MANA YANG LEBIH UTAMA BANYAK KHATAM ATAU SEDIKIT MEMBACA AL QUR’AN DENGAN TARTIL PADA BULAN ROMADHON?

June 7, 2015 at 1:44 am | Posted in fiqih | Leave a comment

MANA YANG LEBIH UTAMA BANYAK MENGKHATAMKAN AL QUR’AN TANPA TADABUR ATAU SEDIKIT KHATAM TAPI DENGAN TADABUR PADA BULAN ROMADHON BULANNYA AL QUR’AN

 

Jika pertanyaan tersebut diajukan kepada para ulama, maka berikut jawaban sebagian ulama kita :

  1. Asy-Syaikh Abdul Kariim al-Khudhoir (salah satu anggota Haiah Kibaril Ulama) menjawab : “kebanyakan ulama, bahkan ini mayoritasnya bahwa membaca Al Qur’an sesuai dengan yang diperintahkan untuk membacanya adalah lebih utama, sekalipun sedikit. Imam Syafi’i dan sebagian ulama memandang menyibukkan diri pada bulan Romadhon dengan membaca cepat, sehingga banyak bacaan hurufnya adalah lebih utama, karena setiap huruf akan mendapatkan pahala 10 kali kebaikan (hadits tentang ini bisa dilihat di https://ikhwahmedia.wordpress.com/2015/05/03/pahala-membaca-al-quran/

-pent.).

Bentuk perselisihan pendapatnya adalah misalnya seorang ingin duduk satu jam setelah sholat Subuh atau Dhuhur atau Ashar. Lalu ia berkata : ‘apakah aku akan membaca dalam jam ini 2 juz atau 5 juz?, 2 juz jika ditadaburi dan dengan tartil atau 5 juz dengan cepat?, maka kita jawab mayoritas ulama menyarankan membaca 2 juz lebih urama, sedangkan Syafi’iyyah memandang semakin banyak yang dibaca maka semakin banyak huruf yang dibaca dan ini lebih utama, karena banyak mendapatkan kebaikan. Kesimpulannya membaca sesuai dengan yang diperintahkan adalah lebih utama, sekalipun hasilnya nanti tidak dapat mengkhatamkan Al Qur’an kecuali hanya 4, 5 atau 3 kali. Sedangkan jika dibaca dengan ngebut, maka bisa khatam 10 atau 15 kali. Tidak diragukan lagi bahwa mentadaburi dan tertil adalah lebih utama.

  1. Asy-Syaikh al-Muhadits Ahmad an-Najmi menjawab : “demi Allah, jika ia khatam satu kali bersama tafsir dan pemahamannya lebih baik daripada ia membacanya dengan cepat. Inilah Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu ketika ada seorang yang berkata kepadanya : ‘aku tadi malam membaca al-Mufasshol (yakni sekitar 4 juz dimulai dari Qof sampai selesai), maka beliau menanggapinya : “engkau mengabaikannya sebagaimana membaca syair, hendaknya seseorang membacanya dengan merenungkan maknanya, sekalipun sedikit yang dibaca, yaitu ia membaca tafsirnya dan penjelasan ayat yang dibacanya, maka ini lebih baik. Ia membacanya dengan teliti dan memperhatikan, serta mencari kandungan dari tafsir ayat yang dibacanya.

Sumber : kajian asy-Syaikh an-Najmi pada hari Senin 28/8/1428 H (menit 16:12).

 Sumber : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=30898

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: