KELUAR MADZI TIDAK MEMBATALKAN PUASA

June 14, 2015 at 1:59 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

KELUAR MADZI TIDAK MEMBATALKAN PUASA

 

Dalam Liqoo’atil Baabil Maftuuh terdapat soal jawab sebagai berikut :

السؤال: هل المذي يوجب القضاء في شهر رمضان إذا كان بشهوة؟

Penanya : “apakah keluar madzi mengharuskan qodho pada bulan Romadhon, jika karena syahwat?”

الجواب: المذي لا يُفسد الصوم، سواء كان الصوم في رمضان أو في غير رمضان.

Al-Imam (Ibnu Utsaimin) : “madzi tidak membatalkan puasa, sama saja itu puasa Romadhon atau diluar bulan Romadhon”.

 السائل: المذي لا يُفسد؟!

Penanya : “madzi tidak membatalkan?”

الشيخ: لا يُفسد الصوم، نعم.

Al-Imam : “tidak membatalkan puasa, na’am.

السائل: فهل يوجب القضاء؟

Penanya : “apakah wajib qodho?”

الشيخ: إذا قلنا: لا يفسد الصوم فإنه لا يوجب القضاء.

Al-Imam : “jika kami katakan tidak membatalkan puasa, maka tidak mengharuskan qodho”.

السائل: بشهوةٍ أو بغيرها؟

Penanya : “dengan syahwat atau tanpa syahwat?”.

الشيخ: هو -غالباً- لا ينزل إلا بشهوة، فحتى لو كان بشهوة، وحتى لو قبَّل امرأته أو باشرها، وأمذى فإن صومه صحيح، ولا يلزمه القضاء.

Al-Imam : “umumnya madzi tidak keluar, kecuali karena syahwa, sampaipun kalau dengan syhawat, atau mencium istrinya, atau peting dengan istrinya, lalu keluar madzi, maka puasanya tetap sah, tidak mengharuskan qodho”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: