KISAH MUBAHALAHNYA AL AUZAI DENGAN SUFYAN ATS TSAURI

December 24, 2015 at 1:21 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

KISAH MUBAHALAHNYA AL AUZAI DENGAN SUFYAN ATS TSAURI

 

Ulama sebagai manusia biasa terkadang tidak mampu menahan emosinya ketika sedang berdiskusi dengan lawan diskusinya, hal ini barangkali yang dialami Imam al-Auza’i dan Imam Sufyan ats-Tsauri ketika berdiskusi tentang disyariatkannya mengangkat tangan ketika hendak ruku’ dan bangkit dari ruku’. Imam ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa Nihayah (10/124 –pen. Ihyaaut Turots) mengisahkannya kepada kita :

وتناظر الأوزاعي وَالثَّوْرِيُّ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ فِي مَسْأَلَةِ رَفْعِ الْيَدَيْنِ فِي الرُّكُوعِ وَالرَّفْعِ مِنْهُ.

فَاحْتَجَّ الْأَوْزَاعِيُّ على الرفع في ذلك بِمَا رَوَاهُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ ” أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي الرُّكُوعِ وَالرَّفْعِ مِنْهُ “.

وَاحْتَجَّ الثَّوْرِيُّ عَلَى ذَلِكَ بِحَدِيثِ يَزِيدَ بن أبي زياد.

فغضب الأوزاعي وقال: تعارض حَدِيثَ الزُّهْرِيِّ بِحَدِيثِ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ وهو رجل ضعيف؟ فاحمر وَجْهُ الثَّوْرِيِّ، فَقَالَ الْأَوْزَاعِيُّ: لَعَلَّكَ كَرِهْتَ مَا قُلْتُ؟ قَالَ: نَعَمْ.

قَالَ: فَقُمْ بِنَا حَتَّى نَلْتَعِنَ عِنْدَ الرُّكْنِ أَيُّنَا عَلَى الْحَقِّ.

فَسَكَتَ الثَّوْرِيُّ.

Al-Auza’i dan ats-Tsauriy saling berdiskusi di masjid al-Khoif terkait masalah mengangkat kedua tangan ketika hendak ruku’ dan bangkit dari ruku’. Al-Auza’i berhujjh untuk mengangkat kedua tangan dengan apa yang diriwayatkannya dari az-Zuhriy dari Saalim dari Bapaknya (Ibnu Umar rodhiyallahu anhu) : bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam mengangkat kedua tangannya ketika hendak ruku’ dan bangkit dari ruku’. Sedangkan ats-Tsauriy berhujjah dengan hadits Yaziid bin Abi Ziyaad (yang tidak mengangkat tangan –pent.).

Maka al-Auza’i naik pitam sambil berkata : “engkau menentang haditsnya az-Zuhriy dengan haditsnya Yaziid bin Abi Ziyaad, padahal ia perowi yang dhoif?”, maka merahlah wajah ats-Tsauriy, lalu al-Auza’i menyambungnya lagi : “mungkin engkau tidak suka dengan ucapanku?”, jawab ats-Tsauri : “benar”. Lanjutnya lagi : “baiklah mari kita saling melaknat (bermubahalah) di sisi Rukun, manakah dari kita yang berada di pihak yang benar!”. Maka ats-Tsauri pun terdiam.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: