TERBUNUHNYA ‘AMMAAR BIN YAASIR RODHIYALLAHU ANHU MENUNJUKKAN ALI RODHIYALLAHU ANHU DI PIHAK YANG BENAR DALAM PERANG SHIFIN

January 16, 2016 at 1:55 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

TERBUNUHNYA ‘AMMAAR BIN YAASIR RODHIYALLAHU ANHU MENUNJUKKAN ALI RODHIYALLAHU ANHU DI PIHAK YANG BENAR DALAM PERANG SHIFIN

 

Pada tahun 37 H terjadi perang Shiffiin antara pasukan Ali bin Abi Thoolib rodhiyallahu anhu dengan Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu. Sebab peperangan sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnul Atsiir –rahimahullah- dalam al-Kaamil Fiit Taarikh bahwa Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu senantiasa menuntut darah Utsman bin ‘Affan rodhiyallahu anhu yang telah dibunuh oleh para perusuh, sedangkan Ali rodhiyallahu anhu memandang untuk menjaga kestabilan masyarakat kaum Muslimin, sehingga tidak segera melaksanakan qishos kepada para pelaku pembunuhan Utsman bin ‘Affan rodhiyallahu anhu.

Imam ibnul Atsiir –rahimahullah- menyebutkan dalam kitabnya (2/629) suasana kebatinan penduduk Syam dibawah kepemimpinan Mu’awiyyah atas peristiwa terbunuhnya Utsman rodhiyallahu anhu, beliau berkata :

وَكَانَ أَهْلُ الشَّامِ لَمَّا قَدِمَ عَلَيْهِمُ النُّعْمَانُ بْنُ بَشِيرٍ بِقَمِيصِ عُثْمَانَ الَّذِي قُتِلَ فِيهِ مَخْضُوبًا بِالدَّمِ بِأَصَابِعِ زَوْجَتِهِ نَائِلَةَ، إِصْبَعَانِ مِنْهَا وَشَيْءٌ مِنَ الْكَفِّ وَإِصْبَعَانِ مَقْطُوعَتَانِ مِنْ أُصُولِهِمَا، وَنِصْفُ الْإِبْهَامِ، وَضَعَ مُعَاوِيَةُ الْقَمِيصَ عَلَى الْمِنْبَرِ، وَجَمَعَ الْأَجْنَادَ إِلَيْهِ، فَبَكَوْا عَلَى الْقَمِيصِ مُدَّةً وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، وَالْأَصَابِعُ مُعَلَّقَةٌ فِيهِ، وَأَقْسَمَ رِجَالٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ أَنْ لَا يَمَسَّهُمُ الْمَاءُ إِلَّا لِلْغُسْلِ مِنَ الْجَنَابَةِ، وَأَنْ لَا يَنَامُوا عَلَى الْفُرُشِ حَتَّى يَقْتُلُوا قَتَلَةَ عُثْمَانَ، وَمَنْ قَامَ دُونَهُمْ قَتَلُوهُ

Penduduk Syam ketike menerima kedatangan an-Nu’man bin Basyiir rodhiyallahu anhu yang membawa bajunya Utsman rodhiyallahu anhu pada saat beliau terbunuh yang berlumuran darahnya dan potongan-potongan jari istrinya, Nailah rodhiyallahu anha, 2 jari terputus dari telapak tangannya, 2 jari benar-benar terputus sampai pangkalnya dan setengah jempol. Mu’awiyyah meletakkan baju tersebut diatas mimbar lalu mengumpulkan pasukannya untuk melihatnya,maka mereka menangis melihat baju tersebut yang berada diatas mimbar, sedangkan jari-jari Nailah rodhiyallahu anha digantung juga disana.

Para laki-laki penduduk Syam bersumpah untuk tidak akan menyentuh air, kecuali karena mandi janabah, dan tidak tidur di ranjang sampai mereka dapat membunuh para pembunuh Utsman atau ada orang lain yang membunuhnya.

Singkat kata terjadilah peperangan diantara 2 pihak, yaitu Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu anhu sebagai kholifah yang menuntut ketaatan kepada penduduk Syam dan Mu’awiyyah sebagai pimpinan penduduk Syam untuk menuntut darah Utsman. Masing-masing sahabat tersebut berijtihad dalam melakukan tindakannya tersebut, dan ini masuk kedalam bab hadits Rasulullah sholallahu alaihi wa salam :

إِذَا حَكَمَ الحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ، وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ

Jika seorang hakim menghukumi dan ia telah bersungguh-sungguh mencari kebenaran atas keputusannya, kemudian jika ia benar, maka mendapatkan 2 pahala dan jika ia menghukumi dan sudah bersungguh-sungguh, lalu ternyata keliru, maka mendapatkan 1 pahala (Muttafaqun ‘Alaih).

Masing-masing pihak yang berperang dalam perang Shiffiin ini didukung oleh para sahabat juga, di pihak Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu misalnya ada ‘Amr bin Ash rodhiyallahu anhu, begitu juga di pihak Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu anhu juga banyak sahabat yang ikut mendukungnya, dan yang menarik adalah bergabungnya ‘Ammaar bin Yaasir rodhiyallahu anhu, yang pada waktu itu usianya sudah sangat uzur, beliau termasuk sahabat senior, as-Sabiqunal Awalluun, veteran perang Badar. Walaupun usianya sudah uzur tapi semangatnya tetap membara, beliau terus menyemangati pasukan Ali rodhiyallahu anhu dalam peperangan tersebut. Hingga akhirnya beliau sendiri terbunuh dalam peperangan tersebut.

Setelah kabar terbunuhnya ‘Ammaar bin Yaasir rodhiyallahu anhu terdengar, maka para sahabat yang bergabung dengan Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu tersadarkan dengan sebuah hadits yang pernah didengar dari kekasih mereka yaitu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam. ‘Amr bin Hazm rodhiyallahu anhu salah seorang sahabat yang bergabung dengan pasukan Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu, ketika mendengar berita terbunuhnya ‘Ammaar rodhiyallahu anhu, segera menemui ‘Amr bin Ash rodhiyallahu anhu. Imam Ahmad mendokumentasikan cerita ini dalam kitabnya al-Musnad (no. 177778) dengan sanad yang dishahihkan oleh asy-Syaikh Syu’aib Arnauth sampai kepada Muhammad bin ‘Amr bin Hazm beliau berkata :

لَمَّا قُتِلَ عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ دَخَلَ عَمْرُو بْنُ حَزْمٍ عَلَى عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، فَقَالَ: قُتِلَ عَمَّارٌ، وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” تَقْتُلُهُ الْفِئَةُ الْبَاغِيَةُ “، فَقَامَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ فَزِعًا يُرَجِّعُ حَتَّى دَخَلَ عَلَى مُعَاوِيَةَ، فَقَالَ لَهُ مُعَاوِيَةُ: مَا شَأْنُكَ؟ قَالَ: قُتِلَ عَمَّارٌ، فَقَالَ مُعَاوِيَةُ: قَدْ قُتِلَ عَمَّارٌ، فَمَاذَا؟ قَالَ عَمْرٌو: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” تَقْتُلُهُ الْفِئَةُ الْبَاغِيَةُ ” فَقَالَ لَهُ مُعَاوِيَةُ: دُحِضْتَ فِي بَوْلِكَ، أَوَنَحْنُ قَتَلْنَاهُ؟ إِنَّمَا قَتَلَهُ عَلِيٌّ وَأَصْحَابُهُ، جَاءُوا بِهِ حَتَّى أَلْقَوْهُ بَيْنَ رِمَاحِنَا، – أَوْ قَالَ: بَيْنَ سُيُوفِنَا

Ketika ‘Ammaar bin Yaasir Rodhiyallahu ‘anhu dibunuh, ‘Amr bin Hazm segera menemui ‘Amr bin al-‘Ash Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : “’Ammaar telah dibunuh, padahal Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “kaum pembangkang kelak akan membunuhnya”. Maka ‘Amr bin Ash Rodhiyallahu ‘anhu segera mengucapkan istirja, dan menemui Mu’awiyyah Rodhiyallahu ‘anhu. Mu’awiyyah Rodhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya : “ada apa ini?”, ‘Amr Rodhiyallahu ‘anhu menjawab : “’Ammaar telah terbunuh”. Lanjut Mu’awiyyah Rodhiyallahu ‘anhu : “’Ammaar telah dibunuh?, lalu kenapa?”, jawab ‘Amr Rodhiyallahu ‘anhu : “aku pernah mendengar Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “kaum pembangkang kelak akan membunuhnya”. Maka Mu’awiyyah mengomentarinya : “engkau tidak memiliki pendirian yang teguh, apakah kita yang membunuhnya?, bahkan yang membunuhnya adalah Ali dan rekan-rekannya, mereka yang membawanya sehingga mereka lah yang melemparkannya diantara tombak-tombak kita atau diantara pedang-pedang kita.

Bahkan kisah tentang terbunuhnya ‘Ammaar Rodhiyallahu ‘anhu di tangan orang-orang yang membangkang sudah tersebar dikalangan sahabat. Misalnya Abu Sa’id al-Khudri Rodhiyallahu ‘anhu juga pernah berkata :

كُنَّا نَحْمِلُ لَبِنَةً لَبِنَةً وَعَمَّارٌ لَبِنَتَيْنِ لَبِنَتَيْنِ، فَرَآهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَنْفُضُ التُّرَابَ عَنْهُ، وَيَقُولُ: «وَيْحَ عَمَّارٍ، تَقْتُلُهُ الفِئَةُ البَاغِيَةُ، يَدْعُوهُمْ إِلَى الجَنَّةِ، وَيَدْعُونَهُ إِلَى النَّارِ» قَالَ: يَقُولُ عَمَّارٌ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الفِتَنِ “

Dulu kami pernah membawa satu bata, satu bata (dalam pembangunan masjid –pent.), sedangkan ‘Ammaar membawa dua bata, dua bata, maka Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam melihatnya lalu mengibaskan debu yang menempel darinya, Beliau Sholallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “duhai ‘Ammaar, kelak kaum pembangkang akan membunuhnya, ia menyeru mereka kepada surga, sedangkan mereka menyerunya kepada neraka”. ‘Ammaar Rodhiyallahu ‘anhu pun berkata : “aku berlindung kepada Allah dari fitnah-fitnah” (HR. Bukhori).

Imam Shon’ani dalam Subulus Salam (2/375) menukil perkataan Imam Ibnu Abdil Barr terkait riwayat terbunuhnya ‘Ammaar kelak ditangan para pembangkang, kata beliau :

قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ تَوَاتَرَتْ الْأَخْبَارُ بِهَذَا

Ibnu Abdil Barr berkata : ‘riwayat tentang (terbunuhnya ‘Ammaar rodhiyallahu anhu –pent.) adalah mutawatir haditsnya.

Al Hafidz Ibnu Hajar juga mencoba menghitung siapa saja yang meriwayatkan hadits diatas dalam kitab beliau Fathul Baariy (1/543), kata beliau :

رَوَى حَدِيثَ تَقْتُلُ عَمَّارًا الْفِئَةُ الْبَاغِيَةُ جَمَاعَةٌ مِنَ الصَّحَابَةٍ مِنْهُمْ قَتَادَةُ بْنُ النُّعْمَانِ كَمَا تَقَدَّمَ وَأُمُّ سَلَمَةَ عِنْدَ مُسْلِمٍ وَأَبُو هُرَيْرَةَ عِنْدَ التِّرْمِذِيِّ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عِنْدَ النَّسَائِيِّ وَعُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ وَحُذَيْفَةُ وَأَبُو أَيُّوبَ وَأَبُو رَافِعٍ وَخُزَيْمَةُ بْنُ ثَابِتٍ وَمُعَاوِيَةُ وَعَمْرُو بْنُ الْعَاصِ وَأَبُو الْيُسْرِ وَعَمَّارٌ نَفْسُهُ وَكُلُّهَا عِنْدَ الطَّبَرَانِيِّ وَغَيْرِهِ وَغَالِبُ طُرُقِهَا صَحِيحَةٌ أَوْ حَسَنَةٌ وَفِيهِ عَنْ جَمَاعَةٍ آخَرِينَ يَطُولُ عَدُّهُمْ

Hadits terbunuhnya ‘Ammaar rodhiyallahu anhu oleh kelompok pembangkang diriwayatkan oleh sejumlah sahabat, diantaranya : Qotaadah bin Nu’man –sebagaimana telah berlalu-, Ummu Salamah –dalam riwayat Muslim-, Abu Huroiroh –dalam riwayat Tirmidzi-, Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash –dalam riwayat Nasa`i-, Utsman bin Affan, Hudzaifah, Abu Ayyub, Abu Roofi’, Khuzaimah bin Tsaabit, Mu’awiyyah, ‘Amr bin ‘Ash, Abul Yusri, dan ‘Ammaar sendiri –rodhiyallahu anhum ajma’in-, semuanya diriwayatkan oleh Thabrani dan selainnya, secara umum sanadnya shohih atau hasan, dan juga masih ada beberapa sahabat yang meriwayatkannya yang akan panjang jikelainnya, secara umum sanadnya shohih atau hasan, dan juga masih ada beberapa sahaa disebutkan –selesai-.

Sebagaimana judul bab bahwa dengan kabar dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bahwa kelak ‘Ammaar rodhiyallahu anhu akan dibunuh oleh kaum pembangkang dan ternyata kejadiannya adalah pada waktu perang Shiffiin, dimana ‘Ammaar rodhiyallahu anhu ternyata wafat ditangan pasukannya Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu, maka menunjukkan bahwa Ali rodhiyallahu anhu adalah di pihak yang benar dalam perselisihan tersebut. Berikut komentar para ulama terkait benarnya ijtihad Ali rodhiyallahu anhu dalam peperangan tersebut :

  1. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (6/619) berkata tentang hadits ‘Ammaar rodhiyallahu anhu :

وَفِي قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقْتُلُ عَمَّارًا الْفِئَةُ الْبَاغِيَةُ دَلَالَةٌ وَاضِحَةٌ عَلَى أَنَّ عَلِيًّا وَمَنْ مَعَهُ كَانُوا عَلَى الْحَقِّ وَأَنَّ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانُوا مُخْطِئِينَ فِي تَأْوِيلِهِمْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam : “kaum pembangkang kelak akan membunuh ‘Ammaar”, merupakan dalil yang gamblang bahwa Ali rodhiyallahu anhu dan yang bersamanya adalah pihak yang benar dan orang-orang yang memerangi mereka diatas pihak yang keliru dalam melakukan takwil. Wallahu A’lam.

  1. Imam Muslim dalam Syarah Shahih Muslim (18/40) berkata :

قَالَ الْعُلَمَاءُ هَذَا الْحَدِيثُ حُجَّةٌ ظَاهِرَةٌ فِي أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ مُحِقًّا مُصِيبًا وَالطَّائِفَةُ الْأُخْرَى بُغَاةٌ لَكِنَّهُمْ مُجْتَهِدُونَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِمْ

Para ulama mengatakan hadits ini hujjah yang sangat jelas bahwa Ali rodhiyallahu anhu adalah pihak yang benar, sedangkan kelompok yang lain adalah pembangkang,namun mereka mujtahid, sehingga tidak ada dosa atas mereka.

  1. Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya al-Muhalla (11/333) berkata :

وَإِنَّمَا قَتَلَ عَمَّارَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَصْحَابُ مُعَاوِيَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – وَكَانُوا مُتَأَوِّلِينَ تَأْوِيلَهُمْ فِيهِ – وَإِنْ أَخْطَئُوا الْحَقَّ – مَأْجُورُونَ أَجْرًا وَاحِدًا: لِقَصْدِهِمْ الْخَيْرَ.

‘Ammaar rodhiyallahu anhu dibunuh oleh pasukannya Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu, mereka melakukan takwil dalam peperangan tersebut, sekalipun mereka keliru dalam kebenaran, namun mereka mendapatkan 1 pahala, karena tujuan mereka meraih kebaikan.

  1. Imam Shon’ani dalam Subulus Salam (2/375) berkata :

وَالْحَدِيثُ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الْفِئَةَ الْبَاغِيَةَ مُعَاوِيَةُ وَمَنْ فِي حِزْبِهِ وَالْفِئَةَ الْمُحِقَّةَ عَلِيٌّ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – وَمَنْ فِي صُحْبَتِهِ

Hadits ini dalil bahwa kelompok pembangkang adalah Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu bersama dengan pasukannya dan kelompok yang benar Ali rodhiyallahu anhu bersama dengan pasukannya.

  1. Imam Ibnu Utsaimin dalam Majmu Fatawa wa Rosail (8/619) berkata :

فما جرى بين معاوية وعلي رضي الله عنهما صادر عن اجتهاد وتأويل. لكن لا شك أن عليا أقرب إلى الصواب فيه من معاوية، بل قد نكاد نجزم بصوابه، إلا أن معاوية كان مجتهدا. ويدل على أن عليا أقرب إلى الصواب أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: «ويح عمارا تقتله الفئة الباغية» ، فكان الذي قتله أصحاب معاوية، وبهذا عرفنا أنها فئة باغية خارجة على الإمام، لكنهم متأولون، والصواب مع علي إما قطعا وإما ظنا.

Apa yang terjadi antara Muawiyyah dan Ali Rodhiyallahu ‘anhumaa bersumber dari ijtihad dan takwil. Namun tidak ragu lagi bahwa Ali Rodhiyallahu ‘anhu lebih mendekati kepada kebenaran dibandingkan Mu’awiyyah Rodhiyallahu ‘anhu, bahkan hampir saja kami pastikan kebenarannya. Akan tetapi Mu’awiyyah Rodhiyallahu ‘anhu adalah seorang mujtahid.

Yang menunjukkan bahwa Ali Rodhiyallahu ‘anhu lebih mendekati kebenaran adalah Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam pernah bersabda : “duhai ‘Ammaar, kaum pembangkang akan membunuhnya”. Dan yang membunuh ‘Ammaar Rodhiyallahu ‘anhu ternyata adalah pasukannya Mu’awiyyah, oleh karenanya kita mengetahui bahwa kelompok Mu’awiyyah adalah yang membangkang dari Al Imam, namun mereka melakukan takwil, dan kebenaran ada di pihak Ali Rodhiyallahu ‘anhu entah secara pasti maupun dzhon.

  1. Asy-Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihiy pernah menjawab pertanyaan, dan sebagian jawabannya adalah sebagai berikut :

ذكر ابن كثير ما شجر بين الصحابة من كتب التاريخ، ولكنه كان يبين أن الصحابة إنما فعلوا ذلك عن اجتهاد، وأنهم بين مجتهد مصيب له أجران، وبين مجتهد مخطئ له أجر واحد.

والنصوص دلت على الخلاف الذي حصل بين الصحابة، فقد دلت النصوص على أن علياً رضي الله عنه ومن معه مصيبون، وأن معاوية ومن معه مخطئون

Ibnu Katsiir menyebutkan dalam kitab sejarahnnya, beberapa perselisihan yang terjadi dikalangan sahabat, namun apa yang terjadi diantara para sahabat adalah bersumber dari ijtihad masing-masing, sehingga mereka berada diantara mujtahid yang benar yang mendapatkan 2 pahal dan mujtahid yang keliru yang mendapatkan 1 pahala.

Nash-nash menunjukkan akan terjadinya perselisihan diantara para sahabat. Nash-nash juga menunjukkan bahwa Ali Rodhiyallahu ‘anhu dan orang yang bersamanya adalah pihak yang benar dan Mu’awiyyah dan orang yang bersamanya di pihak yang keliru.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: