APAKAH PENDAPAT MAYORITAS ULAMA ITU HUJJAH?

October 31, 2015 at 11:35 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

APAKAH PENDAPAT MAYORITAS ULAMA ITU HUJJAH?

 

Yang dimaksud dengan pendapat mayoritas ulama atau yang biasa disebut dengan Qoul Jumhur adalah :

فمتى قال أكثر العلماء بقول وقال أقلهم بقول آخر فقول الأكثر هو الذي يطلق عليه قول الجمهور.

Kapan saja kebanyakan ulama mengeluarkan sebuah pendapat dan ulama lain yang jumlahnya lebih sedikit memiliki pendapat lain, maka pendapatnya kebanyakan ulama inilah yang disebut dengan pendapatnya Jumhur (http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=151857)

Continue Reading APAKAH PENDAPAT MAYORITAS ULAMA ITU HUJJAH?…

Advertisements

IMAM MASJID TIDAK DISUKAI OLEH JAMA’AHNYA

October 31, 2015 at 2:06 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

IMAM MASJID TIDAK DISUKAI OLEH JAMA’AHNYA

 

Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah bersabda :

ثَلَاثَةٌ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ آذَانَهُمْ: العَبْدُ الآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ، وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ، وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ

Ada 3 orang yang sholatnya tidak melampaui telinganya : budak yang lari dari tuannya, sampai ia kembali lagi kepada tuannya, istri yang suaminya tidur dalam keadaan marah, dan Imam yang tidak disukai oleh jama’ahnya (HR. Tirmidzi dan selainnya, dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al Albani).

Namun pada kesempatan ini kita akan membahas apa yang dimaksud dengan Imam yang tidak disukai jama’ahnya.

Yang dimaksud imam dalam hadits diatas mencakup Imam besar (pemimpin) dan Imam sholat, menurut Imam Mala`ul Qoriy dalam Misykatul Mashoobih (3/865). Terkait dengan Imam Masjid, apakah hadits diatas dapat dipahami secara mutlak? Yakni bahwa seseorang tidak layak menjadi Imam sholat, jika jama’ah di masjid tersebut tidak menyukainya, atau ada penjelasan rinci dalam masalah ini?

Continue Reading IMAM MASJID TIDAK DISUKAI OLEH JAMA’AHNYA…

MURID BERDIRI MENYAMBUT SANG GURU KETIKA MASUK KELAS

October 30, 2015 at 11:52 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

MURID BERDIRI MENYAMBUT SANG GURU KETIKA MASUK KELAS

 

Dari Abdul Aziz bn Abdullah bin Baaz kepada sdr. Menteri yang terhormat :

Telah sampai kepadaku bahwa kebanyakan para guru memerintahkan muridnya untuk berdiri ketika mereka masuk kelas. Tidak ragu lagi ini adalah perkara yang menyelisihi sunah yang shahih, telah tetap dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bahwa Beliau bersabda : “barangsiapa yang suka seseorang berdiri menghormatinya, maka hendaknya ia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi dari Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu dengan sanad yang shahih). Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Anas rodhiyallahu anhu bahwa beliauan Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Anas raa  Rasulullah saw uk kelas. tidak  berkata : “tidak ada seorang pun bagi sahabat orang yang lebih dicintai selain Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, namun mereka tidak pernah berdiri untuk menghormati Beliau ketika masuk menemui mereka, karena mereka tahu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam membenci hal tersebut”.

Oleh karenanya, aku berharap kepada engkau untuk memberikan surat edaika masuk menemui mereka, karena mereka tahu bahwa Nabi saw ran kepada para pengajar, bahwa sunahnya tidak perlu berdiri untuk menghormati guru ketika mereka masuk kedalam kelas, dalam rangka mengamalkan dua hadits diatas. Tidak boleh bagi guru memerintahkan para siswa berdiri, berdasarkan hadits Mu’awiyyah karena adanya ancaman yang berat dalam hal ini, dan dibencinya para siswa ketika mereka berdiri, berdasarkan hadits Anas diatas.

Tidak tersembunyi lagi bahwa kebaikan seluruhnya adalah dengan mengikuti sunnah Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, dan meneladani para sahabat rodhiyallahu anhum. Semoga Allah menjadikan kita semuanya mengikuti mereka dengan baik, dan memberikan taufik untuk memahami agama dan kokoh diatasnya.

Continue Reading MURID BERDIRI MENYAMBUT SANG GURU KETIKA MASUK KELAS…

MAKAN SEHARI 2 KALI, APAKAH BERLEBIHAN?

October 30, 2015 at 4:35 pm | Posted in Hadits, Nasehat | Leave a comment

MAKAN SEHARI 2 KALI, APAKAH BERLEBIHAN?

 

Diriwayatkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah menyampaikan kepada istrinya yakni Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu anha, bahwa makan sehari 2 kali, termasuk perkara berlebih-lebihan. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman (no. 5253) dari jalan Abdullah bin Luhai`ah dari Abil Aswaad dari Urwah dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata :

رَآنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدْ أَكَلْتُ فِي الْيَوْمِ مَرَّتَيْنِ فَقَالَ: ” يَا عَائِشَةُ ” أَمَا تُحِبِّينَ أَنْ يَكُونَ لَكَ شُغُلٌ إِلَّا فِي جَوْفِكَ الْأَكْلُ؟ فِي الْيَوْمِ مَرَّتَيْنِ، مِنَ الْإِسْرَافِ، وَاللهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ “

Nabi sholallahu alaihi wa salam memperhatikanku, yakni bahwa aku makan dalam sehari 2 kali, maka Beliau berkata : “wahai Aisyah, apakah engkau tidak nyaman, jika tidak ada kesibukanmu, kecuali memenuhi perutmu?, (sesungguhnya) makan 2 kali dalam sehari, termasuk pemborosan, dan Allah tidak suka dengan orang-orang yang boros.

Asy-Syaikh Ibnu Hamzah al-Husaini al-Hanafi dalam kitabnya “al-Burhan wa at-Ta’riif fii Asbaabil Wurudil Hadits asy-Syariif (1/134) menisbatkan hadits diatas kepada Imam ad-Dailami dalam Musnadnya, dengan perkataannya :

أخرجه الديلمي عَن عَائِشَة رَضِي الله عَنْهَا سَببه كَمَا فِي الْجَامِع الْكَبِير عَنْهَا

Dikeluarkan oleh ad-Dailami dari Aisyah rodhiyallahu anhu, dan sebab (asbabul wurud) hadits ini adalah sebagaimana dalam kitab al-Jaami’ul Kabiiir dari Aisyah rodhiyallahu anhu…

Continue Reading MAKAN SEHARI 2 KALI, APAKAH BERLEBIHAN?…

MAKNA HIJRAH YANG APLIKATIF

October 16, 2015 at 11:18 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

MAKNA HIJRAH YANG APLIKATIF

 

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda :

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى الله عَنْهُ

Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Takhrij Hadits :

Hadits diatas diriwayatkan oleh beberapa Aimah berikut :

  1. Imam Ahmad (w. 241 H) dalam al-Musnad (no. 6515) –penerbit : Muasasah ar-Risalah, Beirut, cet. 1, 1421 H.
  2. Imam Bukhori (w. 256) dalam ash-Shahih (no. 10) –penerbit : Daaru Thuuqin Najaah, cet. 1, 1422 H.
  3. Imam Abu Dawud (w. 275 H) dalam as-Sunan (no. 2481)-penerbit : Maktabah al-‘Ishriyyah, Beirut, tanpa tahun.
  4. Imam Nasa`i (w. 303 H) dalam as-Sunan al-Kubro (no. 8648) penerbit : Muasasah ar-Risalah, Beirut, cet. 1, 1421 H.

Continue Reading MAKNA HIJRAH YANG APLIKATIF…

ZUHUDLAH DI DUNIA

October 14, 2015 at 11:24 am | Posted in Hadits | Leave a comment

ZUHUDLAH DI DUNIA NISCAYA ENGKAU AKAN DICINTAI ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALAA

 

Diriwayatkan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda :

ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّك اللَّهُ ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّك النَّاسُ

“Zuhudlah di dunia, niscaya Allah akan mencintaimu dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia akan menyukaimu”.

Kali ini saya akan menampilkan takhrij hadits dari Imam Al Albani terhadap hadits diatas. Saya hanya akan menampilkan terjemahannya saja, silakan merujuk ke teks aslinya bagi yang ingin merujuk ke “Silsilah Ahaadits Shahihah” (no. 944). Kemudian pada akhir takhrij yang dilakukan oleh Imam Al Albani, kami akan memberikan pendapat terkait hasil takhrij beliau, berdasarkan komentar dari salah seorang murid beliau yang mumpuni dalam bidang ilmu hadits yaitu asy-Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini.

Takhrij Imam Al Albani :

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 4102), Abus Syaikh dalam “at-Taariikh” (hal. 183), al-Muhaamiliy dalam “Majliisu minal Amaaliy (2/140), al-Uqoiliy dalam “adh-Dhu’afaa’” (117), ar-Ruuyaaniy dalam “Musnadnya” (2/814), Ibnu ‘Adiy dalam al-Kaamil (2/117), Ibnu Sam’uun dalam al-Amaaliy (1/157/2), Abu Nu’aim dalam “Al-Hilyah (3/252-253 dan 7/136) & dalam “Akhbaaru Asbahaah” (2/244-245), dan Al Hakim (4/313) melalui jalan Khoolid bin Umar al-Qurosyi, dari Sufyaan ats-Tsauriy dari Abu Haazim dari Sahl bin Sa’ad as-Saa’idiy rodhiyallahu anhu beliau berkata : “seseorang mendatangi Nabi sholallahu alaihi wa salam, lalu berkata : ‘wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku suatu amalan yang ketika aku mengamalkannya, Allah akan mencintaiku dan manusia juga mencintaiku?’, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “Al Hadits”. Continue Reading ZUHUDLAH DI DUNIA…

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: