MUKADIMAH TAFSIR SURAT AN NABA`

January 31, 2016 at 12:59 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

A. WAKTU DITURUNKANNYA SURAT AN NABA`

 

Para ulama sepakat bahwa surat An Naba` adalah Makiyyah, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Jauzi dalam kitab tafsirnya :

سورة عمّ يتساءلون وهي مكيّة كلّها بإجماعهم

Surat ‘amma yatasaa`aluun adalah makiyyah semuanya berdasarkan kesepakatan para ulama[1].

Selain an-Naba`, surat ini dinamakan juga dengan ‘Amma Yatasaa`luun, atau ‘Amma saja, sebagaimana ini juga dijadikan nama juz yakni juz ke-30 yang dimulai dengan surat ini. Imam Qurthubi mengatakan tentang nama surat ini :

سُورَةُ (عَمَّ) مَكِّيَّةٌ وَتُسَمَّى سُورَةُ (النَّبَأِ) وَهِيَ أَرْبَعُونَ أَوْ إِحْدَى وَأَرْبَعُونَ آيَةً

Surat ‘Amma adalah makiyyah dinamakan juga dengan surat an-Naba`, ia terdiri dari 40 atau 41 ayat[2].

 

B. KEUTAMAAN SURAT AN NABA`

 

Disebutkan ada sebuah hadits yang berisi tentang keutamaan-keutamaan surat dalam Al Qur’an bagi siapa yang membacanya, dan untuk surat An Naba` sendiri dikatakan bahwa :

وَمَنْ قَرَأَ عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ، سَقَاهُ اللَّهُ بَرْدَ الشَّرَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang membaca ‘Amma Yatasaa`aluun, Allah akan memberinya minum minuman yang dingin pada hari kiamat.

Haditsnya diriwayatkan oleh Imam Yahya bin al-Husain asy-Syajariy (w. 499 H) dalam kitabnya “Tartiibul Amaaliy” (no. 479) dari sahabat Ubay bin Ka’ab dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dalam hadits yang panjang berkaitan dengan keutamaan surat per surat yang ada di Al Qur’an. namun sepintas saya lihat didalam sanadnya ada seorang perowi yang bernama Salaam bin Sulaim al-Madaniy, Imam Bukhori berkata tentangnya : “para ulama mematrukkannya”. Sehingga sanad ini sangat lemah, dan sudah masyhur bahwa hadits-hadits yang berbicara tentang keutamaan surat per surat dalam Al Qur’an adalah buatan orang-orang yang merasa berbuat baik dengan membuat hadits-hadits tentangnya karena melihat sebagian kaum Muslimim banyak yang meninggalkan membaca Al Qur’an.

Contoh orang yang melakukan hal tersebut adalah Nuuh bin Abi Maryam, yang biografinya disebutkan oleh Imam al-Mizzi dalam Tahdzibul Kamaal, ia sebenarnya adalah seorang yang faqiih dan luas ilmunya, namun beliau keblinger sehingga membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan Al Qur’an. Imam al-Hakim berkata tentangnya :

أنه وضع حديث فضائل القرآن

Beliau memalsukan hadits tentang keutamaan-keutamaan Al Qur’an.

Asy-Syaikh Hisaamuddin ‘Afanah dalam fatawa Yas`alunak menyebutkan alasan Nuuh bin Abi Maryam melakukan pemalsuan hadits, kata beliau :

ومن أمثلة ما وضعوه في هذا السبيل حديث فضائل القرآن سورة سورة فقد اعترف بوضعه نوح بن أبي مريم واعتذر لذلك بأنه رأى الناس قد أعرضوا عن القرآن واشتغلوا بفقه أبي حنيفة ومغازي ابن إسحاق

Contoh apa yang mereka palsukan adalah hadits tentang keutamaan Al Qur’an surat per surat, yang terkenal memalsukannya adalah Nuuh bin Abi Maryam, beliau beralasan bahwa manusia telah berpaling dari Al Qur’an, dan mereka menyibukkan diri dengan fiqihnya Abu Hanifah serta Maghozinya ibnu Ishaq[3].

 

[1] Zaadul Mashiir (4/387).

[2] Al-Jaami’ li Ahkaamil Qur’an (19/ 169).

[3] Fatawa Yas`alunak (5/266).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: