SEJARAH PENULISAN ULUUMUL QUR’AN

August 12, 2015 at 12:19 am | Posted in ULUUMUL QUR'AN | Leave a comment

SEJARAH PERKEMBANGAN ULUUMUL QUR’AN

 

Tatkala Al Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam,maka setiap Muslim yang ingin mendalami agamanya, mau tidak mau ia harus mempelajari ilmu-ilmu alat yang dapat menyampaikannya kepada apa yang diinginkan atau dimaksudkan Al Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk didalam mengarungi kehidupannya. Diantara ilmu yang harus dipelajarinya adalah apa yang dinamakan dengan Uluumul Qur’an.

Uluumul Qur’an adalah kumpulan dari pembahasan-pembahasan yang dapat menyampaikan kepada mempelajari Al Qur’an (Muhammad Bakr Ismail, Diroosat fii uluumil Qur’an, hal. 12 –Daarul Manar). Ilmu ini sebagaimana ilmu-ilmu alat lainnya, seperti ilmu mustholah hadits, ilmu ushul fiqih dan semisalnya tumbuh mula-mula bercampur dengan cabang-cabang ilmu lainnya, kemudian semakin berkembang sehingga menjadi cabang ilmu tersendiri.

Yang pertamakali memulai menulis kitab yang secara khusus berisi Uluumul Qur’an adalah Ali bin Ibrohim bin Sa’id yang dikenal dengan nama al-Hufi (w. 330 H), dikatakan menulis sebuah kitab yang berjudul al-Burhaan fii Uluumil Qur’an, yang terdiri dari 30 jilid, namun menurut Muhammad Bakr Ismail (hal. 16) yang ditemukan sekarang ada 16 jilid yang terpisah-pisah yang masih dalam bentuk manuskrip. Namun apabila yang dimaksud dengan Uluumul Qur’an termasuk didalamnya bagian-bagian dari Ilmu tersebut seperti tafsir, asbaabun nuzul, naasikh mansuukh dan semisalnya, maka para ulama abad ke-2 hijiriyyah sudah mulai menulis karya di bidang ini. Misalnya Mujaahid bin Jabr (w. 104 H) yang menulis tafsir yang telah dicetak oleh Daarul Fikr al-Islaamiy, Mesir sebanyak 1 jilid lebih kurang sebanyak 762 halaman; Sufyaan ats-Tsauri (w. 161 H) yang juga menulis tafsir dan telah dicetak oleh Daarul Kutubil ‘Ilmiyyah, Beirut, sebanyak 1 jilid sekitar 284 halaman. Kemudian ada juga tulisan tentang Naasikh wal Mansuukh yang dinisbatkan kepada az-Zuhriy (w. 124 H) yang telah dicetak oleh Muasasah ar-Risalah, sebanyak 1 jilid sekitar 45 halaman. Dan masih karya-karya ulama lainnya pada abad ke-3 H dan seterusnya yang berupa bagian-bagian dari Uluumul Qur’an.

Kembali kepada pembahasan karya tulis tersendiri yang terkait dengan Uluuumul Qur’an sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu islam, maka setelah al-Huufi Ibnul Jauzi (w. 597 H) menulis kitab yang diberi judul Funuunul Afnaani fii ‘Uyuunil ‘Uluumil Qur’an yang telah dicetak oleh Daarul Basyaair, Beirut sebanyak 1 jilid sekitar 486 halaman. Az-Zurqooniy (w. 1367 H) dalam kitabnya Manaahil Urfaan fii Uluumil Qur’an berkata :

ولا نعلم أن أحدا قبل المائة الرابعة للهجرة ألف أو حاول أن يؤلف في علوم القرآن بالمعنى المدون

Kami tidak mengetahui satu pun ulama sebelum abad ke-4 Hijriyyah yang menulis atau menukilkan sebuah karya tentang Uluumul Qur’an dengan makna sebagai ilmu yang terkodifikasi.

Namun jangan diartikan bahwa para ulama sebelum abad ke-4 hijriyyah tidak mengetahui tentang Uluumul Qur’an, mereka mengetahui dengan pengetahuan yang melebihi pengetahuan ulama-ulama setelah zaman mereka, hanya saja mereka tidak sempat menuliskan pengetahuan apa yang ada dalam dada mereka dalam bentuk tulisan. Hasan Muhammad Ayyub (w. 1429 H) menginformasikan kepada kita dalam bukunya al-Hadiits fii ‘Uluumil Qur’an wal Hadits (hal. 11-12, Daarus Salaam) sebuah dialog antara Imam Syafi’i dengan khalifah Harun ar-Rasyid, berikut cuplikan dialognya :

فقال: كيف علمك يا شافعي بكتاب الله عزّ وجلّ؟ فإنه أولى الأشياء أن يبتدأ به؟ فقال الشافعي: عن أي كتاب من كتب الله تسألني يا أمير المؤمنين؟ فإن الله تعالى قد أنزل كتبا كثيرة. قال الرشيد: قد أحسنت، لكن إنما سألت عن كتاب الله المنزل على ابن عمي محمد صلّى الله عليه وسلم. فقال الشافعي: إن علوم القرآن كثيرة، فهل تسألني عن محكمه ومتشابهه، أو عن تقديمه وتأخيره، أو عن ناسخه ومنسوخه، أو عن … ، أو عن … ؟؟

Bagaimana ilmu wahai Syafi’I terhadap Kitabullah?, karena itu adalah sumber utama yang harus diketahui?, Syafi’I menjawab : ‘tentang permasalahan apa terkait Kitabullah yang akan engkau tanyakan wahai Amirul Mukminin?, karena Allah Subhanahu wa Ta’alaa telah menurunkan permasalah yang sangat banyak’. Harun Ar Rasyid berkata : ‘bagus, namun aku hanya ingin bertanya tentang Kitabullah yang turun kepada sepupuku Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa salaam’. Syafi’I menjawab : ‘sesungguhnya ilmu Al Qur’an sangat banyak, apakah engkau ingin bertanya tentang yang muhkam dan mutasyabihnya, atau tentang yang pertama dan yang terakhir turun, atau naasikh dan mansuuk atau ini dan itu?’.

Kemudian asy-Syaikh Hasan Muhammad Ayyub memberikan komentar terhadap dialog diatas :

فأنت ترى من جواب الشافعي هذا، ومن نطقه بالحكمة في هذا الموقف الرهيب ما يدلك على أن قلوب أكابر العلماء كانت أوعية لعلوم القرآن من قبل أن تجمع في كتاب.

Engkau lihat jawaban Syafi’I tersebut, sebagai catatan dalam kisah diatas bahwa hati-hati para pembesar ulama terpenuhi dengan ilmu-ilmu Al Qur’an, sebelum dibukukan dalam sebuah kitab.

Kemudian setelah Ibnul Jauzi, az-Zarkasyi (w. 794 H) menulis kitab yang diberi judul al-Burhaan fii ‘Uluumil Qur’an, yang telah dicetak oleh Daaru Ihyaa Kutubil Arobiy sebanyak 4 jilid; kemudian as-Suyuthi (w. 911 H) menulis sebuah kitab yang sangat masyhur dikalangan ulama terkait tema Uluumul Qur’an yang berjudul al-Itqoon fii Uluumil Qur’an, yang mana penerbit Haiahn Misriyyah telah mencetaknya sebanyak 4 jilid. Ini adalah karya yang banyak dikaji oleh para sesudahnya terkait pembahasan dalam Uluumul Qur’an.

Dan pada masa sekarang ini banyak sekali ulama yang telah menulis kitab-kitab yang berisi tentang pembahasan Uluumul Qur’an, dan barangkali karya ulama kontemporer yang mudah, ringkas dan lengkap dalam tema ini adalah karya Manaa bin Kholiil al-Qoththoon (w. 1420 H) yang berjudul al-Mabaahits fii ‘Uluumil Qur’an, yang telah berungkali dicetak karena saking larisnya

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: