WAKTU MULAI DAN BERBUKA PUASA

June 21, 2015 at 11:23 pm | Posted in fiqih | 2 Comments

WAKTU MULAI DAN BERBUKA PUASA

 

Para ulama sepakat bahwa rukun puasa adalah menahan diri dari yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari, sebagaimana dikatakan oleh asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-Munajid dalam fatwanya :

اتفق الفقهاء على أن الإمساك عن المفطرات من طلوع الفجر الصادق إلى غروب الشمس ، ركن من أركان الصوم .

واختلفوا في النية : فذهب الحنفية والحنابلة إلى أنها شرط في صحة الصوم وذهب المالكية والشافعية إلى أنها ركن يضاف إلى الإمساك وسواء اعتُبرت النية ركنا أو شرطا ، فلا يصح الصوم – كغيره من العبادات – إلا بنية ، مع الإمساك عن المفطرات

[ البحر الرائق 2/276، مواهب الجليل 2/378 ، نهاية المحتاج 3/149 ، نيل المآرب شرح دليل الطالب 1/274

Para Fuqoha sepakat bahwa menahan diri dari yang membatalkan mulai dari terbitnya Fajar Shodiq sampai tenggelammnya Matahari, adalah rukun dari rukun-rukun puasa. Mereka berselisih pendapat tentang niat, Hanafiyyah dan Hanabilah berpendapat bahwa itu adalah syarat sahnya puasa, sedangkan Malikiyyah dan Syafi’iyyah berpendapat bahwa itu adalah rukun yang disandarkan kepada menahan diri, sama saja diungkapkan dengan rukun atau syarat, maka tidak sah puasa –sebagaimana juga ibadah lain- tanpa niat, bersama dengan menahan diri dari yang membatalkan (sumber : http://islamqa.info/ar/38927).

Kemudian kapan waktu mulai dan berbuka bagi orang yang puasa, Imam Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin akan menjawabnya :

أما الإمساك عن الأكل والشرب فقد قال الله تعالى (فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ) فإذا تبين الفجر في الأفق والمراد به الفجر الصادق وهو الذي يكون مستطيراً أي ممتداً من الشمال إلى الجنوب إذا تبين وأتضح وجب الإمساك لقوله تعالى (كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ) فإذا كانت السماء صحواً وأنت ترى الأفق من الشرق ولم يتبين لك النهار فلك أن تأكل حتى يتبين

وأما الغروب فقد قال الله تعالى ثم أتموا الصيام إلى الليل وثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال إذا أقبل الليل من هاهنا وأشار إلى المشرق وأدبر النهار من هاهنا وأشار إلى المغرب وغربت الشمس فقد أفطر الصائم

فإذا شاهدت قرص الشمس قد غاب فقد حل لك الفطر والأفضل المبادرة بالفطر لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال فيما يرويه عن ربه عز وجل أحب عبادي إليّ أعجلهم فطراً هذا إذا كان الإنسان يمكنه أن يشاهد الأفق عند طلوع الفجر وغروب الشمس أما إذا كان لا يمكنه مشاهدة ذلك كما هو الغالب في أهل المدن والقرى فإنهم يقلدون من يثقون به من المؤذنين فإذا أذن المؤذن وهو يقول أنني لا أوذن إلا إذا طلع الفجر فليمسكوا وإذا أذن المؤذن وهم يثقون به فليفطروا لقول النبي صلى الله عليه وسلم إن بلال يؤذن بليل فكلوا وأشربوا حتى تسمعوا أذان ابن أم مكتوم فإنه لا يؤذن حتى يطلع الفجر فجعل النبي صلى الله عليه وسلم الإمساك معلقاً بسماع الأذان وهذا فيمن لا يمكنه أن يشاهد الفجر بنفسه أما من شاهد الفجر بنفسه فإنه يعتبر مشاهدته إياه وكذاك من شاهد غروب الشمس وراءها غربت وغاب قرصها في الافق فله أن يفطر وإن لم يسمع أذان المؤذن .

Adapun menahan diri dari makan dan minum, Allah Subhanahu wa Ta’alaa telah berfirman : {Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar } (QS. Al Baqoroh : 187).

Jika telah jelas fajar di ufuk dan yang dimaksud adalah fajar shodiq yang dia itu memanjang dari kiri melintang. Jika jelas seperti itu maka wajib untuk menahan diri, karena Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman : {dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar}. Jika langit bersih dan engkau melihat ufuk di sebelah timur, namun belum jelas bagimu telah masuk fajar, maka engkau boleh makan, sampai fajar jelas bagimu.

Adapun tenggelamnya matahari Allah berfirman : {Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam } (QS. Al Baqoroh : 187). Dan telah tsabit dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam bahwa Beliau bersabda : “jika telah datang malam disana, beliau berisyarat ke timur dan siang telah pergi disana, beliau berisyarat ke barat, dan matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa boleh berbuka”.

Jika engkau telah menyaksikan bulatan matahari telah tenggelam, maka halal bagimu berbuka dan yang lebih utama menyegerakan berbuka, karena Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda meriwayatkan dari Rabbnya bahwa Allah berfirman : “Hambaku yang paling aku cintai adalah yang menyegerakan berbuka”. Ini adalah jika seseorang memungkinkan untuk menyaksikan ufuk ketika terbit fajar dan tenggelamnya matahari. Adapun jika tidak mungkin menyaksikannya, sebagaimana ini umumnya terjadi yang tinggal di perkotaan dan perkampungan, maka mereka taklid kepada muadzin yang berhati-hati. Jika seorang muadzin menyatakan bahwa aku tidak adzan kecuali jika terbit matahari, maka tahanlah diri kalian, dan jika muadzin yang berhati-hati adzan (Maghrib) maka berbukalah. Berdasarkan sabda Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam : “sesungguhnya Bilaal adzan pada malam hari, maka makanlah dan minumlah hingga kalian mendengar adzannya Ibnu Umi Maktum, karena beliau tidak adzan, sampai terbitnya fajar”.

Maka Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam mengkaitkan menahan diri dengan mendengar adzan, ini adalah bagi orang yang tidak mungkin melihat fajar. Adapun bagi yang mampu melihat fajar dengan mata kepalanya, maka yang dijadikan patokan adalah penglihatannya, demikian juga orang yang melihat tenggelamnya matahari, dan ia melihat bulatan matahari di ufuk telah tenggelam, maka ia berbuka, sekalipun belum mendengar suara adzan.

(sumber : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=19274).

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ustadz apakah waktu berbuka ialah tenggelamnya matahari secara sempurna atau cukup jika setelah tenggelam sedikit saja.

    Like

  2. waktu berbuka jika bulatan matahari sudah tenggelam, sekalipun terkadang cahayanya masih kelihatan di ufuk berdasarkan penjelasan beberapa ulama. wallahu A’lam

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: