MUSAFIR BERMAKMUM DIBELAKANG IMAM YANG MUKIM

November 30, 2015 at 11:18 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MUSAFIR BERMAKMUM DIBELAKANG IMAM YANG MUKIM

 

Keadaan seorang Musafir terkait masalah bermakmum kepada Imam yang mukim tidak terlepas dari 2 kondisi berikut :

  1. Ia sholat bermakmum dari awal bersama dengan imam yang mukim. Pada kondisi ini ada perselisihan yang ringan.

Pendapat pertama mengatakan si musafir wajib menyempurnakan sholatnya (artinya ia tidak mengqoshor sholatnya –pent.), ini adalah pendapatnya Imam yang empat, dan kebanyakan ulama. Asy-Syafi’i dan Ibnu Abdil Bar menukil adanya ijma (kesepakatan) ulama tentang hal tersebut. Mereka berdalil dengan berikut ini : Continue Reading MUSAFIR BERMAKMUM DIBELAKANG IMAM YANG MUKIM…

Advertisements

HUKUM MENGUSAP JILBAB KETIKA BERWUDHU

November 30, 2015 at 3:10 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM MENGUSAP JILBAB KETIKA BERWUDHU

 

Soal : apakah wanita boleh mengusap kerudungnya (ketika berwudhu)?

Jawab :

Para ulama berselisih pendapat terkait hukum wanita mengusap kerudung yang menempel di kepalanya, atas 3 pendapat :

  1. Mayoritas ulama dan ini salah satu riwayat dari Imam Ahmad berpendapat tidak bolehnya mengusap kerudung, mereka menghukumi wudhunya batal, kecuali jika kerudungnya tipis yang memungkinkan air menembus kepelanya. Dalam “Al Mudawanah” (1/124), Imam Malik berkata : “wanita yang mengusap kerudungnya, (harus) mengulangi sholat dan wudhunya” –selesai-.

Continue Reading HUKUM MENGUSAP JILBAB KETIKA BERWUDHU…

PEMBAHASAN HADITS MURSAL

November 28, 2015 at 11:30 pm | Posted in Mustholah Hadits | 1 Comment

PEMBAHASAN HADITS MURSAL

 

Soal : saya berharap penjelasan bersama dalil lengkapnya, apakah diperbolehkan mengamalkan hadits mursal dalam masalah hukum-hukum syariah (Fiqih) ?

Jawab :

  1. Hadits mursal adalah hadits yang diriwayatkan oleh Tabi’i dari Nabi sholallahu alaihi wa salam tanpa menyebutkan sahabat didalam sanadnya. Lihat jawaban soal no. 130686.
  2. Penjelasan mana hadits-hadits yang wajib diambil dan dijadikan dalil, yaitu hadits-hadits yang maqbulah (shahih atau hasan). Adapun hadits-hadits dhoif atau palsu, maka tidak boleh berdalil dengannya terkait hukum-hukum syar’i. Lihat jawaban soal no. 112086.
  3. Hadits mursal termasuk hadits dhoif, bukan hujjah menurut mayoritas ulama hadits. Imam Muslim dalam Mukadimah shahihnya (1/12) berkata : “hadits mursal pada asalnya menurut kami dan menurut ulama hadits bukanlah hujjah” –selesai.

Continue Reading PEMBAHASAN HADITS MURSAL…

PENDAPAT ASY-SYAIKH AL-FAUZAN TERKAIT MELETAKKAN TANGAN DI DADA

November 28, 2015 at 12:23 am | Posted in fiqih | Leave a comment

PENDAPAT YANG RAJIH MELETAKKAN TANGAN DI DADA

 

السؤال: 

ما القول الراجح في وضع اليد في الصلاة، هل هي على الصدر أم على السرة؟

الجواب: الراجح أنها تكون فوق السرة، وفي رواية أنها في حديث أيضاً أنها تحت السرة، فوضع اليدين إما تحت السرة وهذا المذهب، وأما فوق السرة وهذا هو الصحيح، وأما وضعها على الصدر فلم يثبت به حديث هذا ما رجحه شيخ الإسلام في شرح العمدة.

Soal : apa pendapat yang rajih terkait meletakkan tangan dalam sholat, apakah di dada atau di pusar (wudel –bs. Jawa)?

Jawab :

Yang rajih diletakkan diatas pusar. Dalam riwayat hadits ada juga meletakkan dibawah pusar, maka meletakkan kedua tangan bisa dibawah pusar, dan ini adalah madzhabnya (Hanbali), atau bisa juga diatas pusar dan ini pendapat yang rajih. Adapun meletakkan tangan di dada, maka tidak shahih haditsnya, berdasarkan penilaian yang dirajihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Syarah al-Umdah.

Mufti : asy-Syaikh Sholih bin Fauzan al-Fauzan

Sumber : http://alfawzan.af.org.sa/node/14735#

 

 

 

 

TAKHRIJ HADITS DZIKIR DIANTARA 2 SUJUD

November 22, 2015 at 10:45 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS DZIKIR DIANTARA 2 SUJUD

 

Beberapa ulama kontemporer melemahkan hadits-hadits berkaitan dengan bacaan dzikir duduk diantara 2 sujud. Oleh karena itu pada tulisan kali ini, kami akan menurunkan takhrij jalan-jalan hadits yang dibaca oleh Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pada saat duduk diantara 2 sujud.

  1. Khudzaifah ibnul Yaman rodhiyallahu anhu bahwa beliu pernah sholat malam dengan bermakmum kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam, lalu disebutkan didalamnya dzikir duduk diantara 2 sujud :

Continue Reading TAKHRIJ HADITS DZIKIR DIANTARA 2 SUJUD…

APAKAH MAKMUM MASBUK MENGERASKAN BACAAN PADA ROKAAT YANG DIGANTIKANNYA

November 22, 2015 at 12:32 am | Posted in fiqih | Leave a comment

APAKAH MAKMUM MASBUK MENGERASKAN BACAAN PADA ROKAAT YANG DIGANTIKANNYA

 

Makmum masbuk adalah orang yang ketinggalan 1 atau beberapa rokaat bersama imam sholat. Makmum dihitung mendapatkan rokaat adalah minimal ketika ia mendapati Imam sedang ruku’ –sekalipun ada perbedaan pendapat dikalangan ulama terkait hal ini-, dan kami telah memiliki tulisan terkait pembahasan kapan seorang makmum mendapatkan rokaat bersama imam, silakan merujuk kesana. Dan cara menghitung ketinggalannya adalah ia jadikan rokaat yang bersama imam sebagai rokaat pertamanya. Misal seorang makmum mendapati imam sholat Isya sedang ruku’ pada rokaat kedua, maka ia mendapatkan 3 rokaat bersama imam. Ia hitung rokaat kedua imam sholat Isya yang ia dapati sebagai rokaat pertama sholatnya, sehingga ketika ia menyempurnakan 1 rokaat yang Continue Reading APAKAH MAKMUM MASBUK MENGERASKAN BACAAN PADA ROKAAT YANG DIGANTIKANNYA…

BOLEHKAH MEMBACA SURAT SETELAH AL FATIHAH PADA ROKAAT KETIGA SHOLAT MAGHRIB DAN 2 ROKAAT TERAKHIR DHUHUR DAN ASHAR

November 21, 2015 at 11:20 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

BOLEHKAH MEMBACA SURAT SETELAH AL FATIHAH PADA ROKAAT KETIGA SHOLAT MAGHRIB DAN 2 ROKAAT TERAKHIR DHUHUR DAN ASHAR

 

Untuk menjawab pertanyaan diatas, mari kita lihat kitab-kitab ulama madzhab :

  1. Madzhab Hanafi
  2. Al-Muhiit al-Burhaaniy fii al-Fiqh an-Nu’maaniy (1/309) karya Mahmuud bin Ahmad (w. 616 H) :

لأن قراءة السورة غير مشروعة في الأخراوين

Karena membaca surat pada 2 rokaat terakhir (sholat Isya dan semisalnya –pent.) tidak disyariatkan.

  1. Haasyiyyah asy-Syilbiy (1/105) karya Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Yunus (w. 1021 H) :

Continue Reading BOLEHKAH MEMBACA SURAT SETELAH AL FATIHAH PADA ROKAAT KETIGA SHOLAT MAGHRIB DAN 2 ROKAAT TERAKHIR DHUHUR DAN ASHAR…

APAKAH SHOLAT SIRRIYYAH MEMBACA AL FATIHAH DAN SURAT JUGA?

November 21, 2015 at 11:19 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

APAKAH SHOLAT SIRRIYYAH MEMBACA AL FATIHAH DAN SURAT JUGA?

 

Sholat Sirriyyah yaitu sholat yang bacaannya dilirihkan, seperti sholat Dhuhur dan Ashar, pada saat rokaat pertama dan keduanya, membaca juga Al Fatihah dan surat pilihan yang dikehendakinya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah serta selainnya dari Jaabir bin Abdullah rodhiyallahu anhu bahwa beliau berkata : Continue Reading APAKAH SHOLAT SIRRIYYAH MEMBACA AL FATIHAH DAN SURAT JUGA?…

ORANG YANG SHOLAT MUNFARID (SENDIRIAN) PADA SHOLAT JAHRIYYAH APAKAH MEMBACA JAHR?

November 21, 2015 at 11:18 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

ORANG YANG SHOLAT MUNFARID (SENDIRIAN) PADA SHOLAT JAHRIYYAH APAKAH MEMBACA JAHR?

 

Melanjutkan tulisan sebelumnya, timbul suatu pertanyaan, apakah orang yang sholat sendiri / munfarid – yakni tidak sebagai makmum pada sholat-sholat jahriyyah yakni seperti 2 rokaat sholat Subuh, dan 2 rokaat pertama sholat Maghrib dan Isya, dimana bacaan Al Fatihah dan suratnya dibaca keras – bacaan dia keras / jahr atau lirih / sir?. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka saya serahkan kepada Imam Muhammad bin Shoolih al-Utsaimin yang pernah ditanya sebagai berikut : Continue Reading ORANG YANG SHOLAT MUNFARID (SENDIRIAN) PADA SHOLAT JAHRIYYAH APAKAH MEMBACA JAHR?…

MEMBACA KERAS DAN LIRIH PADA SHOLAT 5 WAKTU

November 20, 2015 at 12:01 am | Posted in fiqih | Leave a comment

MEMBACA KERAS DAN LIRIH PADA SHOLAT 5 WAKTU

 

Imam Al Albani dalam kitabnya Ashlu Sifat Sholat Nabi yang diterbitkan setelah beliau wafat atas prakarsa beberapa murid beliau. Kitab ini diterbitkan oleh Maktabah al-Ma’aarif, Riyadh, dan yang saya nukil adalah cetakan pertama tahun 1427 H bertepatan dengan tahun 2006. Beliau berkata di jus 2 halaman 413 :

وكان صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يجهر بالقراءة في صلاة الصبح، وفي الركعتين الأُوليَين من المغرب والعشاء، ويسر بها في الظهر والعصر، والثالثة من المغرب، والأُخْرَيَيْنِ من العشاء

Nabi sholallahu alaihi wa salam mengeraskan bacaan (Al Fatihah dan surat –pent.) pada saar sholat Subuh, dua rokaat pertama sholat Maghrib dan Isya. Dan Beliau melirihkan bacaan pada sholat Dhuhur, Ashar, rokaat ketiga Maghrib dan 2 rokaat terakahir sholat Isya.

Kemudian Imam Al Albani memberikan catatan kaki terhadap pernyataan diatas, dengan menulis : Continue Reading MEMBACA KERAS DAN LIRIH PADA SHOLAT 5 WAKTU…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: