MELAKSANAKAN WASIYAT ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DUNIA

May 30, 2015 at 11:37 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MELAKSANAKAN WASIYAT ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DUNIA

 

Barangkali diantara kita ada yang mengalami bermimpi bertemu dengan orang tuanya atau kerabatnya yang sudah meninggal dunia, kemudian dalam mimpinya mereka mewasiatkan sesuatu untuk dilaksanakan. Pertanyaannya adalah apakah wasiat tersebut wajib ditunaikan atau tidak?

Jawabannya kami serahkan kepada Fadhilatus Syaikh DR. Khoolid bin Bakar bin Ibrohim yang pernah ditanya dengan pertanyaan berikut :

Soal : jika seorang yang sudah meninggal dunia datang dalam mimpi mewasiatkan sesuatu, apakah wasiatnya wajib ditunaikan?

Jawab :

Saya tidak mendapatkan dalam nash yang jelas terkait permasalahan ini, namun dari sisi ushul dan kaedah syariah secara umum dan pendapat para ulama, maka saya katakan –dengan memohon pertolongan kepada Allah-, bahwa wasiat ini tidak terlepas dari 2 kondisi :

  1. Si mayyit berwasiat kebaikan, seperti membangun masjid, atau sedekah, dan yang semisalnya.
  2. Si mayyit berwasiat untuk menunaikan kewajibannya, seperti melunasi hutang, atau menunaikan amanat, atau mengembalikan titipan, atau membayar zakat, atau haji, dan yang semisalnya yang tidak diketahui oleh ahli warisnya serta tidak ada buktinya.

Untuk keadaan yang pertama, jika ahli waris ridho untuk menunaikannya, maka tidak ada masalah ketika itu, ini seperti sedekah ahli waris atas nama mayit. Menunaikannya tidak ada celaan dalam kaedah syariat secara global, dan tidak menyelisihi ushul syariah, sehingga mengerjakannya sebagai rasa kemanusian / sosial yang tidak terlarang. Adapun jika ahli warisnya tidak ridho, maka diharamkan menunaikan wasiat, karena ketika itu bertentangan dengan kaedah syariat dan nash-nash syariat. Penjelasannya adalah bahwa kepemilikan harta hilang dengan sebab kematiannya, sehingga pada asalnya tidak boleh bagi seorang membelanjakan hartanya setelah meninggal dunia, karena sudah berpindah kepemilikannya kepada ahli warisnya. Dikecualikan darinya, bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kenikmatan kepada kaum mukmin, sehingga dibenarkan untuk berwasiat sepertiga hartanya dan ditunaikan setelah kematiannya sebagai sedekah dari Allah Azza wa Jalla. Adapun (pada asalnya) setelah kematiannya maka hilanglah hak kepemilikan hartanya, sehingga mengharuskan penunaian wasiat yang terdapat dalam mimpi, menafikan apa yang telah disepakati oleh syariat bahwa tidak boleh membelanjakan harta yang tidak dimilikinya, dan bertentangan dengan konsekuensi ayat dan hadits terkait warisan yang telah memerintahkan untuk membagikannya kepada ahli warisnya.

Sedangkan keadaan yang kedua, terkait wasiat yang menjadi kewajibannya, seperti dalam mimpi si mayit berkata : ‘aku punya hutang sekian rupiah kepada fulan dan fulan, atau aku diamanahi ini dan itu, atau aku dititipi ini dan itu, sehingga perlu dikembalikan kepadanya. Kemudian setelah dicek, didapatkan perkara sebagaimana yang disebutkan, maka yang nampak bagiku, hal tersebut wajib ditunaikan, karena adanya indikasi hal tersebut, dan ini terkait hak-hak yang menjadi beban si mayit, maka wajib ditunaikannya, bahkan ia didahulukan atas warisan. Tidak bisa dikatakan ini adalah penetapan hukum syar’i dengan mimpi, jika valid indikator-indikatornya, karena kita katakan : ‘kewajiban melunasi hutang, menunaikan amanat, dan mengembalikan, dan semisalnya adalah tsabit dalam pokok syariat’. Mimpi ketika valid indikatornya maka jelaslah hukum ini, maka tidak dilaksanakan hal tersebut, sekedar itu adalah mimpi, namun dengan apa yang telah valid data pendukungnya, dan ini dijadikan landasan syar’i dalam penetapan hukumnya –selesai-.

 

Sumber : http://islamqa.info/ar/144693#

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: