PAHALA MEMBACA AL QUR’AN

May 3, 2015 at 1:38 am | Posted in Hadits | Leave a comment

PAHALA MEMBACA AL QUR’AN

 

Salah satu keistimewaan Al Qur’an dibandingkan dengan kitab-kitab lainnya adalah bahwa membacanya saja sudah dianggap sebagai ibadah tersendiri. Bahkan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam telah mengabarkan bahwa barangsiapa yang membaca Al Qur’an akan mendapatkan pahala per hurufnya, dan yang lebih menakjubkan lagi pahalanya tersebut dilipatgandakan sebanyak 10 kali lipat. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Barangsiapa yang membaca satu haruf dari Kitabullah, maka ia akan mendapatkan kebaikan (pahala), dan pahalannya akan dilipatgandakan sebanyak 10 kali lipat. aku (Nabi sholallahu alaihi wa salam) tidak mengatakan bahwa Alif Laam Miim, itu satu huruf, tapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.

Takhrij Hadits :

Hadits diatas diriwayatkan secara marfu’ dan mauquf. Adapun riwayat yang marfu –fiimaa na’lam- berasal dari 5 orang sahabat yaitu :

  • Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam as-Sunan (no. 2910 –cet. Musthofa Baabil Halabiy, Beirut cet. 2 1395 H) dari jalan :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الحَنَفِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى، قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ القُرَظِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ»

Haddatsanaa Muhammad bin Basyaar ia berkata, haddatsanaa Abu Bakr al-Hanafiy ia berkata, haddatsanaa adh-Dhohaak bin Utsmaan, dari Ayyub bin Musa ia berkata, aku mendengar Muhammad bin Ka’ab al-Qurodhiy berkata, aku mendengar Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “Barangsiapa yang membaca satu haruf dari Kitabullah, maka ia akan mendapatkan kebaikan (pahala), dan pahalannya akan dilipatgandakan sebanyak 10 kali lipat. aku (Nabi sholallahu alaihi wa salam) tidak mengatakan bahwa Alif Laam Miim, itu satu huruf, tapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf”.

Kedudukan sanad :

  • Muhammad bin Basyaar (167 -252 H), perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dalam at-Taqriib.
  • Abu Bakar Abdul Kabiir al-Hanafiy (w. 204 H), perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dalam at-Taqriib.
  • Adh-Dhohaak bin Utsman, perowi Muslim, ditsiqohkan oleh Yahya bin Ma’in.
  • Ayyub bin Musa (w. 132 H), perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dalam at-Taqriib.
  • Muhammad bin Ka’ab (40 – 120 H), Imamnya Tabi’in perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz dalam at-Taqriib.

Kesimpulan : shahih sanadnya.

 

Kemudian Imam  Abu Nu’aim dalam Hilyatul Aulia (6/263 –cet. Daarul Kitabil ‘Arobiy, Beirut) meriwayatkan dari jalan lain (dengan ringkas) :

ثَنَا أَبُو يَعْلَى مُعَلَّى بْنُ مَهْدِيٍّ ثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، رَفَعَهُ قَالَ: ” مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ كَتَبَ اللهُ لَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ، أَمَا إِنِّي لَا أَقُولُ {الم} [البقرة: 1] حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ، ثَلَاثُونَ حَسَنَةً “

Haddatsanaa Abu Ya’laa Mu’alaa bin Mahdiy, haddatsanaa Hammaad bin Zaid, dari ‘Athoo’ bin as-Saaib, dari Abil Ahwash, dari Abdillah (bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu) memarfukannya : “Barangsiapa yang membaca satu haruf dari Kitabullah, maka ia akan mendapatkan kebaikan (pahala) sebanyak 10 kali lipat. aku (Nabi sholallahu alaihi wa salam) tidak mengatakan bahwa Alif Laam Miim, itu satu huruf, tapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf (sehingga) total 30 kebaikan (pahala)”.

Kedudukan sanad :

  • Mu’alaa (w. 235 H), dinilai shoduq oleh Al Hafidz dalam Lisaanul Mizan.
  • Hammaad (98 – 179 H), perowi Bukhori-Muslim, Imam ahlus sunnah yang masyhur.
  • ‘Athoo’ (w. 136 H), perowi Bukhori, seorang Imam yang memiliki kelunakan dalam haditsnya.
  • Abul Ahwas Auf bin Malik, perowi Muslim, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz.

Kesimpulan : sanad ini minimalnya hasan.

 

  • Auf bin Malik rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam. Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam Mu’jam Kabiir (no. 141 –cet. Maktabah Ibnu Taimiyyah, Kairo) dari jalan :

ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ، عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنَ الْقُرْآنِ كُتِبَ لَهُ حَسَنَةٌ» لَا أَقُولُ لَكُمْ: «الْم ذَلِكَ الْكِتَابُ، وَلَكِنِ الْأَلْفُ وَاللَّامُ وَالْمِيمُ وَالذَّالُ وَالْكَافُ»

Haddatsanaa Sulaiman bin Bilaal dari Musa bin Ubaidah dari Muhammad bin Ka’ab dari ‘Auf bin Malik al-Asyja’iy Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : Barangsiapa yang membaca satu haruf dari Kitabullah, maka ia akan mendapatkan kebaikan (pahala). aku (Nabi sholallahu alaihi wa salam) tidak mengatakan bahwa Alif Laam Miim, Dzalikal Kitaabu (itu satu huruf), tapi Alif, Laam, Miim, Dzaal, dan Kaaf”.

Kedudukan sanad :

  • Sulaimaan bin Bilaal (w. 177 H), perowi Bukhori-Muslim, dinilai tsiqoh oleh Al Hafidz.
  • Musa bin Ubaidah (w. 153 H), dinilai dhoif oleh Al Hafidz.

Kesimpulan : sanad ini lemah, dengan sebab kelemahan Musa bin Ubaidah.

 

  • Dari Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman (no. 1918 -pen.Maktabah ar-Rusyd, Riyadh cet. 1 1423 H) dari jalan :

حدثنا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ، حدثنا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ بْنِ حَكِيمٍ، حدثنا عَمْرُو بْنُ قَيْسٍ الْمُلَائِيُّ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ اسْتَمَعَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ طَاهِرًا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَمَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فِي صَلَاةٍ قَاعِدًا كُتِبَتْ لَهُ خَمْسُونَ حَسَنَةً، وَمُحِيَتْ عَنْهُ خَمْسُونَ سَيِّئَةً، وَرُفِعَتْ لَهُ خَمْسُونَ دَرَجَةً، وَمَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فِي صَلَاةٍ قَائِمًا كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَرُفِعَتْ لَهُ مِائَةُ دَرَجَةٍ، وَمَنْ قَرَأَ فَخَتَمَهُ كَتَبَ اللهُ عِنْدَهُ دَعْوَةً مُجَابَةً مُعَجَّلَةً أَوْ مُؤَخَّرَةً ” فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: يَا أَبَا عَبَّاسٍ إِنْ كَانَ رَجُلٌ لَمْ يَتَعَلَّمْ إِلَّا سُورَةً أَوْ سُورَتَيْنِ، قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” خَتْمُهُ مِنْ حَيْثُ عَلِمَهُ، خَتْمُهُ مِنْ حَيْثُ عَلِمَهُ “

Haddatsanaa Ali bin Harb, haddatsanaa Hafsh bin Umar bin Hakiim, haddatsanaa ‘Amr bin Qois al-Mulaa’iy, dari ‘Athoo’, dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “barangsiapa yang mendengarkan satu huruf kitabullah dalam keadaan suci, akan ditulis baginya sepuluh kebaikan, dan akan dihapuskan 10 kejelakannya, akan diangkat 10 derajat. Dan barangsiapa yang membaca satu huruf kitabullah pada saat sholat dalam keadaan duduk, akan ditulis 50 kebaikan, dihapus 50 kejelakannya dan akan diangkat 50 derajat. Dan barangsiapa yang membaca satu huruf kitabullah pada saat sholat dalam keadaan berdiri, akan ditulis 100 kebaikan, dihapus 100 kejelakannya dan akan diangkat 100 derajat.

Barangsiapa yang membaca lalu mengkhatamkan Al Qur’an, maka ia memiliki doa yang dikabulkan baik segera atau diakhirkan pengabulannya”.

Seorang bertanya kepada Ibnu Abbas : “wahai ibnu Abbas, jika seorang tidak bisa kecuali satu dua surat bagaimana?”, Ibnu Abbas menjawab : “seorang bertanya kepada Rasulullah tentang hal ini, maka Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam menjawab : “khatamkanlah sesuai yang diketahuinya, khatamkanlah sesuai yang diketahuinya”.

Kedudukan sanad :

  • Ali bin Harb (w. 265 H), dinilai shoduq oleh Imam Abu Hatim.
  • Hafsh bin ‘Amr, dilemahkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam al-Majruhiin, Imam Ibnu ‘Adiy menyebutkan bahwa ia meriwayatkan hadits-hadits batil.
  • Sisa perowinya adalah perowi tsiqoh.

Kesimpulan : sanad ini lemah, dengan sebab kelemahan Hafsh bin ‘Amr.

 

  • Abdullah bin Umar Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mandah (w. 470 H) dalam ar-Roddu ‘alaa man yaquulu alif lam mim harfun (no. 20 & 21 –pen. Daarul ‘Ishomah, Riyadh 1 1409 H) dari jalan (secara ringkas) :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ الْقُرْآنِ كَتَبَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ بِهِ عَشْرَ حَسَنَاتٍ أَيْ إِنِّي لَا أَقُولُ (الم) حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ عَشْرٌ وَلَامٌ عَشْرٌ وَمِيمٌ عَشْرٌ

Haddatsanaa Muhammad bin Ubaidillah, dari Naafi’, dari Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “Barangsiapa yang membaca satu haruf dari Kitabullah, maka ia akan mendapatkan kebaikan (pahala) 10 kali lipat dari Allah Subhanahu wa Ta’alaa. aku (Nabi sholallahu alaihi wa salam) tidak mengatakan bahwa Alif Laam Miim itu satu huruf, tapi alif 10 pahala, laam 10 pahala dan miim 10 pahala”.

Kedudukan sanad :

  • Muhammad bin Ubaidillah al-‘Arzumiy (w. 125-an), dinilai matruk oleh Al Hafidz Ibnu Hajar.
  • Naafi’ maula Ibnu Umar, Imam yang masyhur.

Kesimpulan : sanad ini sangat lemah, dengan sebab kelemahan Muhammad bin Ubaidillah.

 

  • Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mandah (w. 470 H) dalam ar-Roddu ‘alaa man yaquulu alif lam mim harfun (no. 27 –pen. Daarul ‘Ishomah, Riyadh 1 1409 H) dari jalan :

أخبرنا محمد بن عبد الله بن شاذان أخبرنا عبد الله بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُقْرِي حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَاصِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ الْبَرَسَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بن جعفر أَخْبَرَنِي رَجُلٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنَ الْقُرْآنِ كَتَبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ الْيَاءُ وَالتَّاءُ وَالْوَاو

Kedudukan sanad :

Didalam sanad ini terdapat perowi yang tidak disebutkan namanya/mubham, sehingga majhul kondisinya. Oleh karenanya sanad ini lemah, minimalnya karena kemajhulan perowi yang mubham.

 

Adapun riwayat yang mauquf, maka berasal dari Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu. Diriwayatkan melalui jalan Abul Ahwash, sebagaimana disinggung Imam Tirmidzi dalam Sunannya.

Berdasarkan keterangan diatas, maka riwayat yang marfu’ yang shahih, hanya dari jalan Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu. Haditsnya dishahihkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Al Albani dan Aimah lainnya.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: