TAFSIR QS. AL BAQOROH AYAT 4

May 15, 2015 at 6:28 pm | Posted in Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment
Tags: , ,

 وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Tafsir “dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat” (Al Baqoroh : 4)

 

  • Mufrodat Ayat

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ” (dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu) adalah ma’tuuf kepada ayat sebelumnya, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Utsaimin. Imam Ibnul Jauzi dalam Tafsirnya menyebutkan asbaabun nuzul ayat ini, kata beliau :

قوله تعالى : { والذين يؤمنون بما أُنزل إِليك } اختلفوا فيمن نزلت على قولين .

أَحدهما : أَنها نزلت في عبد الله بن سلام وأصحابه ، رواه الضحاك عن ابن عباس ، واختاره مقاتل .

والثاني : أَنها نزلت في العرب الذي آمنوا بالنبي وبما أُنزل من قبله . رواه أبو صالح عن ابن عباس ، قال المفسرون : الذي أنزل إليه ، القرآن . وقال شيخنا علي بين عبيد الله : القرآن وغيره مما أُوحي إِليه .

Firman-Nya : {dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu}, para ulama berselisih pendapat terkait kepada siapa ayat ini diturunkan menjadi 2 pendapat :

  1. Ayat ini diturunkan kepada Abdullah bin Salaam dan kawan-kawannya rodhiyallahu anhum, diriwayatkan oleh adh-Dhohaak dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu. Pendapat ini dirajihkan oleh Muqootil.
  2. Diturunkan kepada orang-orang arab yang mereka beriman kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam dan apa yang diturunkan sebelumnya, diriwayatkan oleh Abu Shoolih dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu.

Para ahli tafsir berkata : ‘yang diturunkan kepadanya’, yakni Al Qur’an. guru kami Ali bin Ubaidillah berkata : ‘maksudnya Al Qur’an dan semisalnya dari wahyu yang diberikan kepada Beliau (as-Sunnah)’.

Namun saya belum mendapatkan sanad terkait asbaabun nuzul untuk ayat diatas, sehingga dapat dinilai apakah shahih atau dhoif –wallahu A’lam-.

وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ” (dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu), yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Dalam Al Qur’an disebutkan kitab-kitab yang diturunkan adalah : Shuhuf Ibrohim, Zabur kepada Nabi Dawud alaihi salam, Taurat kepada Nabi Musa alaihi salam, Injil kepada Nabi Isa alaihi salam, dan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad sholallahu alaihi wa salam. Ada sebagaian ulama yang menyebutkan Shuhuf Musa sebagai kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa alaihi salam selain Taurat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَآَتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

Dan Kami berikan Zabur kepada Daud (QS. An Nisaa’ : 163).

وَإِذْ آَتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَالْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk (QS. Al Baqoroh : 53).

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آَتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi (QS. Al Maryam : 30).

وَلَقَدْ آَتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآَنَ الْعَظِيمَ

Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung (QS. Al Hijr : 87).

إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى (18) صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى (19)

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa (QS. Al A’laa : 18-19).

Sebagaimana telah kami singgung diatas, perbedaan ulama terkait apakah Suhuf Musa sama dengan Taurat, maka kami nukilkan dibawah ini penjelasan yang sangat gamblang dari asy-Syaikh Shoolih Alu Syaikh dalam Syarah Aqidah ath-Thohawiyyah :

لكُتُبُ التي أنزلها الله – عز وجل – على المرسلين اختلف العلماء هل يدخل فيها الصحف، أم أنَّ الكتب غير الصحف؟ على قولين:

– من أهل العلم من قال: الصحف هي الكتب.

– ومنهم من قال: لا؛ الصحف غير الكتاب.

ويَتَّضِحْ الفرق في صحف موسى عليه السلام والتوراة، فإنَّ الله – عز وجل – أعطى موسى عليه السلام صُحُفَاً وأعطاه أيضاً التوراة، فهل هما واحد أم هما مختلفان؟ خلاف:

– والقول الأول: أنهما واحد لأنَّ صحف موسى هي التوراة وهي التي كتبها الله – عز وجل – بيده.

– القول الثاني: أنَّ الصحف غير الكتب، وهذا القول هو الصحيح وهي أنَّ كتب الله – عز وجل – غير الصحف.

ويدل على هذا الفرق أنَّ الله – عز وجل – أعطى موسى صُحُفَاً عليه السلام و كَتَبَ له ذلك في الألواح كما قال {وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ}[الأعراف:145]، وأوحى الله – عز وجل – إليه بالتوراة أيضاً.

Terkait kitab yang Allah azza wa jalla turunkan kepada para Rasul, para ulama berbeda pendapat, apakah kitab didalamnya termasuk shuhuf ataukah tidak termasuk?, ada 2 pendapat :

  1. Shuhuf itu sendiri adalah kitab
  2. Shuhuf bukan kitab

Telah valid perbedaan antara Shuhuf Musa alaihi salam dengan Taurat, karena Allah Azza wa Jalla telah memberikan kepada Musa alaihi salam Shuhuf dan juga memberinya Taurat, maka apakah keduanya itu satu atau berbeda? Terjadi perselisihan :

  1. Keduanya satu, karena Shuhuf Musa alaihi salam adalah Taurat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala tulis dengan Tangan-Nya.
  2. Shuhuf berbeda dengan kitab, pendapat ini yang rajih, yaitu bahwa Kitab-Kitab Allah bukan Shuhuf.

Yang menguatkan hal tersebut adalah Allah Azza wa Jalla memberikan Musa Shuhuf dan menulisnya di Luh-Luh sebagaimana Firman-Nya : {Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu} (QS. Al A’raaf : 145), dan Allah Azza wa Jalla juga memberinya Taurat.

Hal diatas adalah keimanan kepada Kitab Allah secara terperinci yakni kepada Kitab-Kitab yang Allah sebutkan namanya, adapun keimanan kepada Kitab secara global, bahwa Allah telah menurunkan Kitab kepada para Nabi alaihimus salam, hanya saja Allah tidak menyebutkan nama-nama Kitab tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ

“Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan”. (QS. Al Baqoroh (2) : 313).

Dalam ayat lain, firman-Nya I :

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan”. (QS. Al Hadiid (57) : 25).

وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ “, (serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat), tim penerjemah DEPAG RI memberikan catatan kaki terhadap penggalan ayat ini, yaitu : “Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir”.

Imam as-Sa’di dalam Tafsirnya mengomentari penggalan ayat diatas :

و “الآخرة “اسم لما يكون بعد الموت، وخصه [بالذكر] بعد العموم، لأن الإيمان باليوم الآخر، أحد أركان الإيمان؛ ولأنه أعظم باعث على الرغبة والرهبة والعمل، و “اليقين “هو العلم التام الذي ليس فيه أدنى شك، الموجب للعمل.

Akhirat adalah sesuatu yang terjadi setelah kematian, dan pengkhususannya penyebutannya setelah umum, karena keimanan kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman dan sebesar-besarnya pemicu untuk harap dan cemas serta beramal. Yakin adalah ilmu yang sempurna yang tidak ada keraguan sedikitpun yang konsekuensinya diwujudkan dalam amal.

 

  • Kesimpulan Makna Ayat Secara Global

Kriteria orang yang bertakwa yang mendapatkan petunjuk dari Al Qur’an berikutnya adalah orang yang berimanan kepada semua Kitab Allah dan yang berlaku sekarang adalah Kitab Al Qur’an, serta memiliki keyakinan yang kuat terhadap hari akhir.

 

  • Faedah Ayat
  1. Keimanan kepada Kitab Allah terbagi menjadi 2 yaitu keimanan secara global bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan masing-masing kitab kepada para Nabi yang diutusnya, dan keimanan secara terperinci terhadap kitab-kitab yang disebutkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui Firman-Nya dan lisan Rasul-Nya Muhammad sholallahu alaihi wa salam.
  2. Konsekuensi dari keimanan kitab kepada Allah adalah beriman kepada kitab yang terakhir diturunkan yakni Al Qur’an, karena ia membenarkan kitab sebelumnya, sebagaimana Firman-Nya :

وَآَمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآَيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa (QS. Al Baqoroh : 41).

  1. Kitab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan bersama diutusnya para Nabi alaihimus salam adalah diantara kasih sayangnya kepada Allah, karena didalamnya terdapat petunjuk bagi umat manusia menuju jalan Rabbnya, sebagaimana Firman-Nya :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا (1) قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (2) مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا (3)

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya (QS. Al Kahfi : 1-3).

  1. Keimanan kepada hari akhir akan membuat seseorang senantiasa mempersiapkan bekal, karena tempat tinggalnya sekarang didunia ini hanya sementara bagaikan seorang musafir yang sedang menempuh perjalanan untuk menuju suatu tempat, kemudian ia singgah sementara di dunia untuk bekal perjalanan panjangnya lagi. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Jadilah engkau di dunia, seperti orang asing atau seorang musafir yang menempuh perjalanan (HR. Bukhori).

  1. Hanya orang-orang yang bertakwa yang yakin kepada hari akhir, sedangkan orang-orang kafir, mereka menganggap bahwa kematian adalah sesuatu yang mengakhiri kehidupan ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyinggung anggapan batil orang-orang kafir dalam Ayat-Nya :

فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ (32) وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِلِقَاءِ الْآَخِرَةِ وَأَتْرَفْنَاهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ (33) وَلَئِنْ أَطَعْتُمْ بَشَرًا مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ (34) أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنْتُمْ تُرَابًا وَعِظَامًا أَنَّكُمْ مُخْرَجُونَ (35) هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ (36) إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ (37) إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُ بِمُؤْمِنِينَ (38) قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ (39) قَالَ عَمَّا قَلِيلٍ لَيُصْبِحُنَّ نَادِمِينَ (40) فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْنَاهُمْ غُثَاءً فَبُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (41)

Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): “Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya). Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: “(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum. Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi. Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)? jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu, kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi, Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya.” Rasul itu berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku.” Allah berfirman: “Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.” Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu. (QS. Al Mu’minuun : 32-41).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: