MELAKSANAKAN WASIYAT ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DUNIA

May 30, 2015 at 11:37 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MELAKSANAKAN WASIYAT ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DUNIA

 

Barangkali diantara kita ada yang mengalami bermimpi bertemu dengan orang tuanya atau kerabatnya yang sudah meninggal dunia, kemudian dalam mimpinya mereka mewasiatkan sesuatu untuk dilaksanakan. Pertanyaannya adalah apakah wasiat tersebut wajib ditunaikan atau tidak?

Jawabannya kami serahkan kepada Fadhilatus Syaikh DR. Khoolid bin Bakar bin Ibrohim yang pernah ditanya dengan pertanyaan berikut :

Soal : jika seorang yang sudah meninggal dunia datang dalam mimpi mewasiatkan sesuatu, apakah wasiatnya wajib ditunaikan?

Jawab :

Continue Reading MELAKSANAKAN WASIYAT ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DUNIA…

SHOLAT NISFU SYA’BAN ADALAH SHOLAT BID’AH

May 30, 2015 at 8:49 pm | Posted in Aqidah, fiqih | 3 Comments

SHOLAT NISFU SYA’BAN ADALAH SHOLAT BID’AH

 

Sholat Nisfu Sya’ban adalah sholat bid’ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Nabi sholallahu alaihi wa salam, para sahabatnya, para Tabi’in dan Aimah Arba’ah. Para Aimah kita, terutama dari kalangan Syafi’iyyah sangat mengingkari amalan bid’ah ini. Imam Nawawi (w. 676 H) berkata dalam kitabnya al-Majmu Syarah al-Muhadzdzab (4/56 –pen. Daarul Fikr) :

الصَّلَاةُ الْمَعْرُوفَةُ بصلاة الرغائب وهي ثنتى عَشْرَةَ رَكْعَةً تُصَلَّى بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لَيْلَةَ أَوَّلِ جُمُعَةٍ فِي رَجَبٍ وَصَلَاةُ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ مِائَةُ رَكْعَةٍ وَهَاتَانِ الصَّلَاتَانِ بِدْعَتَانِ وَمُنْكَرَانِ قَبِيحَتَانِ وَلَا يُغْتَرُّ بِذَكَرِهِمَا فِي كِتَابِ قُوتِ الْقُلُوبِ وَإِحْيَاءِ عُلُومِ الدِّينِ وَلَا بِالْحَدِيثِ الْمَذْكُورِ فِيهِمَا فَإِنَّ كُلَّ ذَلِكَ بَاطِلٌ وَلَا يُغْتَرُّ بِبَعْضِ مَنْ اشْتَبَهَ عَلَيْهِ حُكْمُهُمَا مِنْ الْأَئِمَّةِ فَصَنَّفَ وَرَقَاتٍ فِي اسْتِحْبَابِهِمَا فَإِنَّهُ غَالِطٌ فِي ذَلِكَ وَقَدْ صَنَّفَ الشَّيْخُ الْإِمَامُ أَبُو مُحَمَّدٍ عبد الرحمن بن اسمعيل الْمَقْدِسِيُّ كِتَابًا نَفِيسًا فِي إبْطَالِهِمَا فَأَحْسَنَ فِيهِ وَأَجَادَ رَحِمَهُ اللَّهُ

Sholat yang dikenal dengan sholat Roghoib yaitu dikerjakan 12 rokaat, pada waktu antara Maghrib dan Isya pada malam Jum’at pertama pada bulan Rojab, dan sholat malam Nisfu Sya’ban 100 rokaat adalah 2 sholat bid’ah yang mungkar dan jelek. Jangan terpedaya penyebutan kedua sholat ini dalam kitab “Quutul Quluub”, dan Ihyaa Uluumuddiin, serta hadits yang dinukilkan tentang hal tersebut, karena semua riwayatnya batil. Juga jangan tertipu dengan sebagian Aimah yang tersamarkan hukum sholat ini, sehingga menulis kitab tentang mustahabnya sholat tersebut, karena ini adalah kekeliruan. Syaikhul Imam Abu Muhammad Abdur Rokhman bin Ismail al-Maqdisiy telah menulis sebuah kitab yang berharga terkait batilnya sholat tersebut, beliau menulisnya dengan bagus dan apik –semoga Allah merahmatinya- -selesai-.

Continue Reading SHOLAT NISFU SYA’BAN ADALAH SHOLAT BID’AH…

KEUTAMAAN PUASA BULAN SYA’BAN

May 24, 2015 at 11:20 pm | Posted in fiqih, Hadits | Leave a comment

KEUTAMAAN PUASA BULAN SYA’BAN

 

Karena posisi bulan Sya’ban yang terjepit antara Rajab dan Romadhon, maka kebanyakan orang tidak memperhatikan untuk berpuasa pada bulan ini. Mereka beranggapan sebentar lagi masuk bulan Romadhon, dimana diwajibkan berpuasa pada bulan tersebut, sehingga dianggap berat kalau berpuasa pada bulan ini, atau mereka belum mengetahui keutamaan berpuasa pada bulan ini, sehingga tidak perhatian untuk berpuasa padanya. Namun berbeda dengan kebanyakan umatnya, Nabi sholallahu alaihi wa salam banyak berpuasa pada bulan Sya’ban dibandingkan pada bulan-bulan lain, selain Romadhon. Atas hal ini maka salah seorang sahabat yang merupakan kesayangan Nabi sholallahu alaihi wa salam yang merupakan anak dari bekas anak Beliau pada masa sebelum Nabi sholallahu alaihi wa salam diutus menjadi Nabi, yaitu Zaid bin Haritsah rodhiyallahu anhu, yang memiliki anak yang bernama Usamah bin Zaid rodhiyallahu anhumaa. Usamah sempat bertanya kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam perihal banyaknya Nabi sholallahu alaihi wa salam melakukan puasa pada bulan ini, tanya beliau : Continue Reading KEUTAMAAN PUASA BULAN SYA’BAN…

PEMBACA DAN PENGAMAL AL QUR’AN AKAN MEMAKAIKAN MAHKOTA KEPADA KEDUA ORANG TUANYA

May 15, 2015 at 11:52 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

PEMBACA DAN PENGAMAL AL QUR’AN AKAN MEMAKAIKAN MAHKOTA KEPADA KEDUA ORANG TUANYA

 

Diriwayatkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah bersabda :

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ، فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا؟

Barangsiapa yang membaca Al Qur’an, lalu mengamalkan isinya, niscaya ia akan memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat, yang cahayanya lebih bagus dari cahaya matahari di dunia, yang menyinari rumah kalian. Maka bagaimana pendapat kalian terhadap orang yang mengamalkan hal tersebut?.

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunannya (no. 1453 –pen. Maktabah al-‘Ishriyyah), dan Imam Abu Ya’laa dalam al-Musnad (no. 1493 –pen. Daarul Ma’muun liturots, cet. Ke-1 1404 H) semuanya dari jalan :

ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، عَنْ زَبَّانِ بْنِ فَائِدٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ الْجُهَنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

Ibnu Wahab, akhbaroni Yahya bin Ayyub, dari Zabbaan bin Faaid, dari Sahl bin Mu’adz al-Juhni, dari bapaknya –Mu’adz bin Anas- rodhiyallahu anhu bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “Al Hadits”.

Kedudukan sanad :

Continue Reading PEMBACA DAN PENGAMAL AL QUR’AN AKAN MEMAKAIKAN MAHKOTA KEPADA KEDUA ORANG TUANYA…

ROJAB BULAN ALLAH, SYA’BAN BULANKU, DAN ROMADHON BULAN UMATKU

May 15, 2015 at 9:11 pm | Posted in Hadits, Nasehat | 1 Comment

ROJAB BULAN ALLAH, SYA’BAN BULANKU, DAN ROMADHON BULAN UMATKU

 

Demikian kira-kira hadits yang dibawakan oleh khotib Jum’at yang tadi saya dengar. Sekilas saya berperasaan bahwa hadits ini lemah, karena betapa banyak tukang ceramah dan para khothib yang tidak perhatian dalam masalah hadits, apa yang mereka dengar bahwa itu adalah hadits dari orang lain, atau yang ia baca dalam sebuah kitab, langsung ia sampaikan tanpa mengecek lagi, apakah haditsnya shahih atau hasan, sehingga bisa dijadikan hujjah, atau hadits tersebut lemah, bahkan palsu sehingga bisa disampaikan kepada umat agar mereka mewaspadainya.

Maka terhadap fenomena seperti itu, kami ingatkan dengan sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam :

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukuplah seorang dikatakan sebagai pendusta, ketika ia menyampaikan setiap apa yang ia dengar (HR. Muslim).

Kembali kepada hadits yang disampaikan oleh sang khothib bahwa katannya Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah bersabda :

رَجَبُ شَهْرُ اللَّهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِي وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي

Rojab bulan allah, Sya’ban bulanku, dan Romadhon bulan umatku.

Takhrij Hadits : Continue Reading ROJAB BULAN ALLAH, SYA’BAN BULANKU, DAN ROMADHON BULAN UMATKU…

TAFSIR QS. AL BAQOROH AYAT 4

May 15, 2015 at 6:28 pm | Posted in Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment
Tags: , ,

 وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Tafsir “dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat” (Al Baqoroh : 4)

 

  • Mufrodat Ayat

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ” (dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu) adalah ma’tuuf kepada ayat sebelumnya, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Utsaimin. Imam Ibnul Jauzi dalam Tafsirnya menyebutkan asbaabun nuzul ayat ini, kata beliau :

قوله تعالى : { والذين يؤمنون بما أُنزل إِليك } اختلفوا فيمن نزلت على قولين .

أَحدهما : أَنها نزلت في عبد الله بن سلام وأصحابه ، رواه الضحاك عن ابن عباس ، واختاره مقاتل .

والثاني : أَنها نزلت في العرب الذي آمنوا بالنبي وبما أُنزل من قبله . رواه أبو صالح عن ابن عباس ، قال المفسرون : الذي أنزل إليه ، القرآن . وقال شيخنا علي بين عبيد الله : القرآن وغيره مما أُوحي إِليه .

Firman-Nya : {dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu}, para ulama berselisih pendapat terkait kepada siapa ayat ini diturunkan menjadi 2 pendapat :

  1. Ayat ini diturunkan kepada Abdullah bin Salaam dan kawan-kawannya rodhiyallahu anhum, diriwayatkan oleh adh-Dhohaak dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu. Pendapat ini dirajihkan oleh Muqootil.
  2. Diturunkan kepada orang-orang arab yang mereka beriman kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam dan apa yang diturunkan sebelumnya, diriwayatkan oleh Abu Shoolih dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu.

Para ahli tafsir berkata : ‘yang diturunkan kepadanya’, yakni Al Qur’an. guru kami Ali bin Ubaidillah berkata : ‘maksudnya Al Qur’an dan semisalnya dari wahyu yang diberikan kepada Beliau (as-Sunnah)’.

Namun saya belum mendapatkan sanad terkait asbaabun Continue Reading TAFSIR QS. AL BAQOROH AYAT 4…

HADITS NO. 1 AMAL ITU TERGANTUNG NIATNYA

May 15, 2015 at 12:06 am | Posted in TAKHRIJ ARBAIN NAWAWI | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS ARBAIN NAWAWI

 

Berikut adalah takhrij hadits Arbain Nawawi yang disandarkan kepada kitab-kitab hadits yang bersanad.

Hadits No. 1

(عَنْ أَمِيرِ المُؤمِنينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ تعالى عنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ يَقُولُ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوله فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ وَرَسُوله، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَو امْرأَة يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ)

Dari Amirul Mukminin Abi Hafsh Umar bin Khothob Rodhiyallahu ‘anhu ia berkata : “aku mendengar Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “sesungguhnya hanyalah amalan itu tergantung dengan niatnya, dan sesungguhnya hanyalah setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang niatnya hijrah kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya kepada Alllah dan Rasulnya, dan barangsiapa yang hijrahnya untuk kepentingan dunia atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang ia niatkan tersebut”.

Takhrij Hadits :

Yang masyhur hadits ini diriwayatkan dari satu jalan dari Umar bin Khothob rodhiyallahu anhu. Imam Ibnu Rojab al-Hanbali (w. 795) dalam Jaami’ul Uluum wal Hikaam (1/56 –pen. Daarus Salaam, cet. 2 1424 H) berkata :

هذا الحديثُ تفرَّد بروايته يحيى بنُ سعيدٍ الأنصاريُّ، عن محمَّدِ ابن إبراهيمَ التَّيميِّ، عن علقمة بن وقَّاصٍ الَّليثيِّ، عن عُمَر بن الخطَّابِ – رضي الله عنه -، وليس له طريق يصحُّ غير هذا  الطريق، كذا قال عليُّ بنُ المدينيِّ وغيرُه) . وقال الخطابيُّ: لا أعلمُ خلافاً بين أهلِ الحديثِ في ذلك، مع أنَّهُ قد رُوِي من حديث أبي سعيدٍ وغيره  ، وقد قيل: إنَّهُ قد  رُوِي من طُرقٍ كثيرةٍ، لكن لم  يصح من ذلك شيءٌ عندَ الحُفَّاظ

Hadits ini diriwayatkan secara tunggal oleh Yahya bin Sa’ id al-Anshoriy, dari Muhammad bin Ibrohiim at-Taimiy, dari ‘Alqomah bin Waqqoosh al-Laitsiy, dari Umar bin Khothob Rodhiyallahu ‘anhu. Hadits ini tidak memiliki jalan yang shahih kecuali jalan ini, demikian dikatakan oleh Imam Ali ibnul Madini dan selainnya. Al-Khothobiy berkata : ‘aku tidak tahu ada perbedaan di kalangan ulama tentang hal tersebut, sekalipun telah diriwayatkan hadits ini dari Abu Sa’id Rodhiyallahu ‘anhu dan selainnya. Dikatakan juga bahwa telah diriwayatkan hadits ini dari jalan yang banyak, namun tidak ada yang shahih menurut para Hafidz hadits -selesai-. Continue Reading HADITS NO. 1 AMAL ITU TERGANTUNG NIATNYA…

TAFSIR SURAT AL BAQOROH AYAT 2

May 3, 2015 at 11:48 pm | Posted in Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment
Tags: , ,

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Tafsir “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (Al Baqoroh : 2)

 

I. Mufrodat Ayat

ذَلِكَ” (ini/itu) adalah isim isyaroh (kata petunjuk), sedangkan huruf lam dalam kata ini menunjukkan isyarat yang jauh dan huruf kaaf untuk khithob yakni yang diajak bicara, demikian penjelasan Imam Abu Su’ud dalam tafsirnya. Adapun maknanya, kata Imam Ibnul Jauzi ada 2 pendapat yaitu :

  1. Maknanya “هذا ” (ini), pendapat ini dikatakan oleh Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu, Mujahid, Ikrimah, al-Kisaa’i, Abi Ubaidah dan al-Akhfasy.
  2. Maknanya adalah Isyarat kepada kata ganti ketiga. Kemudian ulama yang mengatakan ini, berbeda pendapat dalam menafsirkan apa atau siapa yang dimaksud dengan kata ganti ketiga tersebut? Imam Ibnul Jauzi menyebut ada 3 pendapat yakni :

A. Yang dimaksud adalah Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam.

B. Apa yang dijanjikan untuk diwahyukan kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, sebagaimana Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat (QS. Al-Muzammil : 5).

C. Apa yang dijanjikan kepada ahli kitab sebelumnya, karena mereka berjanji akan menolong agama Allah jika turun kepada mereka kitab dan diutus kepada mereka seorang Nabi. Continue Reading TAFSIR SURAT AL BAQOROH AYAT 2…

TAFSIR SURAT AL BAQOROH AYAT 1

May 3, 2015 at 11:38 pm | Posted in Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment
Tags: , ,

الم

Tafsir “Alif laam miin” (Al Baqoroh : 1)

 

I. Mufrodat Ayat

الم” adalah huruf-huruf yang terputus yang terdapat dibeberapa tempat dalam Al Qur’an diawal surat-surat berikut : surat al-Baqoroh, surat Ali Imroon, al-‘Ankabut, ar-Ruum, Luqman dan as-Sajdah.

Imam as-Sa’diy dalam tafsirnya berkata :

وأما الحروف المقطعة في أوائل السور، فالأسلم فيها، السكوت عن التعرض لمعناها [من غير مستند شرعي]، مع الجزم بأن الله تعالى لم ينزلها عبثا بل لحكمة لا نعلمها.

Adapun huruf-huruf yang terputus diawal beberapa surat, maka yang lebih selamat padanya adalah diam dari menafsirkan maknanya tanpa landasan syar’i, bersama keyakinan bahwa Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa tidak menurunkannya secara sia-sia, namun untuk suatu hikmah yang kami tidak mengetahuinya.

 

II. Kesimpulan Makna Ayat Secara Global Continue Reading TAFSIR SURAT AL BAQOROH AYAT 1…

MUKADIMAH TAFSIR SURAT AL BAQOROH

May 3, 2015 at 11:33 pm | Posted in Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment
Tags: ,

سورة البقرة

Surat Al Baqoroh

 I. Penamaan Al Baqoroh

Menurut Tim penerjemah DEPAG RI, surat ini dinamakan dengan al-Baqoroh karena :

Surat ini dinamai Al Baqarah karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sampai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Selain al-Baqoroh menurut DEPAG, surat ini juga dinamakan dengan Fusthaatul Qur’an (puncak al Qur’an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain. Dinamai juga dengan alif-laam-miim, karena surat ini dimulai dengan aliif-laam-miim.

Surat al-Baqoroh merupakan Madaniyyah, diturunkan pada awal-awal Rasulullah sholallahu alaihi wa salam hijrah ke Madinah. Semua ayat-ayatnya adalah Madaniyyah, kecuali bagi yang berpendapat bahwa pembagian Madaniyyah dan Makkiyyah adalah berdasarkan tempat turunnya, karena ayat yang ke-281, kata tim DEPAG diturunkan di Mina pada saat Rasulullah sholallahu alaihi wa salam melaksanakan haji Wada’.  Al-Baqoroh adalah surat yang terpanjang dalam Al Qur’an dan didalamnya juga terdapat ayat yang terpanjang dalam Al Qur’an yaitu ayat yang ke-282.

Continue Reading MUKADIMAH TAFSIR SURAT AL BAQOROH…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: