JARKONI = UJAR ORA NGLAKONI

November 1, 2015 at 1:41 am | Posted in Nasehat | Leave a comment

JARKONI = UJAR ORA NGLAKONI

 

Di daerah saya masyhur istilah Jarkoni, yaitu suatu istilah bagi orang memerintahkan kebaikan atau melarang kejelekan kepada orang lain, tapi dirinya sendiri meninggalkan kebaikan yang diperintahkannya atau melakukan kejelekan yang dilarangnya. Imam Ibnu Utsaimin dalam Majmu’ Fatawanya (26/270) pernah ditanya :

سئل فضيلة الشيخ- رحمه الله-: قد يعلم الإنسان شيئًا ويأمر غيره وهو نفسه لا يعمله سواء كان فرضًا أو نفلاً، فهل يحل له أن يأمر غيره بما لا يعمل؟ وهل يجب على المأمور امتثال أمره أم يحل له الاحتجاج عليه بعدم عمله ثم لا يعمل ما أمر به تبعًا لذلك؟

فأجاب بقوله: هنا أمران:

الأمر الأول: هذا الذي يدعو إلى الخير وهو لا يفعله نقول له:

قال الله- عز وجل-: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ)

وأنا أعجب كيف رجل يؤمن بأن هذا هو الحق، ويؤمن بأن التعبد لله به يقربه إليه، ويؤمن بأنه عبد لله، ثم لا يفعله، فهذا شيء يعجب له ويدل على السفه وأنه محط التوبيخ واللوم لقوله تعالى:

(لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ) (1) فنقول لهذا الرجل: أنت آثم بتركك العمل بما علمت وبما تدعو إليه، ولو بدأت بنفسك لكان ذلك من العقل والحكمة.

أما الأمر الثاني: بالنسبة للمأمور فإنه لا يصح له أن يحتج على هذا الرجل بفعله فإذا أمره بخير وجب عليه القبول، يجب أن يقبل الحق من كل من قال به ولا يأنف من العلم.

Soal : sesorang mengetahui sesuatu, lalu ia memerintahkan orang lain dengan hal tersebut, sedangkan dirinya sendiri tidak mengerjakannya, sama saja apakah dalam perkara yang wajib, maupun yang sunnah. Maka apakah diperbolehkan baginya memerintahkan orang lain dengan sesuatu yang ia tidak mengerjakannya? Apakah wajib bagi orang yang diperintah untuk melaksanakan perintahnya atau boleh baginya berhujjah untuk tidak melaksanakannya karena hal diatas?

Jawaban :

Point pertama : ini adalah menyeru kepada kebaikan, namun ia tidak mengerjakannya, maka kami akan sebutkan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : {wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan, amat besar kemurkaan Allah ketika kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan} (QS. Ash-Shaff : 2-3).

Ana heran, bagaimana bisa orang tersebut beriman bahwa hal tersebut adalah kebenaran, ia beriman bahwa hal tersebut adalah dalam rangka beribadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya, lalu ternyata ia tidak mengerjakannya. Ini adalah sesuatu yang mengherankan dan menunjukkan atas kebodohan dan layak untuk mendapatkan kemurkaan dan celaan, karena Firman-Nya : {mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan}.

Kami katakan kepada orang tersebut, engkau telah berdosa karena meninggalkan sesuatu yang engkau telah mengetahui dan telah engkau dakwahkan, seandainya engkau memulai dengan dirimu sendiri, niscaya hal tersebut lebih masuk akal dan termasuk hikmah dalam berdakwah.

Point yang kedua : terkait dengan orang yang diperintahkan, maka tidak shahih ia berhujjah kepada orang tersebut. Jika ia diperintahkan dengan kebaikan, maka wajib menerimanya, wajib menerima kebenaran dari siapapun yang mengucapkannya.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: