azan berdsarkan hadits-hadits yang datang, selain lafadz Abu Madzuroh rodhiyallahu anhu diatas :
  • Lafadz Abdullah bin Zaid rodhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawu dan Ibnu Majah, lalu dihasankan oleh Imam Al Albani dengan lafadz :

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Allah maha besaar, Allah maha besar, Allah maha besaar, Allah maha besar, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Allah maha besar, Allah maha besar, tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah”.

Jadi kalau kita hitung ada 15 kalimat. Hadits ini dijadikan hujjah oleh madzhab Hanbali dan Hanafi yang mereka berpendapat bahwa azan ada 15 kalimat.

  • Namun diluar Shahih Muslim, yakni didalam Sunan Abu Dauwd, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah dan selainnya dari Abu Mahdzurah rodhiyallahu anhu juga, pada awalnya ada 4 kali takbir, sehingga jumlah kalimatnya ada 19. Ini dijadikan pegangan oleh Imam Syafi’i dan ashabnya.
  • Dalam Shahih Muslim sebagaimana diatas awal lafadz takbir sebanyak 2 kali, sehingga kalau kita hitung ada 17 kalimat. Ini dipegang oleh madzhab maliki.

2. Asy-Syaikh Muhammad al-Munajid dalam Fatwa Sual wal Jawab (no. 21376) menukil perkataan Imam Ibnu Utsaimin tentang variasi bacaan azan diatas, kata beliau :

كل هذا مما جاءت به السنَّة ، فإذا أذَّنتَ بهذا مرة وبهذا مرة كان أولى ، والقاعدة : ” أن العبادات الواردة على وجوه متنوعة ينبغي للإنسان أن يفعلها على هذه الوجوه “

Semua yang datang dari sunnah, jika engkau melakukan ini pada sebuah kesempatan dan yang itu pada kesempatan lain, maka ini lebih utama. Kaedahnya : “ibadah yang datang dari beberapa sisi yang bermacam-macam, maka hendaknya seseorang melakukan hal tersebut secara bervariasi”.

  1. Azan Abu Mahdzurah ini disebut dengan azan tarjii’, Imam bin Baz menjelaskan apa yang dimaksud dengan azan Tarjii’ dalam Fatwanya (http://www.binbaz.org.sa/mat/4362) :

الترجيع في كل أذان، وليس في أذان واحد، علمه الرسول صلى الله عليه وسلم أبا محذورة في مكة، والترجيع يقول: أشهد أن لا إله إلا الله، أشهد أن لا إله إلا الله، أشهد أن محمداً رسول الله، أشهد أن محمداً رسول الله بصوت ليس برفيع، ثم يعيدها بصوت أرفع، هذا الترجيع يأتي بالشهادتين بصوت ليس بالرفيع جداً، ثم يعيدها بصوت أرفع يقال له الترجيع. وأما عدم الترجيع بأن يأتي بالشهادتين مثل أذان الناس اليوم لا يكرر، هذا هو الأفضل الذي فعله بلال بين يدي رسول الله في المدينة، حتى توفي النبي صلى الله عليه وسلم، يؤذن بين يديه بلال بدون ترجيع، أذان الناس اليوم يكفي هو الأفضل.

At-Tarjii’ pada semua azan, bukan hanya pada azan pertama, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam telah mengajarkan Abu Madzurah di Mekkah. At-Tarjii’ adalah mengucapkan syahadat Allah dua kali, lalu syahadar Rasul dua kali, dengan suara yang tidak tinggi, lalu mengulanginya lagi dengan suara yang tinggi sekal syahadatain tersebut. Adapun tidak melakukan tarjii’ yakni tidak mengulang syahadatain sebagaimana yang dilakukan orang-orang sekarang, maka ini lebih utama, sebagaimana yang dilakukan Bilal disisi Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam sampai wafatnya Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Azan manusia pada hari ini mencukupi dan ini yang lebih utama.

  1. Asy-Syaikh Utsman al-Khumais dalam salah satu pelajarannya mengatakan 3 lafadz azan diatas dengan membaginya sebagai azan kufah yakni yang 15 kalimat, kemudian azan Mekkah yang 19 kalimat dan azan Madinah yang 17 kalimat. Pelajaran beliau dapat dilihat di (https://www.youtube.com/watch?v=0IoRnWOUPLM).
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: