HUBUNGAN AMAL DENGAN IMAN

June 21, 2015 at 3:04 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

HUBUNGAN AMAL DENGAN IMAN

 

Penanya berkata : Apakah penafian amal terutama 4 rukun Isalm, disebut dengan penafian Jinsul Amal, dan pelakunya adalah murji’ah? Apakah Jinsul Amal terbatas hanya pada 4 rukun, selain syahadatain?

Jawab :

Orang-orang yang mengatakan Jinsul Amal sampai sekarang tidak bisa menjelaskan kepada kami apa yang dimaksud dengannya, maksud mereka tidak jelas. Sesungguhnya ahlus sunnah wal jamaah berselisih pendapat tentang pengkafiran terhadap 4 rukun diatas (Rukun Islam, selain Syahadatain, yaitu sholat, puasa, zakat, dan haji –pent.).

Diantara ahlus sunnah ada yang mengkafirkan orang yang meninggalkan salah satu dari 4 rukun diatas, seandainya ada yang tidak mengerjakan haji, maka menurut mereka orang tersebut kafir, seandainya tidak menunaikan zakat, menurut mereka kafir –yakni meninggalkannya dengan sengaja, tanpa Juhud ( pengingkaran kewajibannya –pent.)-, Barokallahu Fiikum. Seandainya ia meninggalkan sholat, maka ini lebih utama untuk dikafirkan, sekalipun tidak mengingkari kewajibannya. Ini adalah perincian madhzab ahlus sunnah.

Mereka tidak mengkafirkan, selain 4 rukun tersebut. Mereka tidak mengkafirkan sebuah amalan dari amalan-amalan selain 4 rukun ini, tidak amalan kemaksiatan dan juga amalan wajib, selain 4 amalan ini. Mereka tidak mengkafirkan, kecuali 4 rukun ini, diantara mereka ada yang mengkafirkan sholat saja, namun tidak mengkafirkan orang yang tidak menunaikan zakat, sholat dan haji. Dikafirkan orang yang tidak menunaikan sholat, namun jika tidak menunaikan haji, tidak kafir menurut mereka. Jika seorang enggan membayar zakat, maka tidak kafir, namun itu adalah perbuatan haram yang dipaksa untuk diambil zakat dan setengah hartanya sebagai hukuman kepadanya, namun bersamaan hal tersebut, mereka (sebagian ulama) memandang ia tidak kafir.

Syahidnya : ungkapan ahlu sunnah diantaranya adalah para sahabat, mereka bersepakat pendapatnya bahwa tidak dikafirkan orang yang tidak mengerjakan sesuatu dari amalan, selain 4 rukun Islam tersebut.

Syaikh memberikan catatan : ini adalah yang nampak bagiku dan selainnya, kemudian banyak sekali pembahasan terkait tema meninggalkan amal seluruhnya. Ana mendapati makalah salah seorang ikhwah yang banyak menukil dari salaf bahwa meninggalkan seluruh amal adalah kafir, lalu makalah tersebut disampaikan kepadaku, namun ia mengistilahkannya dengan Jinsul Amal. Ana memandang jauh sekali penggunaan lafadz Jinsi, karena masih global dan samar, serta tukang fitnah berpegang dengannya, namun tidak didapati lafadz ini dalam kitab, sunnah dan tidak juga digunakan oleh Salaf dalam pendefinisian iman.

Diantara manhaj salaf adalah menjauhkan diri dari menggunakan lafadzh yang masih global dan samar, serta menjauhkan diri menggunakan lafadz yang tidak datang dari Kitab dan Sunnah, karena dapat menimbulkan fitnah diantara kaum Muslimin, bahkan salaf membid’ahkan orang-orang yang menempuh metode ini, sebagaimana dinukilkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau mengingkari penggunaan lafadz Jinsul Amal, dan apakah amal syarat sah atau syarat sempurnanya Iman. Al-‘Alamah Muhammad bin Shoolih al-‘Utsaimin berkata : ‘itu adalah Thohthonah (suara sumbang) yang tidak ada kebaikannya sama sekali’. Au Kamaa Qoolaa.

Ana sering dan banyak menasehati dalam pelajaranku kepada para pemuda untuk senantiasa berpedang dengan apa yang telah ditetapkan oleh salaf dalam mendefinisikan iman yaitu ucapan, amal dan keyakinan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Ana telah menyebarkan kerusakan hal tersebut dalam makalah yang berjudul “kalimat hak seputar Jinsul Amal”. Maka makalah tersebut diterima oleh Salafiyyun yang jujur dan berpegang dengan manhaj salaf baik amal maupun ucapan, namun ditolak oleh tukang fitnah dan tukang hasut yang menjadikan hasutannya kepada ahlus sunnah untuk berdebat dan bersemangat untuk menghajrnya.

Adapun akidah, maka ini perkara lainnya lagi, siapa yang mendustakan nabi, maka ia kafir, mendustakan malaikat, ia kafir, mendustakan kitab dari kitab-kitab Allah, maka ia kafir, mendustakan ayat Al Qur’an, ia kafir. Ini yang berkaitan dengan Iman. Sedangkan sekarang kita sedang membahas masalah amal. Amal rukun Islam, apakah ia kafir atau tidak kafir?

Sebagian ulama berpendapat tidak kafirnya orang yang tidak mengerjakan sholat, zakat, puasa dan haji, semua itu mereka pandang tidak kafir orang yang meninggalkannya, jika tidak Juhud (mengingkari kewajibannya), jika ia juhud maka kafir. Jika ia meninggalkannya karena malas dan menggampangkannya, maka tidak kafir, sekalipun meninggalkan seluruh rukun ini.

Sebagian lagi mengkafirkan orang yang meninggalkan sholat, diantara mereka ada yang mengkafirkan sekalipun ia hanya meninggalkan salah satu rukun islam. Mereka ini semua ahlus sunnah, tidak saling menyesatkan satu sama lainnya, tidak menuduhnya dengan irja dan khowarij.

Jika ia mengkafirkan (orang yang meninggalkan) 4 rukun ini, kita tidak katakan ia khowarij, jika ia hanya mengkafirkan yang meninggalkan sholat saja, kita tidak katakan ia khowarij, jika ia hanya mengkafirkan sholat dan zakat, kita tidak katakan ia khowarij, dikarenakan khowarij mengkafirkan itu semua. Namun ahlus sunnah berbeda dengan khowarij, perbedaannya sangat kentara sekali diantara mereka.

Khowarij berpendapat sekedar seseorang melakukan dosa besar ia keluar dari Islam, demikian juga mu’tazilah, namun mu’tazilah berpendapat ia keluar ke wilayah baru antara iman dengan kafir, wilayah pertengahan, sedangkan khowarij berpendapat ia keluar secara total menuju wilayah kafir. Adapun ahlus sunnah yang mengatakan kafirnya orang yang meninggalkan sholat, mereka mengeluarkannya dari wilayah Islam bukan karena mereka melakukan kemaksiatan atau mengerjakan keharaman, atau meninggalkan kewajiban. Namun bagi mereka sholat ini adalah pondasi Islam dan rukun Islam, maka yang merobohkan ini berbeda dengan orang yang mengerjakan hal-hal haram, mengerjakan keharaman perkara besar, namun meninggalkan sholat lebih besar dan lebih keras daripadanya. Diantara mereka (ahlus sunnah) ada yang memandang orang yang meninggalkan rukun ini, berarti ia telah merobohkan rukun Islam, maka ia kafir. Diantara mereka ada yang tidak mengkafirkannya, namun menyesatkannya –Barokallahu fiik-, mereka memandang ia wajib diperangi, dihukum dan dipenjara atau bentuk lainnya, namun mereka tidak mengeluarkannya dari wilayah imam, sesuai dengan perincian yang telah kami sebutkan –Barokallahu fiik-.

Adapun menurut murjiah amal-amal ini tidak masuk kedalam puncak Iman, tidak masuk dalam cakupan iman, dan bukan bagian dari iman sedikitpun. Menurut sekte ekstrim murjiah, seandainya ada seorang yang meninggalkan amal ini seluruhnya, sepanjang hidupnya, maka ia tetap di surga, kenapa? Karena iman menurut mereka adalah pembenaran dan ma’rifah (pengetahuan), dan orang tersebut telah mendapatkan apa yang dimaksud (yakni pembenar dan ma’rifah –pent.), maka menurut mereka amal-amal yang ditinggalkan tidak membahayakan iman ini dan tidak menguranginya sedikitpun.

Ini adalah perbedaan antara ahlus sunnah dengan murjiah, amal bukan dari iman, tidak sholat, tidak juga zakat, tidak puasa, dan tidak pula haji. Adapun ahlus sunnah bertingkat-tingkat pendapat mereka terhadap orang yang meninggalkan sholat, dari mulai pengkafiran sampai perbuatan jarimah (kejahatan/dosa), dan dalam kekurangan melakukan amal-amal ini, akan mengurangi keimanannya, sedikit demi sedikit, sampai lenyap ketika banyak meninggalkan amal-amal tersebut. Ini adalah perbedaan antara ahlus sunnah dengan murji’ah.

 

Mufti : al-‘Alamah al-Muhaddits asy-Syaikh Robii bin Hadi al-Madkholiy

Sumber : http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=214

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: