DOA BUKA PUASA YANG MASYHUR

May 2, 2015 at 2:54 am | Posted in fiqih, Hadits | Leave a comment
Tags: , ,

DOA BUKA PUASA YANG MASYHUR

 

Doa buka puasa yang biasanya diajarkan oleh guru kita kepada anak didiknya adalah doa :

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَ بِكَ اَمَنْتُ, وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Ya Allah kepada-Mu laah aku berpuasa, dan Kepada-Mu aku Beriman, serta berkat rizki-Mu aku berbuka puasa.

Takhrij Hadits :

Doa diatas diriwayatkan melalui beberapa jalan baik secara marfu’ (disandarkan kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam), mursal (tabi’I langsung meriwayatkan dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam), dan maqtu’ (disandarkan kepada tabi’I rahimahullah). Adapun riwayat yang marfu sebagai berikut :

  • Dari Ali bin Abi Tholib Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi Usamah dalam Musnad al-Haarits (no. 469 –cet. Markaz Khidmatus Sunnah, Madinah cet. 1 1413 H), dan Imam Yahya al-Jurjaaniy dalam Tartibul Amaaliy (no. 1092 –cet. Daarul Kutubuil ‘Ilmiyyah, Beirut cet. 1 1422) semuanya dari jalan :

عَنِ السَّرِيِّ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: ” يَا عَلِيُّ، إِذَا أَمْسَيْتَ صَائِمًا فَقُلْ عِنْدَ إِفْطَارِكَ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، يُكْتَبُ لَكَ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَامَ ذَلِكَ الْيَوْمَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ،

Dari as-Suriy bin Khoolid dari Ja’far bin Muhammad dari bapaknya dari kakeknya dari Ali bin Abi Tholib Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “wahai Ali, jika engkau berada pada sore hari dalam keadaan berpuasa, maka berdoalah ketika berbukanya : “Ya Allah kepada-Mu lah aku berpuasa, dan berkat rizki-Mu aku berbuka puasa”. Niscaya akan dituliskan untukmya pahala seperti pahalanya semua orang yang berpuasa pada hari itu, tanpa dikurangi sedikitpun pahala mereka”.

Kedudukan sanad :

  • As-Suriy, dikatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisaanul Miizan (no. 39 –cet. Muasasah al-A’lamiy, Beirut cet. 3 1406 H) :

السرى بن خالد مدني لا يعرف قال الأزدي لا يحتج به انتهى

As-Suriy bin Khoolid, orang Madinah tidak dikenal. Al-Azdiy berkata : ‘tidak dapat dijadikan hujjah’ –selesai-.

  • Ja’far bin Muhammad ash-Shodiq (80 – 148 H), seorang Imam ahlu bait, dijadikan hujjah oleh Imam Muslim.
  • Bapaknya Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Tholib (w. 120-an), perowi tsiqoh, dipakai Bukhori-Muslim.
  • Kakeknya Husain bin Ali Rodhiyallahu ‘anhu, cucu kesayangan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam.

Kesimpulan : dhoif, karena kelemahan pada diri as-Suriy.

 

  • Dari Mu’adz bin Jabal Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Diriwayatkan oleh Imam Yahya al-Jurjaaniy dalam Tartibul Amaaliy (no. 1250 –cet. Daarul Kutubuil ‘Ilmiyyah, Beirut cet. 1 1422) dari jalan :

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ الْمَرْوَزِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ، قَالَ: «اللَّهُمَّ إِنِّي لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»

Dari al-Husain bin al-Hasan al-Marwaziy ia berkata, haddatsanaa Abdullah ibnul Mubaarok ia berkata, haddatsanaa Sufyaan, dari Khushoin dari Mu’adz bin Jabal Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata : “Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam biasanya jika berbuka berdoa : “Ya Allah kepada-Mu lah aku berpuasa, dan berkat rizki-Mu aku berbuka puasa”.

Kedudukan sanad :

  • Al-Husain bin al-Hasan, perowi shoduq, sahabatnya Abdullah ibnul Mubarok, sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz dalam at-Taqriib
  • Abdullah ibnul Mubarok dan Sufyan adalah Aimah yang masyhur
  • Khushoin bin Abdur Rokhman as-Sulamiy (43 -136 H), Tabi’I shoghiir, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dan dijadikan hujjah oleh Bukhori-Muslim.
  • Mu’adz bin Jabal (w. 18 H) Rodhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat besar.

Namun Imam Abdullah ibnul Mubarok meriwayatkan hadits ini dari Khushoin dari Mu’adz bin Zahroh secara mursal, karena Mu’adz bin Zahroh adalah seorang tabi’I sebagaimana riwayatnya akan kami sebutkan nanti –insya Allah-. Sehingga saya menduga ada kesalahan penulisan nama Mu’adz, entah dari al-Husain atau perowi dibawahnya. Seandainya diterima bahwa itu adalah Mu’adz bin Jabal Rodhiyallahu ‘anhu, maka sanad ini terputus karena Khushoin lahir 25 tahun setelah wafatnya Mu’adz bin Jabal Rodhiyallahu ‘anhu.

Kesimpulan : dhoif, dan kami lebih condong terjadi kesalahan penulisan nama Mu’adz bin Jabal, yang sebenarnya adalah Mu’adz bin Zahroh, sebagaimana diriwayatkan oleh Aimah lainnya –Wallahu A’lam-.

 

  • Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushonaf (no. 9744 –cet. Maktabah ar-Rusydi, Riyadh cet. 1 1409 H) dari jalan :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَامَ ثُمَّ أَفْطَرَ، قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»

Haddatsanaa Muhammad bin Fudhoil, dari Khushoin dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata : “Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam biasanya jika berbuka berdoa : “Ya Allah kepada-Mu lah aku berpuasa, dan berkat rizki-Mu aku berbuka puasa”.

Kedudukan sanad :

  • Muhammad bin Fudhoil (w. 295 H), dinilai shoduq oleh Al Hafidz, dipakai Bukhori-Muslim.
  • Khusoin telah berlalu
  • Abu Huroiroh (w. 57/58/59 H) Rodhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.

Sama seperti riwayat dari Mu’adz bin Jabal Rodhiyallahu ‘anhu, saya menduga ini juga merupakan kesalahan, karena kebetulan Mu’az bin Zahroh memiliki kunyah Abu Zahroh, sehingga kemungkinan tersamarkan sehingga ditulis dengan Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu. Seandainya benar dari Abu Huroiroh pun terjadi keterputusan sanad, karena Khushoin tidak mendengar Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu.

Kesimpulan : dhoif, karena kesalahan penisbatan kepada Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu atau adanya keterputusan sanad antara Khusoin dengan Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu.

 

  • Dari Anas Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Diriwayatkan oleh Imam Thabrani (w. 360 H) dalam Mu’jamu Kabiir (no. 912 –cet. Al-Maktabul Islam –cet. 1 1405) dan Mu’jam Ausath (no. 7549 –cet. Daarul Haromain, Kairo) & ad-Du’aa’ (no. 918 –cet. Daarul Kutubil ‘Ilmiyyah, Beirut) semuanya dari jalan :

ثنا دَاوُدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ،

Haddatsanaa Daawud az-Zibriqooniy, dari Syu’bah, dari Tsaabit al-Bunaaniy, dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam biasanya jika berbuka berdoa : “Bismillah, Ya Allah kepada-Mu lah aku berpuasa, dan berkat rizki-Mu aku berbuka puasa”.

Kedudukan sanad :

  • Dawud (w. >180 H), dikatakan Matruk dan didustakan oleh al-Azdiy, sebagaimana dinukil oleh Al Hafidz dalam at-Taqriib.
  • Syu’bah, dan Tsaabit. 2 perowi tsiqoh.

Kesimpulan : sangat lemah, karena kelemahan yang sangat pada diri Dawud bin az-Zibziqoon.

Namun Dawud bin Zibriqoon mendapatkan Mutaba’ah Qoosiroh (penguat) dari jalan yang diriwayakan oleh Imam Yahya al-Jurjaaniy dalam Tartibul Amaaliy (no. 1929 –cet. Daarul Kutubuil ‘Ilmiyyah, Beirut cet. 1 1422)

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ هَاشِمِ بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي هَاشِمُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ رُزَيْنٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ” إِذَا أَفْطَرَ , يَقُولُ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ “

Haddatsanaa Wakii’ ia berkata, haddatsanaa al-Qoosim bin Haasyim bin Sa’id ia berkata, haddatsanaa Bapakku Haasyim bin Sa’id ia berkata, haddatsanaa Sa’id bin Zuroin, dari Tsaabit al-Bunaaniy, dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : “Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam biasanya jika berbuka berdoa : “Ya Allah kepada-Mu lah aku berpuasa, dan berkat rizki-Mu aku berbuka puasa. Terimalah puasaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Kedudukan sanad :

  • Wakii’ ibnul Jarooh, Imam Ahlus Sunnah yang masyhur.
  • Al-Qoosim bin Haasyim (w. 259 H), dinilai shoduq oleh Imam Al-Khothib al-Baghdaadiy dalam
  • Haasyim bin Sa’id, disebutkan oleh Imam Al-Khothib al-Baghdaadiy dalam Tarikhnya, namun tidak disebutkan jarh maupun ta’dil terhadapnya.
  • Saíd bin Zuroin, dinilai oleh Al Hafidz sebagai Munkarul Hadits dalam at-Taqriib.

Kesimpulan : sangat lemah, karena kelemahan yang sangat pada diri Said, sehingga sanad ini tidak menolong sanad sebelumnya.

 

  • Dari Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu ‘anhu secara marfu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Diriwayatkan oleh Imam Thabrani (w. 360 H) dalam Mu’jam Kabiir (no. 12720 cet. Al-Maktabul Islam –cet. 1 1405) dari jalan :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْحَضْرَمِيُّ، ثنا يُوسُفُ بْنُ قَيْسٍ الْبَغْدَادِيُّ، ثنا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ هَارُونَ بْنِ عَنْتَرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ»

Haddatsanaa Muhammad bin Abdullah al-Hadhromiy, haddatsanaa Yusuf bin Qois al-Baghdadiy, haddatsanaa Abdul Malik bin Haaruun bin ‘Antaroh, dari Bapaknya, dari kakeknya, dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : “Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam biasanya jika berbuka berdoa : “kepada-Mu lah aku berpuasa, dan berkat rizki-Mu aku berbuka puasa. Terimalah puasaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Kedudukan sanad :

  • Abdul Malik bin Haaruun bin ‘Antaroh, dinilai mungkarul hadits oleh Imam Bukori dalam Tarikh Kabiir dan Shoghiir. Bahkan Imam Ibnu Hibban mengatakan dalam al-Majruhiin, bahwa Abdul Malik ini sebagai pemalsu hadits.
  • Haaruun bin ‘Antaroh (w. 142 H), dinilai laa ba’sa bih oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam at-Taqriib.
  • ‘Antarah bin Abdur Rokhman, Tabi’i Kabiir, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dan mengambil hadits dari Abdullah bin Abbas rodhiyallahu anhu.

Kesimpulan : sangat lemah, karena kelemahan yang sangat pada diri Abdul Malik.

 

Adapun riwayat yang mursal adalah sebagai berikut :

  • Diriwayatkan oleh Mu’adz bin Zuhroh secara mursal dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Ditulis jalannya oleh Imam Abdullah ibnul Mubarok (w. 181 H) dalam az-Zuhud war Roqooiq (no. 1410 –cet. Daarul Kutubul ‘Ilmiyyah, Beirut), Imam Abu Dawud (w. 275 H) dalam as-Sunan (2358 –cet. Maktabah al-‘Ishriyyah, Beirut) & al-Maroosiil (no. 99 –Cet. Muasah ar-Risalah, Beirut cet. 1 1408 H), Imam Baihaqi (w. 458 H) dalam as-Sunan (no. 8134 –cet. Daarul Kutubul ‘Ilmiyyah, Beirut cet. 3 2003) & ad-Da’waat (no. 500 –cet. Guroosy linnasy wat tauzi’, Kuwait cet. 1 2009), semuanya dari jalan :

عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»

Dari Khushoin, dari Mu’adz bin Zuhroh bahwa sampai kepadanya Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam biasanya jika berbuka berdoa : “Ya Allah kepada-Mu lah aku berpuasa, dan berkat rizki-Mu aku berbuka puasa”.

Kedudukan sanad :

  • Mu’adz bin Zuhroh Abu Zuhroh, hanya ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Hibban. Beliau seorang tabi’i. Al Hafidz menukil ucapan Imam Ja’far bin Yunus yang menegaskan bahwa barangsiapa yang mengatakan Mu’adz bin Zuhroh sebagai seorang sahabat, maka ia telah keliru. Al Hafidz dalam at-Taqriib menilainya maqbul , yakni Mu’adz ini lemah haditsnya dan hanya sebagai ahlu syawahid/mutaba’ah.

Kesimpulan : lemah, sanadnya lemah karena kelemahan yang ada pada Mu’adz, disamping kemursalannya.

 

Dan yang terakhir diriwayatkan secara maqtu’ dari Ar-Robii’ bin Khutsaim yang ditulis oleh Imam Muhammad bin Sa’ad dalam Thabaqotul Kubro (6/189 –cet. Daarus Shoodir, Beirut cet. 1 1968) dari jalan :

 

قال: أخبرنا الفضل بن دكين قال: حدثنا شريك عن حصين عن هلال بن يساف عن الربيع بن خثيم أنه كان يقول: اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت.

Akhbaronaa al-Fadhl bin Dukain ia berkata, haddatsanaa Syariik, dari Khushoin, dari Hilaal bin Yasaaf, dari ar-Robii’bin Khutsaim beliau berdoa : “Ya Allah kepada-Mu lah aku berpuasa, dan berkat rizki-Mu aku berbuka puasa”.

Kedudukan sanad :

  • Semua perowinya tsiqoh, kecuali Syariik bin Abdullah al-Qodhiy yang berubah hapalannya, setelah menjabat hakim. Ar-Rabii’ bin Khutsaim seorang tabi’i kabiir.

Kesimpulan : lemah, sanadnya lemah karena kelemahan yang ada pada Syariik al-Qodhiy.

 

Berdasarkan pemaparan jalan-jalan diatas, maka jalan riwayat yang marfu’ statusnya sangat dhoif, sedangkan jalan yang mursal dan maqtu’ juga diriwayatkan dengan sanad yang lemah. Sehingga doa berbuka yang masyhur diatas, tidak tsabit dari adab-adab doa yang diajarkan oleh Rasulullah sholallahu alaihi wa salam.

Oleh karenanya, ramai ulama yang mendhoifkan hadits dalam pembahasan kita ini, seperti Syaikhul Islam Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma’ad, Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Talkhisul Khobiir, Imam al-Haitsami dalam Majmuz Zawaaid, Imam Al Albani dalam beberapa kitabnya, setelah sebelumnya beliau menghasankannya dalam ta’liq Misykatul Mashoobih, dan para ulama lainnya.

 

Catatan : adapun lafadz doa yang kami singgung di awal-awal yaitu :

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَ بِكَ اَمَنْتُ, وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Ya Allah kepada-Mu laah aku berpuasa, dan Kepada-Mu aku Beriman, serta berkat rizki-Mu aku berbuka puasa.

Mulla ‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan ‘wa bika aamantu‘ adalah tambahan yangtidak diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut shahih.”[6]
Artinya do’a dengan lafazh kedua ini pun adalah do’a yang dho’if sehingga amalan tidak bisa dibangun dengan do’a tersebut. (http://muslimah.or.id/ramadhan/doa-berbuka-puasa-yang-shahih.html).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: