PENDAPAT IMAM IBNU HAZM TENTANG AMAL AHLU MADINAH

January 3, 2016 at 6:37 am | Posted in fiqih | Leave a comment

PENDAPAT IMAM IBNU HAZM TENTANG AMAL AHLU MADINAH

 

Imam Ibnu Hazm –rahimahullah- dalam kitabnya al-Muhalla bil Atsaar (1/77) dalam point masalah no. 99 beliau berkata :

Yang wajib jika terjadi perselisihan terhadap suatu permasalahan untuk mengembalikannya kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, bukan kepada selain keduanya. Tidak boleh merujuk kepada amal ahli madinah dan juga kepada selainnya. Dalilnya adalah Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS. An Nisaa’ : 59).

Maka jelaslah tidak boleh mengembalikan perselisihan kepada apapun selain Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Sunnah Rasul-Nya sholallahu alaihi wa salam. Dalam ayat ini juga larangan merujuk pendapat seseorang tanpa melihat Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, karena barangsiapa yang merujuk ucapan seseorang tanpa Nabi sholallahu alaihi wa salam, maka berarti ia telah menyelisihi perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk mengembalikan kepada Rasul-Nya, terlebih lagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkaitkannya dengan :

jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memerintahkan untuk merujuk kepada pendapat sebagian kaum mukminin tanpa melibatkan semuanya.

Para khulafaur Rosyidin seperti Abu Bakar, Umar dan Utsman di Madinah, sedangkan wilayah kekuasaannya meliputi Yaman, Mekkah dan negeri lainnya, pada saat Umar rodhiyallahu anhu sudah sampai Bashroh, Kufah, Mesir dan Syam. Termasuk kebatilan yang mustahil adalah para khulafaur rosyidin tidak mengajarkan yang wajib, halal dan haram kepada penduduk negeri lainnya, namun hanya mengkhususkan penduduk Madinah saja, maka ini adalah sifat yang jelek yang mana Allah melindungi mereka dari berbuat demikian.

Sebagian raja Bani Umayyah pernah menggugurkan sebagian takbir dan mendahulukan khutbah dibandingkan sholat 2 hari raya, sehingga hal ini menyebar di semua negeri, sehingga tidak hujjah bagi amal siapapun pun tanpa ada sandarannya dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: