TAFSIR AYAT DZHIHAR

December 27, 2015 at 6:59 am | Posted in AL QUR'AN, fiqih | Leave a comment

TAFSIR AYAT DZHIHAR

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ (1) الَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْكُمْ مِنْ نِسَائِهِمْ مَا هُنَّ أُمَّهَاتِهِمْ إِنْ أُمَّهَاتُهُمْ إِلَّا اللَّائِي وَلَدْنَهُمْ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَرًا مِنَ الْقَوْلِ وَزُورًا وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ (2) وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ذَلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (3) فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ذَلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ (4)

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih (QS. Al Mujaadilah : 1-4). Continue Reading TAFSIR AYAT DZHIHAR…

TAFSIR SURAT FUSHILAAT AYAT 30 – 32

December 26, 2015 at 4:38 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

TAFSIR SURAT FUSHILAAT AYAT KE-30 – 32

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ (32)

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir : Continue Reading TAFSIR SURAT FUSHILAAT AYAT 30 – 32…

HUKUM MIHROB MASJID

December 26, 2015 at 1:54 am | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM MIHROB MASJID

 

Lajnah Daimah yang diketuai oleh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dengan wakinya Abdur Rozaq Afifi dan anggotanya Abdullah bin Ghudayaan pernah menjawab soal berikut (no. 5614) :

س1: المحراب في المسجد هل كان على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم؟

ج1: لم يزل المسلمون يعملون المحاريب في المساجد في  القرون المفضلة وما بعدها؛ لما في ذلك من المصلحة العامة للمسلمين، ومن ذلك بيان القبلة وإيضاح أن المكان مسجد. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Soal : mihrab masjid, apakah terdapat pada zaman Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam? Continue Reading HUKUM MIHROB MASJID…

PERBEDAAN MASHOOLIH MURSALAH DENGAN BID’AH

December 26, 2015 at 12:44 am | Posted in fiqih | Leave a comment

PERBEDAAN MASHOOLIH MURSALAH DENGAN BID’AH

 

Soal : apa perbedaan antara Bid’ah dengan maslahat mursalah?

Jawab :

  1. Ibnu Rojab al-Hanbali –rahimahullah- telah memberikan definisi bid’ah yang komprehensif, beliau berkata : “(bid’ah) adalah setiap orang yang mengadakan sesuatu yang baru dan menisbatkannya kepada agama, yang tidak memiliki asal dalam agama sebagai tempat rujukannya, maka itu adalah kesesatan dan agama berlepas diri darinya” (Jaami’ul Uluumil wal Ahkaam (2/128). Oleh karenanya rukun bid’ah adalah sebagai berikut :

1. Ihdats (perbuatan baru)

2. Menyandarkan ihdats tadi kepada agama

Tidak ada sandaran ihdats ini dalam syariat yang menunjukkan atas hal tersebut.

Continue Reading PERBEDAAN MASHOOLIH MURSALAH DENGAN BID’AH…

AYAT TENTANG MUBAHALAH

December 25, 2015 at 3:24 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

AYAT TENTANG MUBAHALAH

 

Mubahalah secara bahasa berasal dari kata Bahlah yang sinonim dengan kata laknat, jadi secara makna Mubahalah maksudnya adalah ketika orang yang berselisih berkumpul lalu mereka saling berkata : “laknat Allah ditimpakan kepada pihak yang dholim/salah”. Demikian pengertian yang diberikan oleh az-Zamakhsyari dalam kitabnya al-Faiq fii ghoriibil hadits wal atsar (1/140). Continue Reading AYAT TENTANG MUBAHALAH…

KISAH MUBAHALAHNYA AL AUZAI DENGAN SUFYAN ATS TSAURI

December 24, 2015 at 1:21 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

KISAH MUBAHALAHNYA AL AUZAI DENGAN SUFYAN ATS TSAURI

 

Ulama sebagai manusia biasa terkadang tidak mampu menahan emosinya ketika sedang berdiskusi dengan lawan diskusinya, hal ini barangkali yang dialami Imam al-Auza’i dan Imam Sufyan ats-Tsauri ketika berdiskusi tentang disyariatkannya mengangkat tangan ketika hendak ruku’ dan bangkit dari ruku’. Imam ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa Nihayah (10/124 –pen. Ihyaaut Turots) mengisahkannya kepada kita : Continue Reading KISAH MUBAHALAHNYA AL AUZAI DENGAN SUFYAN ATS TSAURI…

BISMIKA ALLAHUMMA AMUTU WA AHYA ATAU AHYA WA AMUTU

December 24, 2015 at 2:17 am | Posted in fiqih | Leave a comment

BISMIKA ALLAHUMMA AMUTU WA AHYA ATAU AHYA WA AMUTU

 

Para ulama menyebutkan bahwa lafadz doa yang berasal dari Nabi sholallahu alaihi wa salam bersifat tauqifiyyah, artinya harus sesuai dengan lafadz yang diucapkan atau diajarkan oleh Nabi sholallahu alaihi wa salam. Al-Baroo` bin ‘Aazib rodhiyallahu anhu pernah mengalami kejadian salah dalam melafadzkan doa, beliau mengganti kata Nabi dengan Rasul, tentu ini bukan kesalahan fatal karena yang dimaksud tetap sama yaitu Muhammad sholallahu alaihi wa salam, namun ternyata Rasulullah sholallahu alaihi wa salam membetulkan ucapan al-Baroo` yang salah sebut tadi. Imam Bukhori dan Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari al-Baroo` rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah berkata kepadanya : Continue Reading BISMIKA ALLAHUMMA AMUTU WA AHYA ATAU AHYA WA AMUTU…

THALHAH RODHIYALLAHU ANHU DAN KAITANNYA DENGAN SURAT AL AHZAB AYAT 53

December 12, 2015 at 9:10 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

THALHAH RODHIYALLAHU ANHU DAN KAITANNYA DENGAN SURAT AL AHZAB AYAT 53

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. Continue Reading THALHAH RODHIYALLAHU ANHU DAN KAITANNYA DENGAN SURAT AL AHZAB AYAT 53…

TAKHRIJ HADITS MELETAKKAN KEDUA TANGAN DI DADA PADA WAKTU SHOLAT

December 12, 2015 at 5:41 am | Posted in fiqih | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS MELETAKKAN KEDUA TANGAN DI DADA PADA WAKTU SHOLAT

 

Beberapa ulama muta’akhirin telah membahas permasalahan dimana posisi bersedekap bagi orang yang sedang sholat ketika berdiri?, kemudian mereka menyebutkan pendapat para ulama terkait posisinya dan dalil-dalil dari hadits-hadits nabawi berkaitan dengan masalah tersebut. Sebagian mereka mengatakan tidak ada satu pun hadits yang shahih berkenaan dengan posisi tersebut, sehingga mereka memberi keluasan bagi orang yang sholat untuk bersedekap dimanapun yang mereka mau apakah dibawah pusar, di pusar, diatas pusar, di dada, dan diatas dada.

Continue Reading TAKHRIJ HADITS MELETAKKAN KEDUA TANGAN DI DADA PADA WAKTU SHOLAT…

HADITS DIPUKUL PENGUASA

December 9, 2015 at 3:04 am | Posted in Hadits | Leave a comment

HADITS DIPUKUL PENGUASA

 Imam Muslim dalam kitab shahihnya (no. 1847) menulis :

وحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ عَسْكَرٍ التَّمِيمِيُّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ، ح وحَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ حَسَّانَ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ سَلَّامٍ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ سَلَّامٍ، عَنْ أَبِي سَلَّامٍ، قَالَ: قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّا كُنَّا بِشَرٍّ، فَجَاءَ اللهُ بِخَيْرٍ، فَنَحْنُ فِيهِ، فَهَلْ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ؟ قَالَ: «نَعَمْ»، قُلْتُ: هَلْ وَرَاءَ ذَلِكَ الشَّرِّ خَيْرٌ؟ قَالَ: «نَعَمْ»، قُلْتُ: فَهَلْ وَرَاءَ ذَلِكَ الْخَيْرِ شَرٌّ؟ قَالَ: «نَعَمْ»، قُلْتُ: كَيْفَ؟ قَالَ: «يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لَا يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ، وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي، وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ»، قَالَ: قُلْتُ: كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ؟ قَالَ: «تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلْأَمِيرِ، وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ، وَأُخِذَ مَالُكَ، فَاسْمَعْ وَأَطِعْ»

Haddatsani Muhammad bin Sahl bin ‘Askar at-Taimiy, haddatsanaa Yahya bin Hasaan (ganti sanad) haddatsanaa Abdullah bin Abdur Rokhman ad-Daarimiy, akhbaronaa Yahya –Ibnu Hassaan-, haddatsanaa Mu’awiyyah –ibnu Sallaam-, haddatsanaa Zaid bin Aslam, dari Abi Sallaam, ia berkata, Khudaifah ibnul Yamaan rodhiyallahu anhu berkata : “aku bertanya kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, wahai Rasulullah, dahulu kami dalam kejelakan, lalu Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendatangkan kebaikan, dan sekarang kami sedang mengalaminya, maka apakah nanti setelah kebaikan ini ada lagi kejelekan?, Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “iya”. Lanjutku : “apakah setelah kejelekan itu ada kebaikan lagi?”, jawabnya : “iya”. Lanjutku lagi : “apakah setelah kebaikan itu ada kejelekan lagi?”, jawab Beliau : “iya”. Sambungku : “bagaimana bentuknya?”, Beliau menjawab : “akan datang setelahku para pemimpin yang tidak mengambil petunjukku, tidak melaksanakan sunahku, akan ada orang-orang yang hatinya adalah hati setan dalam wujud manusia”. Komentarku : “apa yang harus saya lakukan wahai Rasulullah, jika aku menjumpai zaman tersebut?”, Nabi sholallahu alaihi wa salam menjawab : “dengar dan taatilah para penguasa, sekalipun ia memukul punggungmu, mengambil hartamu, maka tetap mendengar dan taat”.

Continue Reading HADITS DIPUKUL PENGUASA…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: