WANITA HAIDH WAJIB MENINGGALKAN PUASA

June 7, 2015 at 4:51 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ تَرْكِ الحَائِضِ الصَّوْمَ

Bab 6 Wanita Haidh Meninggalkan Puasa

 

Penjelasan Bab :

Yakni penjelasan hukum bahwa seorang wanita yang sedang mengalami haidh pada bulan Romadhon, maka diperintahkan untuk tidak berpuasa. Masalah tersebut telah disepekati oleh para ulama. Imam Ibnul Mundzir (w. 319 H) dalam kitabnya al-Ijma (hal. 319 –pen. Daarul Muslim) berkata :

وأجمعوا على أن عليها قضاء الصوم الذي تفطره في أيام حيضتها في شهر رمضان

Para ulama telah bersepakat bahwa wajib bagi wanita yang haidh untuk mengqodho puasanya pada hari ia meninggalkan berpuasa karena haidhnya pada bulan Romadhon.

Hal senada juga disampaikan oleh Imam Ibnu Hazm (w. 456 H) dalam kitabnya Marootibul Ijma (hal. 23 –pen. Daarul Kutubil ‘Ilmiyyah) :

وَاتَّفَقُوا على أَن الْحَائِض لَا تصلي وَلَا تَصُوم أَيَّام حَيْضهَا

Para ulama bersepakat bahwa wanita yang haidh tidak sholat dan tidak puasa pada hari haidhnya.

Namun sekte sesat yang merupakan bagian dari sekte khowarij mengingkari ijma ini, sebagaimana dinukil oleh Imam Abul Hasan Ali ibnul Qoththoon dalam kitabnya al-Iqnaa’ fii Masaailil Ijma (1/103 –pen. Al Faruuq) :

وامتناع الصلاة والصيام والطواف والوطء في الفرج في [حال] الحيض بإجماع متيقن بلا خلاف بين أحد من أهل الإسلام فيه (إلا قومًا) من (الأزارقة)، وحقهم ألا يعدوا في أهل الإسلام

(Wanita haidh) dilarang sholat, puasa, thowaf, dan berhubungan badan pada waktu haidh, berdasarkan kesepakatan ulama yang pasti, tanpa adanya perselisihan diantara kaum Muslimin, kecuali suatu kaum dari al-Azaaroqoh, namun sebenarnya mereka tidak dihitung sebagai kaum muslimin.

Paham sesat yang menyelisihi kesepakatan kaum Muslimin sudah muncul pada masa sahabat. Imam Bukhori dan Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya masing-masing dan ini adalah lafadz Muslim dari Mu’adzah bahwa ia berkata :

قَالَتْ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ: مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِي الصَّوْمَ، وَلَا تَقْضِي الصَّلَاةَ. فَقَالَتْ: أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ؟ قُلْتُ: لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ، وَلَكِنِّي أَسْأَلُ. قَالَتْ: «كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ، فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ، وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ»

Saya bertanya kepada Aisyah rodhiyallahu anhu : “kenapa wanita haidh diperintahkan untuk mengqodho puasa, namun tidak mengqodho sholat?”, beliau menjawab : “apakah engkau haruriyyah?”, aku pun menanggapi, aku bukan Haruriyyah, namun hanya sekedar bertanya. Aisyah rodhiyallahu anhu menjawab : “kami pernah mengalami haidh, maka kami diperintahkan untuk mengqodho puasa, namun tidak diperintahkan untuk mengqodho sholat”.

Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (1/104 –pen. Daarul Ma’rifah) berkata :

قَوْله أحرورية الحروري نِسْبَة إِلَيّ حروراء قَرْيَة بالعراق وهم طَائِفَة من الْخَوَارِج كَانَ ابْتِدَاء خُرُوجهمْ بهَا وَيُقَال لجماعتهم الحرورية

Haruriyyah dinisbatkan kepada Haruuraa’ sebuah nama desa di Irak. Mereka adalah sekelompok khowarij yang mulai pergerakkannya di desa tersebut, sehingga dikatakan kelompok ini sebagai Haruuriyyah.

 

Imam Bukhori berkata :

304 – حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي زَيْدٌ هُوَ ابْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ، قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى المُصَلَّى، فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ، فَقَالَ: «يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ» فَقُلْنَ: وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ»، قُلْنَ: وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «أَلَيْسَ شَهَادَةُ المَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ» قُلْنَ: بَلَى، قَالَ: «فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا، أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ» قُلْنَ: بَلَى، قَالَ: «فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا»

11). Hadits no. 304

Haddatsanaa Sa’id bin Abi Maryam ia berkata, akhbaronaa Muhammad bin Ja’far ia berkata, akhbaroni Zaid –Ibnu Aslam-, dari ‘Iyaadh bin Abdullah, dari Abi Said al-Khudriy rodhiyallahu anhu beliau berkata : “Rasulullah sholallahu alaihi wa salam keluar pada waktu Adha atau Fitri menuju tanah lapang, lalu Beliau melewati para wanita, dan berkata : “wahai para wanita, bersedekahlah kalian, karena aku melihat kebanyakan kalian adalah penduduk neraka”. Kami pun berkata : “kenapa wahai Rasulullah?”, Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “kaliam banyak melaknat dan mengkufuri kebaikan, aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya, namun dapat menghilangkan akal sehat laki-laki yang kuat, selain dari kalian”. Kami berkata : “kok bisa?”, Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “yang demikian itulah kekurangan akalnya, bukankah jika wanita haidh, ia tidak sholat dan tidak berpuasa”, kami semua menjawab : “iya”, Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “yang demikian itulah kekurangan agamanya”.

  1. Muslim no. 79 & 80

 

Penjelasan biografi perowi hadits :

Semua perowinya telah berlalu kecuali :

  1. Nama : Abu Syarah ‘Iyaadh bin Abdullah

Kelahiran                : Wafat ±tahun  100 H di Mekkah

Negeri tinggal         : Mekkah

Komentar ulama      : Tabi’i wasith. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Nasa’I dan Imam Ibnu Hibban.

Hubungan perowi      : Abu Sa’id rodhiyallahu anhu adalah gurunya.

 

(Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar)

 

Penjelasan Hadits :

  1. Diharamkan bagi wanita haidh untuk berpuasa dan sholat, jika ia tetap puasa dan sholat maka puasa dan sholatnya tidak sah dan berdosa karena menyelisihi syariat Islam. Imam Ibnu Utsaimin ketika menjelaskan perkataan asy-Syaikh Abu Nujaa Musa bin Ahmad dalam kitabnya Zaadul Mustaqni’, beliau berkata dalam Syarah al-Mumti’ (1/476-477 –pen. Daarul Ibnil Jauzi) :

قوله: «ولا يَصحَّان منها»، أي: لا يصحُّ منها صومٌ، ولا صلاةٌ. فلو أنها تذكَّرت فائتةً قبل حيضها، ثم قضتها حال الحيض لم تبرأ ذمَّتُها بذلك، وإِنّما مَثَّلتُ بالفائتة لأنَّها واجبةٌ عليها، أما الحاضرة فليست واجبةً عليها.

وكذا لو قالت: أحبُّ الصَّوم مع النَّاس وأتحفَّظ حتى لا ينزل الدَّم، فصامت؛ فصومُها غيرُ صحيح للحديث السَّابق.

قوله: «بل يحرمان»، أي: الصَّوم والصَّلاة. وتعليل ذلك: أنَّ كلَّ ما لا يصح فهو حرام. قال صلّى الله عليه وسلّم: «كلُّ شرط ليس في كتاب الله فهو باطل، وإِن كان مائة شرط»

Ucapan asy-Syaikh Abu Nujaa: “tidak sah keduanya”, yakni tidak sah puasa dan sholat ketika haidh. Seandainya ia ingat, setelah sebelumnya lupa belum menunaikan sholat, sebelum datang haidhnya, namun waktu ingatnya adalah pada saat ia sedang haidh, maka bebannya belum terlepas darinya. Aku sengaja mencontohkan wanita yang lupa, karena masih ada kewajiban baginya. Adapun orang yang ingat maka tidak ada kewajiban baginya.

Demikian juga seandainya ia berkata : ‘aku lebih suka berpuasa bersama-sama orang-orang, aku akan tetap berpuasa sekalipun darah haidh telah keluar. Maka puasanya tidak sah karena hadits yang terdahulu.

Ucapan asy-Syaikh : “bahkan keduanya diharamkan”, yakni puasa dan sholat, alasannya adalah setiap apa yang tidak shahih maka itu adalah haram. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “setiap syarat yang tidak ada dalam Kitabullah, maka itu batil, sekalipun itu adalah 100 syarat”.

  1. Dalam riwayat lain yang dimaksud dengan kekurang akal adalah persaksian 1 orang laki-laki sebanding dengan persaksian 2 orang wanita, sebagaimana dalam hadits :

أَمَّا نُقْصَانُ الْعَقْلِ: فَشَهَادَةُ امْرَأَتَيْنِ تَعْدِلُ شَهَادَةَ رَجُلٍ فَهَذَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ

Adapun kurangnya akal adalah persaksiannya 2 orang wanita sebanding dengan persaksian 1 orang laki-laki, maka ini adalah kekurangan akal (HR. Muslim).

  1. Namun dengan segala kekurangan yang ada, seorang wanita bisa menjadi sempurna dihadapan laki-laki yang kuat baik fisik, pikiran maupun hartanya, sehingga tidak jarang para laki-laki terfitnah oleh para wanita, dan tipu daya mereka sangat besar, sebagaimana Firman Allah Azza wa Jalla :

إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ

sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar (QS. Yusuf : 28).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: