MUKADIMAH IMAM IBNU KATSIR (BAG. 2)

September 21, 2015 at 11:34 pm | Posted in TAFSIR IBNU KATSIR | Leave a comment

MUKADIMAH IMAM IBNU KATSIR

 

Imam Ibnu Katsir berkata :

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus para Rasul-Nya :

مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ

Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu {QS. An Nisaa` : 165}.

Penutup para Rasul adalah Nabi yang Ummi, orang Arab penduduk Mekkah yang memberi petunjuk kepada jalan yang sangat jelas, Allah mengutusnya kepada seluruh makhluk baik manusia, maupun jin dari mulai diutusnya sampai nanti hari kiamat, sebagaimana Firman-Nya :

قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” {QS. Al A’raf : 158}. Continue Reading MUKADIMAH IMAM IBNU KATSIR (BAG. 2)…

Advertisements

MUKADIMAH IMAM IBNU KATSIR (BAG. 1)

September 20, 2015 at 11:21 pm | Posted in TAFSIR IBNU KATSIR | Leave a comment

MUKADIMAH IMAM IBNU KATSIR

 

Imam Ibnu Katsir berkata :

 

Segala puji bagi Allah yang telah memulai Kitab-Nya dengan “al-Hamdu”, Dia berfirman :

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan {QS. Al Fathihah : 2-4}.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا * قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا * مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا * وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا * مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak.” Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta {QS. Al Kahfi : 1-5}.

Continue Reading MUKADIMAH IMAM IBNU KATSIR (BAG. 1)…

KEUTAMAAN SURAT AT TAKWIIR, AL INFITHOOR, DAN AL INSYIQOOQ

September 8, 2015 at 11:43 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

KEUTAMAAN SURAT AT TAKWIIR, AL INFITHOOR, DAN AL INSYIQOOQ

 

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَيْنٍ» فَلْيَقْرَأْ: إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ

Barangsiapa yang suka melihat hari kiamat seolah-olah seperti melihat dengan mata kepalanya sendiri, maka bacalah (surat At Takwiir, Al Infithoor, dan Al Insyiqooq).

Takhrij Hadits :

Continue Reading KEUTAMAAN SURAT AT TAKWIIR, AL INFITHOOR, DAN AL INSYIQOOQ…

AKHLAK MULIA MENGANTARKAN MENUJU SURGA

September 6, 2015 at 11:43 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

AKHLAK MULIA MENGANTARKAN MENUJU SURGA

 

Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

وَأَكْثَرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَحُسْنِ الْخُلُقِ

Kebanyakan yang membuat seseorang masuk surga adalah bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik.

Sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam diatas adalah sebuah jawaban dari pertanyaan, apa yang menyebabkan seseorang kebanyakan masuk surga, atau bahasa lainnya, umumnya orang yang masuk surga itu disebabkan oleh apa?, kemudian Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab dengan sabdanya diatas.

Takhrij Hadits : Continue Reading AKHLAK MULIA MENGANTARKAN MENUJU SURGA…

BANGKAI DAN DARAH YANG DIHALALKAN

September 6, 2015 at 2:57 am | Posted in Hadits | Leave a comment

BANGKAI DAN DARAH YANG DIHALALKAN

 

Secara umum syariat mengharamkan perkara-perkara yang jelek untuk dikonsumsi atau dipergunakan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (QS. Al A’raf : 157).

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah  (QS. An Nahl : 115).

Continue Reading BANGKAI DAN DARAH YANG DIHALALKAN…

Pendapat Ulama yang Mengkompromikan Kedua Pendapat Sebelumnya

September 6, 2015 at 12:55 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

Imam Suyuthi dalam al-Muhadzab (hal. 65) menukil pendapatnya Imam Abu Ubaid yang mencoba mengkompromikan kedua pendapat diatas, kata beliau :

وقال أبو عبيد القاسم بن سلام بعد أن حكى القول بالوقوع عن الفقهاء والمنع عن أهل العربيه: (والصواب عندي مذهب فيه تصديق القولين جميعاً، وذلك أن هذه الأحرف أصولها أعجمية، كما قال الفقهاء، لكنها وقعت للعرب فعربتها بألسنتها وحولتها عن ألفاظ العجم إلى ألفاظها، فصارت عربيد، ثم نزل القرآن وقد اختلطت هذه الحروف بكلام العرب، فمن قال إنها عربية فهو صادق ومن قال: إنها عجيبة فصادق) .

Yang benar menurutku adalah pendapat yang membenarkan kedua madzhab diatas, hal ini karena asal dari kata-kata tersebut adalah A’jam (bahasa asing), sebagaimana dikatakan oleh ulama Fiqih, namun terdapat juga dalam bahasa arab, kemudian diserap dalam bahasa arab, sehingga telah berpindah dari lafadz A’jam menjadi lafadznya orang arab, sehingga menjadi kosakata bahasa arab, kemudian Al Qur’an diturunkan dan bercampurlah kata serapan tersebut dalam bahasa arab, maka siapa yang mengatakan bahwa itu adalah kosakata arab, ia betul dan siapa yang mengatakan bahwa itu berasal dari kosakata A’jam, juga betul.

Continue Reading Pendapat Ulama yang Mengkompromikan Kedua Pendapat Sebelumnya…

NABI MUSA ALAIHI SALAM TIDAK FASIH?

September 5, 2015 at 3:36 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

NABI MUSA ALAIHI SALAM TIDAK FASIH?

 

Para Rasul diperintahkan untuk berdakwah kepada kaumnya agar senantiasa beribadah hanya kepada Allah saja. Tentunya Rasul yang diutus kepada mereka adalah dengan bahasa kaumnya agar dapat dimengerti oleh objek dakwahnya. Nabi Musa alaihi salam, yang sekaligus juga Rasul, Allah utus kepada Bani Isroil untuk mengajak mereka menempuh agama yang hak dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah utus juga kepada Fir’aun, penguasa pada waktu itu yang berbuat dholim dan mengaku dirinya tuhan, yang wajib disembah oleh rakyatnya. Continue Reading NABI MUSA ALAIHI SALAM TIDAK FASIH?…

Pendapat Ulama yang Mengatakan bahwa Terdapat Kata Asing dalam Al Qur’an

September 5, 2015 at 1:56 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

Pendapat Ulama yang Mengatakan bahwa Terdapat Kata Asing dalam Al Qur’an

Imam Ibnu Jariir ath-Thobari di awal-awal kitab tafsirnya, perkataan beberapa ulama tentang adanya kata asing dalam Al Qur’an, yaitu :

  1. Abdullah bin Abbas (W. 68 H) –rodhiyallahu anhu- ketika menafsiri Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ” (Sesungguhnya bangun di waktu malam {QS. Al Muzammil : 6}), beliau –rodhiyallahu anhu- berkata :

بِلِسَانِ الْحَبَشَةِ، إِذَا قَامَ الرَّجُلُ مِنَ اللَّيْلِ قَالُوا: نَشَأَ

Itu adalah bahasa Habasyah, jika seseorang bangun pada malam hari, mereka biasanya mengatakan “nasya`a”.

Dalam ayat lain : “فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ” (lari daripada singa {QS. Al Mudatsir : 51}), Ibnu Abbas –rodhiyallahu anhu- berkata :

هو بالعربية الأسد، وبالفارسية شار، وبالنبطية أريا، وبالحبشية قسورة

Itu kalau dalam bahasa Arab maknanya “Asad” (singa), kala bahasa Persia “Syaar”, kalau bahasa Nabithiyyah “Aroyaa”, sedangkan dalam bahasa Habasyah “Qoswaroh”.

  1. Abu Maisaroh ‘Amr bin Syarhabiil (w. 63 H), salah satu murid Abdullah bin Mas’ud –rodhiyallahu anhu-, pernah berkata :

في القرآن من كل لسان

Dalam Al Qur’an terdapat seluruh bahasa. Continue Reading Pendapat Ulama yang Mengatakan bahwa Terdapat Kata Asing dalam Al Qur’an…

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: