HANYA 10 MALAIKAT YANG WAJIB DIIMANI?

June 13, 2015 at 4:47 am | Posted in Aqidah | 1 Comment

10 MALAIKAT YANG WAJIB DIIMANI

 

Bagi yang pernah duduk di bangku sekolah dasar di negera kita yang tercinta, tentu dulu masih ingat bahwa kita diajari untuk beriman kepada malaikat, dan diantara perkara yang wajib diimani terkait keimanan kepada malaikat adalah beriman kepada 10 nama malaikat beserta tugasnya. Kesepuluh malaikat tersebut adalah :

  1. Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.
  2. Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.
  3. Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.
  4. Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.
  5. Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
  6. Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.
  7. Malaikat Raqib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
  8. Malaikat Atid yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.
  9. Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.
  10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu surga.

Karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan pada waktu itu, sehingga tidak ada yang sempat diantara kita yang bertanya apa landasannya, sehingga hanya memilih 10 malaikat ini dari jumlah yang sangat banyak, dan apa dalil dari masing-masing nama dan tugas yang diberikan kepadanya. Barangkali saya hanya menyoroti penamaan malaikat pencabut nyawa dengan Izroil, penamaan malaikat Raqib dan Atid, serta penamaan malaikat Malik dan Ridwan.

Adapun penamaan malaikat maut dengan ‘Izrooiil, telah dijelaskan dengan baik oleh asy-Syaikh Muhammad Sholih al-Munajid dalam fatwanya (http://islamqa.info/ar/40671#) berikut :

Soal : apakah ada dalil yang menunjukkan bahwa malaikat maut namanya adalah ‘Izrooiil?

Jawab :

Telah masyhur bahwa nama malaikat maut adalah ‘Izrooiil, namun tidak ada dalil penamaan malaikat maut dengan nama ini, baik dari Al Qur’anul Kariim, maupun sunnah nabawiyyah shahihah, hanyalah hal tersebut ada dalam sebagian atsar yang berasal dari isroiliyyat (bani Isroil).

Berdasarkan hal ini, hendaknya tidak memastikan penafian dan juga penetapannya, kita tidak menetapkan nama malaikat maut adalah ‘Izrooiil, dan kita juga tidak menafikannya, namun kita menyerahkan urusannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta kita menamakannya dengan nama yang Allah berikan yaitu Malakul Maut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُون

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan (QS. As Sajdah : 11).

Imam Ibnu Katsiir dalam al-Bidayah wan Nihaayah (1/49) : “adapun malaikat maut, maka tidak dijelaskan penamaanya dalam Al Qur’an dan tidak juga dalam hadits yang shahih. Telah datang penamaannya dalam sebagian atsar dengan nama ‘Izrooiil. Wallahu A’lam dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman :

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan (QS. As Sajdah : 11).

As-Sindiy berkata : “tidak datang penamaannya dalam hadits yang marfu’ –selesai-“.

Al-Munawiy dalam Faidhul Qodiir (3/23) setelah menyebutkan bahwa malaikat maut masyhur dengan nama ‘Izrooiil, beliau berkata : “aku tidak menemukan penamaan ini dalam hadits (yang shahih) –selesai-“.

Asy-Syaikh Al Albani dalam Ta’liqnya atas Thohawiyyah yang berkata : “kita beriman kepada malaikat maut yang bertuga mencabut ruh semesta alam”. Imam Al Albani berkata : “ini adalah nama yang terdapat dalam Al Qur’an, adapun penamaannya dengan ‘Izrooiil sebagaimana yang biasa diucapkan manusia, tidak ada asalnya, semua itu berasal dari Isroiliyyat”.

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin berkata : “malaikat maut, telah masyhur dengan nama ‘Izrooiil, namun tidak shahih, hanyalah itu berasal dari atsar Isroiliyyat, yang kita tidak wajib beriman kepada nama ini, kita menamakan malaikat yang bertugas masalah kematian dengan Malakul Maut, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menamakannya dalam Firman-Nya :

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan (QS. As Sajdah : 11).

(Fatwa Ibnu Utsaimin 3/161).

Saya akan mencoba menyebutkan atsar yang diisyaratkan oleh para ulama kita. atsar tersebut diriwayatkan oleh Imam Abu Syaikh al-Asbahaaniy dalam al-‘Udhmah (no. 394) dari jalan Muhamammad bin Ibrohiim ibnul ‘Alaa’, haddatsanaa Ismail bin Abdil Kariim, dari Abdus Shomad dari Wahab bin Munabbih beliau bercerita tentang kejadian hari kiamat, dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala bertanya tentang tugas-tugas para malaikat. Saya hanya akan menukil penggelan lafadz atsar yang menjadi syahid dalam pembahasan kita :

فَيَقُولُ: خُذْهُ مِنَ اللَّوْحِ فَإِذَا هُوَ مِثْلًا بِمِثْلٍ لَا يَزِيدُ وَلَا يَنْقُصُ، ثُمَّ يَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ: هَاتِ مَا وَكَّلْتُكَ بِهِ يَا عِزْرَائِيلُ. فَيَقُولُ: نَعَمْ يَا رَبِّ قَبَضْتُ رُوحَ كَذَا وَكَذَا إِنَسِيٍّ وَكَذَا وَكَذَا جِنِّيٍّ، وَكَذَا وَكَذَا شَيْطَانٍ وَكَذَا وَكَذَا غَرِيقٍ، وَكَذَا وَكَذَا حَرِيقٍ، وَكَذَا وَكَذَا كَافِرٍ، وَكَذَا وَكَذَا شَهِيدٍ  وَكَذَا وَكَذَا هَدِيمٍ وَكَذَا وَكَذَا لَدِيغٍ وَكَذَا وَكَذَا فِي سَهْلٍ، وَكَذَا وَكَذَا فِي جَبَلٍ، وَكَذَا وَكَذَا طَيْرٍ، وَكَذَا وَكَذَا هَوَامَّ، وَكَذَا وَكَذَا وَحْشٍ فَذَلِكَ كَذَا، وَكَذَا جُمْلَتُهُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ: خُذْهُ مِنَ اللَّوْحِ فَإِذَا هُوَ مِثْلًا بِمِثْلٍ لَا يَزِيدُ وَلَا يَنْقُصُ

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “ambillah al-Lauh, didalamnya ada jumlah sekian yang tidak bertambah dan berkurang, lalu Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “sebutkan wahai Izrooiil, apa yang aku tugaskan kepadamu?”, Izrooiil menjawab : “iya, wahai Rabb, aku telah mancabut nyawa manusia fulan dan fulan, jin fulan dan fulan, setan fulan dan fulan, orang yang tenggelam fulan dan fulan, orang yang mati terbakar fulan dan fulan, orang kafir fulan dan fulan, syuhada fulan dan fulan, Hadim, binatang yang menyengat, Sahl, yang hidup digunung, burung-burung, Hawaam, binatang buas, sampai jumlah tertentu”. Lalu Allah berfirman : “ambillah al-Lauh, maka ketika dicocokkan ternyata jumlahnya sama persis, tidak bertambah dan tidak juga berkurang”.

Imam Abu Syaikh juga menyebutkan lafadz lain (no. 439) dengan putaran sanad yang sama. Atsar ini sangat lemah, disamping kemursalan Wahab bin Munabih salah seorang Imam Tabi’in, yang tentu saja tidak mendengar langsung dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, dimana kisah yang diceritakannya adalah masalah ghoib pada hari kiamat, yang mau tidak mau harus bersumber dari wahyu. Kemudian kelemahan berikutnya adalah Muhammad bin Ibrohim ibnul Alaa’ –salah satu perowi atsar diatas-, dinilai oleh Imam Daruqutnhi sebagai pendusta, Imam Ibnu Hibban juga menilainya sebagai pemalsu hadits, sehingga Al Hafidz Ibnu Hajar menilainya sebagai perowi mungkar. (lihat Tahdzibain).

Kemudian Imam Abus Syaikh meriwayatkannya dari jalan lain (no. 443) dari jalan Dawud bin Rusyaid, haddatsanaa Hakkaam, dari ‘Anbasah, dari Asy’ats beliau berkata :

سَأَلَ إِبْرَاهِيمُ صَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا وَعَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا مَلَكَ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَاسْمُهُ عِزْرَائِيلُ، وَلَهُ عَيْنَانِ عَيْنٌ فِي وَجْهِهِ وَعَيْنٌ فِي قَفَاهُ

Ibrohim alaihi salam bertanya kepada Nabi kita sholallahu alaihi wa salam tentang malaikat maut yang namanya ‘Izrooiil, yang memiliki 2 mata yang satu di wajahnya dan yang satunya di mulutnya….

Atsar ini minimal memiliki 2 kelemahan yaitu mursal, karena Asy’ats seorang Tabi’i dan ‘Anbasah –yakni ibnu Sa’id al-Qoththoon- yang meriwayatkan dari Asy’ats adalah perowi yang dinilai dhoif oleh Al Hafidz dalam Taqribut Tahdzib, sehingga atsar ini tidak bernilai marfu’ sama sekali disamping kelemahannya.

Adapun penamaan malaikat Roqib dan Atid, maka ini mengacu kepada Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS. Qof : 18).

Namun kemudian Roqib dan Atid menjadi nama bagi malaikat maka ini adalah kekeliruan. Asy-Syaikh Muhammad Sholih al-Munajid dalam fatwanya menukil ucapan asy-Syaikh DR. Umar Sulaiman al-Asyqor berikut (http://islamqa.info/ar/148026) :

“adapun pendapat yang mengatakan bahwa itu adalah kedua malaikat yang satu bernama Roqiib dan yang satu lagi bernama ‘Atiid, maka ini menyelisihi dhohir ayat yang mulia, asy-Syaikh DR. Umar Sulaiman al-Asyqor : “sebagian ulama menyebutkan bahwa diantara malaikat ada yang bernama Roqiib dan ‘Atiid, berdalil dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS. Qof : 18).

Apa yang mereka sebutkan tidak benar, Roqiib dan ‘Atiid adalah dua sifat untuk malaikat yang merekam amalan para hamba, makna Roqiib dan ‘Atiid yaitu 2 orang malaikat yang hadir dan menyaksikan tidak tersembunyi amalan seorang hamba, dan bukan yang dimaksud nama bagi 2 malaikat “-selesai- (Alam Malaikat al-Abroor (hal. 12)”.

Adapun penamaan malaikat penjaga neraka dengan Maalik dan penjaga surga dengan Ridwaan, maka telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih, diantaranya hadits berikut :

  1. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam kitab shahih masing-masing dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu secara marfu’ dari Nabi sholallahu alaihi wa salam tentang kisah Isra’-nya, didalamnya Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata :

وَرَأَيْتُ مَالِكًا خَازِنَ النَّارِ

… aku melihat Malik (malaikat) penjaga neraka.

  1. Dalam riwayat Shahih Bukhori dari Samurah rodhiyallahu anhu, bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي قَالاَ الَّذِي يُوقِدُ النَّارَ مَالِكٌ خَازِنُ النَّارِ، وَأَنَا جِبْرِيلُ وَهَذَا مِيكَائِيلُ

aku melihat pada malam hari 2 orang yang mendatangiku, mereka berdua berkata : “yang menyalakan api adalah Maalik (malaikat) penjaga neraka, sedangkan aku adalah Jibril dan ini Mikail”.

Dan masih banyak hadits-hadits yang menunjukkan bahwa nama malaikat penjaga neraka adalah Maalik, namun kami cukupkan dengan 2 hadits diatas. Imam Ibnu Utsaimin dalam Liqoo’atil Baabil Maftuuh berkata :

وأما مالك خازن النار فقد جاء في القرآن: وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ [الزخرف:77].

Adapun Maalik, penjaga neraka, maka telah datang penyebutannya dalam Al Qur’an : { Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja } (QS. Az Zukhruf : 77).

Sedangkan Ridwaan alaihi salam sebagai nama malaikat penjaga surga, maka Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya dalam Liqoo’aat sebagai berikut :

سؤال: هل ورد على أن اسم خازن الجنة رضوان؟

الجواب: اشتهرت به الآثار أن اسمه رضوان، لكنني لا أعرف فيه حديثاً صحيحاً عن الرسول عليه الصلاة والسلام

Soal : apakah ada dalil bahwa nama malaikat penjaga surga adalah Ridhwaan?

Jawab : telah masyhur dalam atsar bahwa namanya adalah Ridhwaan, namun aku belum mengetahui ada hadits yang shahih dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam (tentang penemaan ini).

Asy-Syaikh Sholih Al Fauzan juga mengatakan penamaan malaikat Ridhwan sebagai malaikat penjaga surga tidak tsabit dalilnya dalam : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/2877

Dan yang terakhir membatasi keimanan kepada malaikat dengan hanya 10 malaikat yang sebagian namanya masih diperselisihkan di kalangan ulama adalah tidak tepat, yang benar kita wajib mengimani kepada semua malaikat yang Allah dan Rasul-Nya sebutkan nama dan atau tugas mereka kepada kita, dalam Al Qur’an dan hadits yang shahih. Wallahu A’lam.

Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ustadz, apakah definisi riwayat isrooiliyyat?

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: