SHAHIH MUSLIM : BAB 4 DISUNAHKANNYA MENGANGKAT 2 ORANG MUADZIN DALAM SATU MASJID

April 7, 2015 at 11:00 pm | Posted in Syarah Kitab Sholat min Shahih Muslim | Leave a comment

4 – بَابُ اسْتحْبَابِ اتِّخاذِ مُؤذِّنَيْنِ لِلْمَسْجدِ الْوَاحِدِ

Bab 4 Disunahkannya Mengangkat 2 Orang Muadzin dalam Satu Masjid

 

Penjelasan Bab :

Bab ini menjelaskan berapa jumlah muadzin dalam satu masjid. Pada masa Nabi sholallahu alaihi wa salam, Beliau memiliki 2 orang muadzin, yaitu Abdullah ibnu Ummi Maktum dan Bilaal rodhiyallahu anhumaa. Imam Nawawi dalam Syarah Shahih  Muslim berkata :

وَفِي هَذَا الْحَدِيث اِسْتِحْبَاب اِتِّخَاذ مُؤَذِّنِينَ لِلْمَسْجِدِ الْوَاحِد يُؤَذِّن أَحَدهمَا قَبْل طُلُوع الْفَجْر ، وَالْآخَر عِنْد طُلُوعه ، كَمَا كَانَ بِلَال وَابْن أُمّ مَكْتُوم يَفْعَلَانِ

Dalam hadits ini, dianjurkannya mengangkat 2 orang muadzin dalam satu masjid, yang satu adzan sebelum terbit fajar dan satunya lagi setelah terbit fajar, sebagaimana yang dilakukan oleh Bilaal dan Ibnu Ummi Maktum rodhiyallahu anhumaa.                                                        

 

Imam Muslim berkata :

7 – (380) حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: «كَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤَذِّنَانِ بِلَالٌ، وَابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ الْأَعْمَى»

(380) وَحَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ، حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ، عَنْ عَائِشَةَ مِثْلَهُ

7). Hadits no. 380

Haddatsanaa ibnu Numair, haddatsanaa bapakku, haddatsanaa Ubaidillah, dari Naafi’, dari Ibnu Umar rodhiyallahu anhu beliau berkata : “Rasulullah sholallahu alaihi wa salam memiliki 2 orang muadzin, yaitu Bilaal dan ibnu Ummi Maktum yang buta rodhiyallahu anhumaa.

Haddatsanaa Ibnu Numair, haddatsanaa Bapakku, haddatsanaa Ubaidillah, haddatsanaa al-Qoosim, dari Aisyah rodhiyallahu anhumaa.

 

Penjelasan Hadits :

  1. Hadits diatas menunjukkan diperbolehkannya memiliki 2 orang muadzin dalam satu masjid. Imam Ibnu Daqiqil ‘Ied dalam Ihkaamul Ahkam berkata :

فِي الْحَدِيثِ دَلِيلٌ عَلَى جَوَازِ اتِّخَاذِ مُؤَذِّنَيْنِ فِي الْمَسْجِدِ الْوَاحِدِ. وَقَدْ اسْتَحَبَّهُ أَصْحَابُ الشَّافِعِيِّ

Dalam hadits diatas diperbolehkannya mengangkat 2 orang muadzin dalam satu masjid, syafi’iyyah telah menganjurkannya.

  1. Namun berdasarkan riwayat-riwayat yang lain, bahwa adanya 2 adzan tersebut adalah pada waktu subuh. Bilaal rodhiyallahu anhu melakukan adzan sebelum terbitnya fajar, agar orang yang sedang sholat malam istirahat, dan yang sedang tidur terbangun karena, waktu sholat Subuh sudah dekat. Sedangkan Ibnu Ummi Maktum rodhiyallahu anhu melakukan adzan setelah masuk waktu Subuh, dengan terbitnya fajar, berdasarkan pemberitahuan sahabat lain, karena beliau seorang yang buta.
  2. Berbilangnya muadzin lebih dari satu, setelah masuk waktu sholat, maka ini tidak dianjurkan, karena hal tersebut tidak ada pada zaman Nabi sholallahu alaihi wa salam, sebagaimana ditegaskan oleh Imam Shon’ani dalam Subulus Salam.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: