HADITS JIBRIL ALAIHI SALAM FULL

January 12, 2016 at 11:58 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

HADITS JIBRIL ALAIHI SALAM FULL

 

Hadits Jibril ‘alaihi as-Salaam yakni sebuah hadits yang berisi pertanyaan laki-laki asing kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam ketika sedang bermajelis dengan para sahabatnya, terkait rukun-rukun dalam agama Islam, yaitu Rukun Islam, Rukun Iman dan Rukun Ihsan. Awalnya para sahabat keheranan dengan laki-laki tersebut karena tidak Nampak darinya bahwa ia orang yang habis berpegian, namun tidak ada juga yang mengenalinya, karena logikanya kalau ia tidak memiliki bekas-bekas dari melakukan perjalanan, tentunya ia adalah orang yang tinggal dekat disekitar para sahabat, namun mereka hapal tidak ada seorang pun yang seperti itu yang tinggal dekat mereka sebelumnya, baru kemudian setelah itu, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam memberitahukan kepada Umar Rodhiyallahu ‘anhu bahwa laki-laki tersebut adalah Jibril ‘alaihi as-Salaam yang berubah wujud menjadi seorang laki-laki.

Hadits Jibril ‘alaihi as-Salaam secara lengkap diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya (no. 8) dari 2 jalan kata Imam Muslim dalam sanadnya :

حَدَّثَنِي أَبُو خَيْثَمَةَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ كَهْمَسٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ، ح

وحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ – وَهَذَا حَدِيثُهُ – حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ، عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ، قَالَ

Haddatsani Abu Khoitsamah Zuhair bin Harb, haddatsanaa Wakii’, dari Kahmas dari Abdullah bin Buraidah dari Yahya bin Ya’mar (ganti sanad).

Haddatsanaa Ubadillah bin Mu’adz al-‘anbariy –ini adalah haditsnya-, haddatsanaa bapakku, haddatsanaa Kahmas, dari Ibnu Buraidah, dari Yahya bin Ya’mar, beliau berkata : “al-hadits”.

Semua perowinya adalah para perowi tsiqoh, perowi yang biasa dipakai Imam Bukhori dan Imam Muslim.

Kemudian saya menambahkan hadits Jibril ‘alaihi as-Salaam yang secara lengkap diriwayatkan oleh Imam Muslim ini, dengan beberapa kalimat yang saya temukan dalam kitab-kitab hadits lainnya, sehingga menambah kelengkapannya, tambahan tersebut saya beri tanda () untuk versi bahasa arabnya dan [] untuk versi terjemahannya, kemudian saya berikan catatan kaki darimana tambahan tersebut berasal. Berikut hadits Jibril ‘alaihi as-Salaam secara full :

قَالَ: كَانَ أَوَّلَ مَنْ قَالَ فِي الْقَدَرِ بِالْبَصْرَةِ مَعْبَدٌ الْجُهَنِيُّ، فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَحُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيُّ حَاجَّيْنِ – أَوْ مُعْتَمِرَيْنِ – فَقُلْنَا: لَوْ لَقِينَا أَحَدًا مَنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلْنَاهُ عَمَّا يَقُولُ هَؤُلَاءِ فِي الْقَدَرِ، فَوُفِّقَ لَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ دَاخِلًا الْمَسْجِدَ، فَاكْتَنَفْتُهُ أَنَا وَصَاحِبِي أَحَدُنَا عَنْ يَمِينِهِ، وَالْآخَرُ عَنْ شِمَالِهِ، فَظَنَنْتُ أَنَّ صَاحِبِي سَيَكِلُ الْكَلَامَ إِلَيَّ، فَقُلْتُ: (يَا) أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّهُ قَدْ ظَهَرَ قِبَلَنَا نَاسٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ، وَيَتَقَفَّرُونَ الْعِلْمَ، وَذَكَرَ مِنْ شَأْنِهِمْ، وَأَنَّهُمْ يَزْعُمُونَ أَنْ لَا قَدَرَ، وَأَنَّ الْأَمْرَ أُنُفٌ، قَالَ: «فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْهُمْ، وَأَنَّهُمْ بُرَآءُ مِنِّي»، وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ «لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا، فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ» ثُمَّ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ، إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ، لَا يُرَى (لَا نَرَى) عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ (فَأَلْزَقَ رُكْبَتَهُ بِرُكْبَتِهِ)، وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ، وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِسْلَامِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا»، قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ، وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ، قَالَ: «أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ (وَالْجَنَّةِ وَالنَّارِ، وَالْبَعْثِ وَالْحِسَابِ)، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ (وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ، وَحُلْوِهِ وَمُرِّهِ)»، قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ، قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ»، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ(مَتَى) السَّاعَةِ، قَالَ: «مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ» قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا، قَالَ: «أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ»، قَالَ: ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، (فَلَقِيَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ثَلَاثٍ) ثُمَّ قَالَ لِي: «يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟» قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ (وَمَا أَتَانِي فِي صُورَةٍ إِلَّا عَرَفْتُهُ فِيهَا، إِلَّا فِي صُورَتِهِ هَذِهِ)»

Orang yang pertama kali berpendapat tentang takdir di Basroh adalah Ma’bad al-Juhaaniy, maka saya bersama dengan Humaid bin Abdur Rokhman al-Himyaariy menunaikan haji –atau umroh-. Kami berkata : ‘kalau kita bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullah, kami akan bertanya tentang apa yang diucapkan mereka terkait dengan takdir.

Kemudian kami bertemu dengan Abdullah bin Umar bin Khothob rodhiyallahu anhumaa ketika hendak masuk masjid, lalu kami menghampirinya saya dan sahabatku mengapit beliau, satu disebelah kanan dan satunya lagi disebelah kiri. Saya rasa sahabatku menyerahkan agar saya yang mulai berbicara kepada beliau. Saya berkata : ‘[wahai][1] Abu Abdur Rokhman, telah nampak didaerah kami orang-orang yang membaca Al Qur’an, mendiskusikan ilmu, dan disebutkan keadaan-keadaan mereka, mereka mengklaim bahwa tidak ada takdir dan semua perkara ini adalah baru’.

Abdullah bin Umar rodhiyallahu anhu berkata : “jika engkau bertemu dengan mereka, maka beritahukan kepada mereka bahwa aku berlepas diri dari mereka dan mereka juga berlepas diri dariku, demi yang Abdullah bin Umar bersumpah dengan-Nya, seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu ia infakkan, Allah tidak akan menerimanya, sampai ia beriman kepada Takdir.

Lalu Beliau berkata : “bapakku Umar bin Khothob rodhiyallahu anhu bercerita kepadaku : “ketika kami sedang disisi Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pada suatu hari, tiba-tiba muncul kepada kami seorang yang sangat putih pakainnya, sangat hitam rambutnya, [kami melihat][2] tidak nampak bekas-bekas perjalanan safar, namun tidak ada seorang pun yang mengenal, hingga ia duduk mendekat kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam, ia sandarkan lututnya kepada lutut Beliau [ia lekatkan lututnya kepada lutu Beliau][3], dan meletakkan kedua tangannya di kedua pahanya, lalu berkata : “wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam?”.

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menjawab : “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Romadhon, dan Haji ke Baitullah jika mampu mengadakan perjalanan kesana”.

Laki-laki tersebut berkata : “engkau benar”. Kata Umar rodhiyallahu anhu : “kami pun heran ia yang bertanya, ia juga yang membenarkannya”.

Lanjut laki-laki tersebut : “beritahukan kepadaku tentang Iman?”.

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menjawab : “engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir [surga dan neraka, kebangkitan serta hisab][4] dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk [yang manis dan yang pahit]3”.

Laki-laki tadi berkata : “engkau benar”. Lanjutnya : “beritahukan kepadaku tentang Ihsan?”.

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menjawab : “engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”.

Lanjut laki-laki tadi : “beritahukan kepadaku tentang [kapan][5] kiamat?”.

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menjawab : “yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”.

Lanjutnya : “beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya?”.

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menjawab : “seorang budak perempuan melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang yang telanjang kaki dan dada, yang miskin yang menggembalakan Kambing, saling berlomba-lomba dalam membuat bangunan”.

Kata Umar rodhiyallahu anhu : “kemudian laki-laki tersebut pamit pergi, namun aku tetap tinggal berapa lama [lalu aku bertemu dengan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam 3 hari berikutnya][6]. Lalu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam berkata kepadaku : “wahai Umar, tahukah kami siapa yang bertanya tadi?”. Kujawab : “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “ia adalah Jibril alaihi salam yang datang untuk mengajarkan agama kepada kalian [tidaklah ia datang dalam sebuah bentuk, melainkan pasti aku mengetahui bahwa itu adalah Jibril, namun dalam bentuk (laki-laki-pent.) ini (aku tidak mengenalnya –pent)[7]”.

 

 

[1] Al-I’tiqod Baihaqi (132).

[2] Musnad Ahmad (no. 367).

[3] Sunan Tirmidzi (no. 2610).

[4] Asy-Syariah al-Ajuriy (no. 208) dan al-Iman Ibnu Mandah (no. 7).

[5] Mushonaf Ibnu Abi Syaibah (no. 37558).

[6] Sunan Tirmidzi (no. 2610) dan Sunan Ibnu Majah (no. 63).

[7] Asy-Syariah al-Ajuriy (no. 208).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: