HUKUM MAKAN DAGING AYAM

April 25, 2015 at 1:32 am | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM MAKAN DAGING AYAM

 

Dulu saya punya teman orang Mesir, ketika melihat kami makan ayam goreng dan hampir rutin mengkonsumsinya, sempat mengatakan bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam melarang makan daging ayam. Namun ketika diminta menyebutkan dalilnya, teman saya tersebut tidak bisa menunjukkannya, bahkan akhirnya saya menyampaikan hadits bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pernah makan daging Ayam. Haditsnya dibawakan oleh Imam Bukhori dan Imam Ahmad dari jalan Abu Qilaabah, lalu oleh Imam Tirmidzi dari jalan Qotadah, semuanya dari Zahdam al-Jurmiy dari Abu Musa al-Asy’ariy rodhiyallahu anhu beliau berkata :

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ دَجَاجًا

aku melihat Rasulullah sholallahu alaihi wa salam makan daging ayam.

Continue Reading HUKUM MAKAN DAGING AYAM…

Advertisements

ORANG BERIMAN MAMPU MENUNDUKKAN HAWA NAFSUNYA

April 22, 2015 at 2:01 am | Posted in Hadits | Leave a comment

ORANG BERIMAN MAMPU MENUNDUKKAN HAWA NAFSUNYA

 

Setan menggoda manusia biasanya lewat jalan mempropagandakan sifat Ifrath (meremehkan) dan Ghuluw (ekstrim). Orang-orang yang tidak semangat mengamalkan agama, akan dihiasi oleh setan dengan sifat meremehkan dosa-dosa, sehingga ia tetap bergelimpangan dalam dosa, menuruti nafsu syahwatnya. Sedangkan orang yang semangat mengamalkan agama, akan dihiasi sikap ekstrim, sehingga ia membuat-buat atau berlebihan melampaui kadarnya dalam beragama. Diantaranya suka membuat-buat amalan kebid’ahan dan menjadi pelestarinya, disisi yang lain ada juga orang yang suka mengkafirkan atau mentabdi’ saudaranya, yang barangkali belum sampai taraf kafir atau sebagai ahli bid’ah. Semua ini juga dipengaruhi hawa nafsunya yang semangat beragama, tanpa bimbingan syariat. Padahal Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ

Tidak beriman salah seorang diantara kalian, sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa

Takhrij Hadits : Continue Reading ORANG BERIMAN MAMPU MENUNDUKKAN HAWA NAFSUNYA…

BUKAN URUSAN SAYA

April 21, 2015 at 11:59 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

BUKAN URUSAN SAYA

 

Kalimat diatas bisa bermakna negatif, jika yang diinginkan adalah ketidakpedulian terhadap kondisi orang lain. Namun juga dapat bermakna positif, jika yang dimaksud adalah seorang Muslim sadar akan kapasitas dirinya, sehingga ia tidak berbicara urusan-urusan yang besar yang berdampak luas bagi umat, misalnya dalam menjatuhkan vonis takfir atau tabdi’ kepada personal kaum Muslimin tertentu, padahal dirinya tidak dianggap sebagai orang yang mumpuni atau kokoh dalam menegakkan hujjah dan mencabut penghalang-penghalang dari status kafir atau ahli bid’ah atas nama seseorang.

Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

Termasuk bagusnya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya.

Takhrij Hadits :

Hadits diatas diriwayatkan melalui dua jalan yaitu secara marfu’ dan mursal dari Nabi sholallahu alaihi wa salam. Adapun riwayat yang marfu’ sebagai berikut :

  • Dari Abu Bakar ash-Shidiq rodhiyallahu anhu. Diriwayatkan oleh Imam Abu Nu’aim dalam Ma’rifatus Shohabat (no. 3534) dari jalan haddatsanaa Sulaiman bin Ahmad, haddatsanaa Ahmad bin Yahya Tsa’lab an-Nahwi, haddatsanaa Muhammad bin Salaam al-Jumhiy, haddatsanaa Abu Ubaidah Ma’mar ibnul Mutsana, dari Maalik bin ‘Athiyyah, dari Bapaknya, aku mendengar Abu Rifaa’ah berkata, aku mendengar Abu Bakar rodhiyallahu anhu menceritakan dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam : “Al Hadits”.

Continue Reading BUKAN URUSAN SAYA…

DOA SEBELUM MAKAN

April 19, 2015 at 2:43 am | Posted in fiqih | 3 Comments

DOA SEBELUM MAKAN YANG DHOIF

 

Pada waktu kecil, kita biasanya diajari oleh guru kita ketika hendak makan untuk senantiasa berdoa. Tentu ini adalah ajaran yang bagus yang berasal dari syariat Islam –Jazakumullah khoir kepada guru kita atas pengajarannya-. Biasanya doa yang diajarkan adalah :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah, berkahilah apa yang telah Engkau rizkikan kepada kami dan jagalah kami dari azab neraka.

Tentunya doa yang terbaik adalah doa-doa yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad sholallahu alaihi wa salam, karena Beliau sendiri bersabda :

وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ

Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuknya Muhammad sholallahu alaihi wa salam (HR. Muslim).

Dalam lafadz Imam Bukhori di kitab Shahihnya :

وَأَحْسَنَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dan petunjuk yang paling baik adalah petunjuknya Muhammad sholallahu alaihi wa salam

Oleh karenanya kami –bi idznillah- akan melakukan takhrij terhadap doa sebelum makan diatas yang masyhur diajarkan oleh guru-guru kita, sehingga diketahui apakah doa tersebut bersumber dari Nabi kita atau tidak?.

Takhrij hadits : Continue Reading DOA SEBELUM MAKAN…

ABDUR RAKHMAN BIN AUF RODHIYALLAHU ANHU MASUK SURGA DENGAN MERANGKAK?

April 18, 2015 at 1:38 pm | Posted in Hadits | 2 Comments

ABDUR RAKHMAN BIN AUF RODHIYALLAHU ANHU MASUK SURGA DENGAN MERANGKAK?

 

Abdur Rokhman bin Auf rodhiyallahu anhu adalah salah satu sahabat besar, yang dilahirkan 10 tahun setelah peristiwa penyerangan pasukan Gajahnya Abrahah ke Ka’bah, dan wafat pada tahun 32 H. Beliau adalah salah satu dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga oleh Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, 1 dari 8 sahabat yang mula-mula masuk Islam, veteran perang Badar, perang Uhud dan peperangan lainnya bersama Rasulullah sholallahu alaihi wa salam. Terlibat dalam musyawarah untuk pemilihan khalifah setelah terbunuhnya Umar bin Khothob rodhiyallahu anhu. Dan kebaikkan-kebaikkan lainnya fii sabilah baik dengan tenaga, pikiran dan hartanya.

Namun sangat masyhur cerita yang dinisbatkan kepada Aisyah rodhiyallahu anha, bahwa beliau mendengar suaminya yang tercinta yaitu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pernah mengatakan bahwa, Nabi sholallahu alaihi wa salam melihat Abdur Rokhman bin Auf masuk surga dengan merangkak. Apa sebabnya? Dikatakan karena hartanya yang sangat banyak, sehingga beliau harus dihisab lebih lama. Akan tetapi sebelum membenarkan kisah tersebut, alangkah baiknya kita meneliti terlebih dahulu keabsahan kisahnya, agar kita tidak mengatakan sesuatu yang tidak benar atas nama sahabat yang mulia ini.

Diriwayatkan Anas bin Malik rodhiyallahu anhu berkata :

بَيْنَمَا عَائِشَةُ فِي بَيْتِهَا إِذْ سَمِعَتْ صَوْتًا فِي الْمَدِينَةِ، فَقَالَتْ: مَا هَذَا ؟ قَالُوا: عِيرٌ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَدِمَتْ مِنَ الشَّامِ تَحْمِلُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ، قَالَ: فَكَانَتْ سَبْعَ مِائَةِ بَعِيرٍ ، قَالَ: فَارْتَجَّتِ الْمَدِينَةُ مِنَ الصَّوْتِ، فَقَالَتْ عَائِشَةُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: ” قَدْ رَأَيْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ حَبْوًا “، فَبَلَغَ ذَلِكَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ، فَقَالَ: إِنْ  اسْتَطَعْتُ لَأَدْخُلَنَّهَا قَائِمًا، فَجَعَلَهَا بِأَقْتَابِهَا ، وَأَحْمَالِهَا فِي سَبِيلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

Ketika kami berada di rumah Aisyah rodhiyallahu anha, tiba-tiba beliau mendengar suara di Madinah, maka beliau bertanya : “apa itu?”, orang-orang menjawab : “rombongan dagang Abdur Rokhman bin Auf baru saja tiba dari Syam membawa barang dagangan apa saja, ada sekitar 700 Unta, sehingga Madinah sampai bergemuruh suaranya”. Lalu Aisyah rodhiyallahu anhu berkata : “aku mendengar Rasulullah sholallahu alaihi wa salam berkata : “aku melihat Abdur Rokhman bin Auf masuk surga dengan merangkak”.

Continue Reading ABDUR RAKHMAN BIN AUF RODHIYALLAHU ANHU MASUK SURGA DENGAN MERANGKAK?…

TIDUR SAUDARANYA KEMATIAN

April 17, 2015 at 11:12 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

TIDUR SAUDARANYA KEMATIAN

 

Salah seorang sahabat rodhiyallahu anhu pernah bertanya kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam :

أَيَنَامُ أَهْلُ الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «النَّوْمُ أَخُو الْمَوْتِ، وَلَا يَمُوتُ أَهْلُ الْجَنَّةِ

Apakah penduduk surga itu tidur?, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “tidur itu saudaranya kematian, sedangkan penduduk surga tidak akan mati”.

Takhrij Hadits :

Berdasarkan apa yang saya dapatkan dari kitab-kitab hadits, berikut jalan-jalan periwayatan haditsnya :

  1. Dari Jabir rodhiyallahu anhu secara marfu’. Diriwayatkan melalui beberapa jalan sebagai berikut :

A. Imam Thabrani dalam Mu’jam Ausath (no. 931) meriwayatkan dari jalan Mus’ab bin Ibrohiim, dari ‘Imroon bin ar-Robii’ al-Kuufiy, dari Yahya bin Sa’id al-Anshooriy, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jaabir rodhiyallahu anhu : “Nabi sholallahu alaihi wa salam ditanya : “Wahai Rasulullah, apakah penduduk surga itu tidur?, maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menjawab :

النوم أخو الموت ، وأهل الجنة لا ينامون

tidur itu saudaranya kematian, sedangkan penduduk surga tidak tidur.

Status Hadits : (lemah), Imam Ibnu Adiy dalam al-Kaamil Fii adh-Dhu’aafaa (no. 1847) mengatakan tentang Mus’ab bin Ibrohim –perowi haditsnya- :

منكر الحديث عن الثقات وعن غيرهم

Mungkarul hadits dari para perowi tsiqoot dan juga dari selainnya.

Continue Reading TIDUR SAUDARANYA KEMATIAN…

SHAHIH BUKHORI : BAB 13 MEMOHON DAN BERLINDUNG DENGAN NAMA ALLAH (1)

April 13, 2015 at 11:13 pm | Posted in Syarah Kitab Tauhid min Shahih Bukhori | Leave a comment

بَابُ السُّؤَالِ بِأَسْمَاءِ اللَّهِ تَعَالَى وَالِاسْتِعَاذَةِ بِهَا

Bab 13 Memohon dan Berlindung dengan Nama-Nama Allah

 

Penjelasan Bab :

Orang-orang berimanan terkadang saling meminta bantuan satu sama lainnya atas nama Alllah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana Firmannya :

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain (QS. An Nisaa’ : 1).

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya mengatakan :

أَيْ: كَمَا يُقَالُ: أَسْأَلُكَ بِاللَّهِ وبالرَّحِم

Yakni sebagaimana biasa dikatakan : ‘aku meminta kepadamu dengan nama Allah dan hubungan kekerabatan’.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri mengajurkan kepada hamba-Nya agar memohon dengan menyebut nama-nama-Nya yang Husna, sebagaimana dalam Firman-Nya :

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu (QS. Al A’raf : 180).

Adapun berlindung dengan nama Allah, maka disyariatkan dengan membaca surat al-Mu’awidzaat, yakni Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas. Surat-surat tersebut memuat permohonan berlindung kepada Allah dengan menyebutkan Nama dan Sifat-Sifat-Nya dari semua kejehatan yang ada di muka bumi ini.

Continue Reading SHAHIH BUKHORI : BAB 13 MEMOHON DAN BERLINDUNG DENGAN NAMA ALLAH (1)…

KAEDAH FIQIH : TIDAK BOLEH MEMUDHOROTKAN

April 12, 2015 at 11:06 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

TIDAK BOLEH MELAKUKAN KEMUDHOROTAN DAN

TIDAK BOLEH JUGA MEMUDHOROTKAN ORANG LAIN

 

Hadits Nabawi selain memiliki aspek Fiqih yang dapat digali oleh ilmuwan muslimin, ia juga bisa dijadikan sebagai kaedah fiqih, yaitu suatu kalimat yang mencakup fikih yang meliputi bagian-bagian (permasalahan fiqih) yang sangat banyak, karena kedudukan nash-nash yang meliputi banyak makna. (lihat Taisir ilmu Ushul Fiqih (hal. 13, cet. Maktabah ar-Royyan, karya asy-Syaikh Abdullah bin Yusuf al-Judai’). Diantara lafadz hadits yang langsung disebutkan oleh ulama sebagai kaedah fiqih adalah hadits yang berbunyi :

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Tidak boleh melakukan kemudhorotan dan tidak boleh juga memudhorotkan orang lain.

Sebagai pengetahuan bahwa kaedah fiqih dibagi menjadi 2 dari sisi sumbernya, yaitu nash syar’i dan istinbat ijthadi (pengambilan kesimpulan berdasarkan hasil ijtihad). Kebanyakan kaedah fiqih berasal dari jenis yang kedua. Diantara contoh jenis yang pertama, yaitu kaedah fiqih langsung dari nash syar’i adalah kaedah yang sedang kita bahas ini. Demikian penjelasan asy-Syaikh Shoolih bin Muhammad al-Asmuriy dalam kitabnya al-Majmu’ah al-Fawaid al-Bahiyyah (hal. 21 –cet. Daarus Shuma’i).

Continue Reading KAEDAH FIQIH : TIDAK BOLEH MEMUDHOROTKAN…

HUKUM MAKAN KATAK

April 12, 2015 at 4:17 am | Posted in fiqih | Leave a comment
Tags: , , , ,

HUKUM MAKAN KODOK

 

Langsung saja kita lihat hadits-hadits berkaitan dengan kodok. Ada beberapa riwayat yang menunjukkan larangan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam membunuh Kodok, sebagai berikut :

  1. Dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كَانَتِ الضُّفْدَعُ تُطْفِئُ النَّارَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ، وَكَانَ الْوَزَغُ يَنْفُخُ فِيهِ، فَنُهِيَ عَنْ قَتْلِ هَذَا، وَأُمِرَ بِقَتْلِ هَذَا»

Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “Kodoklah yang memadamkan api yang membakar Nabi Ibrohim alaihi salam, sedang Cicak yang meniup-niup api”. Maka Nabi sholallahu alaihi wa salam melarang membunuh Kodok, dan memerintahkan membunuh Cicak.

Status Hadits : (shahih) diriwayatkan oleh Imam Abdur Rozaq dalam al-Mushonaf (no. 8392). Continue Reading HUKUM MAKAN KATAK…

ORANG YANG BERHUBUNGAN BADAN PADA MALAM HARINYA, TIDAK BOLEH IKUT MENGEBUMIKAN JENAZAH DI LIANG LAHAD

April 12, 2015 at 1:49 am | Posted in fiqih | Leave a comment

ORANG YANG BERHUBUNGAN BADAN PADA MALAM HARINYA, TIDAK BOLEH IKUT MENGEBUMIKAN JENAZAH DI LIANG LAHAD

 

Fikih yang kuat adalah yang didasarkan kepada nash wahyu baik dari Al Qur’an maupun hadits nabawi yang shahih. Sebagian orang keliru ketika mendapatkan absennya ulama fiqih berpendapat dengan menggunakan hadits yang shahih, menunjukkan bahwa hadits tersebut tidak dipakai, padahal seharusnya pendapat seseorang harus sesuai dengan hadits, bukan hadits apalagi Al Qur’an yang disesuaikan dengan pendapat person-person tertentu.

Salah satu permasalahan yang dilupakan oleh kebanyakan ahli fiqih adalah tentang syarat orang yang diperbolehkan untuk turun di liang lahad untuk meletakkan jenazah pada posisinya di liang lahad. Yakni salah satu syaratnya, laki-laki tersebut tidak melakukan hubungan badan (berjima’) pada malam sebelumnya. Dan apresiasi yang tinggi, kita sampaikan kepada Imam Al Albani yang telah mengingatkan apa yang dilewatkan oleh kebanyakan fuqoha, dalam kitabnya Ahkamul Janaiz (cet. Al-Maktabul Islaamiy). Pada halaman 148 dalam kitabnya tersebut beliau menyebutkan permasalahan kriteria orang yang turun ke liang lahad, diantaranya pada point no. 101 beliau berkata :

ويجوز للزوج أن أن يتولى بنفسه دفن زوجته Continue Reading ORANG YANG BERHUBUNGAN BADAN PADA MALAM HARINYA, TIDAK BOLEH IKUT MENGEBUMIKAN JENAZAH DI LIANG LAHAD…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: