DISEGERAKANNYA AZAB DI DUNIA MENUNJUKKAN HAMBA TERSEBUT MASIH DISAYANGI ALLAH

February 2, 2016 at 4:05 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

DISEGERAKANNYA AZAB DI DUNIA MENUNJUKKAN HAMBA TERSEBUT MASIH DISAYANGI ALLAH

 

Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah bersabda :

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَجَّلَ عُقُوبَةَ ذَنْبِهِ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ بِعَبْدٍ شَرًّا أَمْسَكَ عَلَيْهِ بِذَنَبِهِ حَتَّى يُوافِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ عِيرٌ

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla jika menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan menyegerakan siksaan atas dosanya di dunia. Dan jika Allah menghendaki kejelekan bagi seorang hamba, maka Dia akan membiarkan dosanya, hingga nanti pada hari kiamat akan dibayar dosanya semuanya, seolah-olah dosanya seperti ‘Iir (nama gunung di madinah).

Takhrij Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa orang sahabat sebagai berikut :

  1. Abdullah bin Mughofal rodhiyallahu anhu beliau berkata :

أَنَّ رَجُلًا لَقِيَ امْرَأَةً كَانَتْ بَغِيًّا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَجَعَلَ يُلَاعِبُهَا حَتَّى بَسَطَ يَدَهُ إِلَيْهَا، فَقَالَتِ الْمَرْأَةُ: مَهْ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ ذَهَبَ بِالشِّرْكِ – وَقَالَ عَفَّانُ مَرَّةً: ذَهَبَ بِالْجَاهِلِيَّةِ – وَجَاءَنَا بِالْإِسْلَامِ. فَوَلَّى الرَّجُلُ، فَأَصَابَ وَجْهَهُ الْحَائِطُ، فَشَجَّهُ، ثُمَّ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرَهُ، فَقَالَ: ” أَنْتَ عَبْدٌ أَرَادَ اللهُ بِكَ خَيْرًا.

Ada seorang sahabat yang bertemu dengan seorang shohabiyah yang dulunya adalah seorang pelacur, lalu laki-laki tersebut pun menggodanya sampai menjulurkan tangan kepadanya, maka sang wanita berkata : “mah (jangan lakukan itu!), karena Allah Azza wa Jalla telah mengikis kesyirikan pada diri kita – telah mengikis kejahilan-, lalu Islam datang kepada kita”. maka laki-laki tadi pun berpaling, (lalu sambil jalan) tiba-tiba wajahnya menabrak tembok, sehingga terluka, lalu ia mendatangi Nabi sholallahu alaihi wa salam dan menceritakan apa yang dialaminya, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “engkau seorang hamba yang Allah kehendaki kebaikan kepadamu”…Al Hadits.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad (no. 16806), Imam al-Hakim dalam al-Mustadrok (no. 1291), dan Imam Ibnu Hibban dalam Shahihnya (no. 2911) dari jalan Hammad bin Salamah, dari Yunus, dari al-Hasan, dari Abdullah bin Mughoffal rodhiyallahu anhu.

Semua perowinya tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Hammaad hanya dipakai oleh Imam Muslim. Namun ada kelemahan disini yaitu al-Hasan al-Bashri, sekalipun beliau Imam Ahlu Sunnah pada zamannya, namun beliau adalah seorang mudallis, dan disini beliau meriwayatkan dengan ‘an’anah, sehingga riwayatnya tidak bisa diterima.

  1. Anas bin Malik rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam Beliau bersabda : “Al Hadits”.

Haditsnya diriwayatkan oleh Imam Abu Ya’la dalam al-Musnad (no. 4254) dari jalan Ibnu Abi Syaibah, haddatsanaa Syabaabah, dari Laits, dari Yaziid bin Abi Habiib dari Sa’ad bin Sinaan dari Anas bin Malik rodhiyallahu anhu. Sedangkan Imam al-Hakim dalam al-Mustadrok (no. 8799) dari jalan Ibnu Luaiah dari Sinaan bin Sa’ad dari Anas.

Semua perowinya tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim, selain Sa’ad bin Sinaan, para ulama berbeda pendapat tentang status dan namanya, ada yang mengatakan namanya adalah Sinaan bin Sa’ad, Imam Ahmad mengatakan terjadi idhthirob (kegoncangan dalam menyebutkan namanya), Imam Nasa’i menilainya tidak tsiqoh. Imam Ibnu Ma’in mentsiqohkannya. Berdasarkan kesimpulan Al Hafidz Ibnu Hajar Sa’ad bin Sinaan adalah perowi shoduq memiliki hadits-hadits yang menyendiri, adapun Imam adz-Dzahabi berkesimpulan bahwa beliau dhoif. asy-Syaikh Husain Saliim Asad, pentahqiq kitab Musnad Abu Ya’laa mengomentari bahwa sanad hadits ini lemah.

  1. Abu Tamiimah al-Juhaimiy rodhiyallahu anhu beliau berkata :

بَيْنَا أَنَا فِي حَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ إِذْ بَصُرْتُ بِامْرَأَةٍ، فَلَمْ يَكُنْ لِي هَمٌّ غَيْرُهَا حَتَّى جَازَتْنِي، ثُمَّ أَتْبَعْتُهَا بَصَرِي، حَتَّى حَازَيْتُ الْحَائِطَ، فَالْتَفَتُّ فَأَصَابَ وَجْهِيَ وَأَدْمَانِي، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: هَلَكَتُ. فَقَالَ: «وَمَا ذَاكَ يَا أَبَا تَمِيمَةَ؟» فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَجَّلَ لَهُ عُقُوبَةَ ذَنْبِهِ فِي الدُّنْيَا، وَرَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَكْرَمُ مِنْ أَنْ يُعَاقِبَ بِذَنْبٍ مَرَّتَيْنِ»

Ketika aku berada di dekat tembok yang di kota Madinah, tiba-tiba aku melihat seorang wanita, tidak ada yang memperhatikannya selainku sampai ia lewat dihadapanku, lalu aku tetap melihatnya, sambil aku melewati tembok, ketika aku berpaling tiba-tiba wajahku menabrak tembok sehingga aku berdarah, lalu aku mendatangi Nabi sholallahu alaihi wa salam, aku berkata : ‘binasalah aku’, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “ada apa wahai Abu Tamiimah?”, lalu aku menceritakannya, kemudian Beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla jika menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan menyegerakan siksaan atas dosanya di dunia, Rabb kita lebih mulia untuk menghukum sebuah dosa dua kali.

Haditsnya diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (no. 5315) dari jalan Hisyaam bin Laahiq, ‘Aashim al-Ahwaam dari Abu Tamiimah rodhiyallahu anhu.

Hisyaam bin Laahiq dikatakan oleh Imam Bukhori memiliki hadits-hadits yang mungkar. Oleh karenanya sanad ini sangat lemah.

  1. Abdullah bin Abbas rodhiyallahu anhu berkata :

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيلُ وَجْهُهُ دَمًا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي اتَّبَعْتُ امْرَأَةً، فَلَقِيَنِي رَجُلٌ فَصَنَعَ بِي مَا تَرَى، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَجَّلَ عُقُوبَةَ ذَنْبِهِ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ بِعَبْدٍ شَرًّا أَمْسَكَ عَلَيْهِ بِذَنَبِهِ حَتَّى يُوافِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ عِيرٌ»

Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dalam keadaan wajahnya berlumuran darah, lalu ia berkata : “wahai Rasulullah aku memandangi seorang wanita terus, lalu aku bertemu dengan seorang laki-laki, lalu ia melakukan seperti yang engkau lihat, maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “Al Hadits”.

Haditsnya diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 11842) dari jalan haddatsanaa ‘Abbad bin Ya’qub al-Asadiy, haddatsanaa Abdur Rokhman bin Muhammad bin Ubaidillah al-‘Arzamiy, dari Syaibaan, dari Qotaadah dari ‘Ikrimah, dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu.

‘Ubbaad, perowi rofidhoh. Dan Abdur Rokhman didhoifkan oleh Imam Daruquthni, sehingga sanad ini juga lemah.

Imam Al Albani memasukkan hadits diatas dalam kitabnya Silsilah Ahaadits ash-Shahihah (no. 1220) beliau menjadikan hadits Anas sebagai pokok dan menjadikan haditsnya Abdullah bin Mughoffal rodhiyallahu anhu dan Abdullah bin Abbas rodhiyallahu anhu sebagai syawahidnya. Demikian juga asy-Syaikh Syu’aib Arnauth ketika memberikat tahqiq untuk hadits Abdullah bin Mughoffal rodhiyallahu anhu beliau mengatakan haditsnya Shahih lighoirihi, beliau menjadikan hadits Anas bin Malik dan hadits ‘Ammar bin Yaasir rodhiyallahu anhu sebagai syawahid.

Namun saya belum menemukan haditsnya ‘Ammar bin Yaasir rodhiyallahu anhu, asy-Syaikh Syu’aib Arnauth mengatakan haditsnya ‘Ammar rodhiyallahu anhu diriwayatkan oleh :

وآخر من حديث عمار بن ياسر، أورده الهيثمي في “مجمع الزوائد” 10/192، وقال: رواه الطبراني، وإسناده جيد، فالحديث صحيح بهذين الشاهدين.

Syahid yang lain dari haditsnya ‘Ammar bin Yaasir rodhiyallahu anhu, disebutkan oleh al-Haitsami dalam “Majmuz Zawaid (10/192), beliau berkata : ‘diriwayatkan oleh Thabrani dan sanadnya Jayyid’. Maka haditsnya shahih dengan 2 syahid tersebut.

Namun penilaian Jayyid untuk hadits ‘Ammaar rodhiyallahu anhu ditentang oleh asy-Syaikh Nabiil bin Manshuur dalam kitabnya yang sangat bagus yang berjudul Aniis as-Saariy (1/263) yang berisi takhrij dan tahqiq hadits-hadits yang disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Baari. Kitab ini dicetak sebanyak 11 jilid oleh Muasasah ar-Royaan, Beirut Lebanon. Haditsnya ‘Ammaar rodhiyallahu anhu melalui jalan al-Hasan al-Bashri dari ‘Ammaar rodhiyallahu anhu, beliau berkata mengomentari sanad ini :

قلت: بل ضعيف لانقطاعه، قال المنذري والمزي والعسقلاني: الحسن لم يسمع من عمار بن ياسر” الترغيب 1/ 147 – تهذيب الكمال 6/ 98 – الفتح 13/ 310

Bahkan hadits ini lemah, karena terjadi keterputusan. Al-Mundziri, al-Mizzi, dan al-‘Asqolaniy berkata : ‘al-Hasan tidak pernah mendengar dari ‘Ammaar bin Yaasir rodhiyallahu anhu’ (at-Targhiib (1/147), tahdzibul Kamaal (6/98), dan al-Fath (13/310).

Kemudian asy-Syaikh Nabiil dalam kitab yang sama mengatakan bahwa terdapat juga hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu, kata beliau :

وأما حديث أبي هريرة فأخرجه ابن عدي في “الكامل” كما في “إتحاف السادة المتقين” (9/ 145)

Adapun haditsnya Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dikeluarkan oleh Ibnu Adiy dalam “Al-Kaamil” sebagaimana dalam Itihaafus Saadah al-Muttaqiin (9/145).

Namun beliau tidak menyebutkan sanad, maupun penilaian untuk haditsnya Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu ini.

Jadi kesimpulannya hadits diatas diriwayatkan dari 6 orang sahabat yaitu : Anas bin Malik, Abdullah bin Mughoffal, Abdullah bin ‘Abbas, Abu Tamiimah, ‘Ammaar bin Yaasir, dan Abu Huroiroh rodhiyallahu anhum ajma’in. Namun masing-masing jalannya tidak terlepas dari kelemahan, namun dengan menggabungkan jalannya maka bisa saling menguatkan terutama jalan dari Abdullah bin Mughoffal, Ammaar bin Yaasir dengan Anas bin Malik rodhiyallahu anhu yang memiliki kesalahan yang minim. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari menilainya sebagai hadits shahih, sedangkan asy-Syaikh Nabiil bin Manshuur,hanya menilainya hasan, dan saya cenederung kepada pendapat yang terakhir. Wallahu A’lam.

Hadits diatas memberikan faedah :

  • Bersyukurlah seorang hamba yang masih mendapatkan siksa/hukuman atau sesuatu yang tidak menyenangkan di dunia, karena ternyata itu adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, sehingga hal-hal yang tidak menyenangkan tersebut adalah sebagai penebus dosa terhadap dosa-dosa yang dilakukannya. Sebagaimana dalam hadits yang sangat banyak sekali, diantaranya adalah hadits Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى، مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ، إِلَّا حَطَّ اللَّهُ لَهُ سَيِّئَاتِهِ، كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Tidaklah seorang muslim yang tertusuk duri atau sakit atau yang semisalnya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya, sebagaiman gugurnya daun dari pepohonam (muttafaqun ‘alaih).

  • Cepatnya hukuman menunjukkan bahwa hamba tersebut masih dijaga oleh Allah dalam kebaikan.
  • Seorang yang ketika bergelimang dengan kemaksiatan, namun malah ia merasakan kenikmatan-kenikmatan seperti hartanya yang malah bertambah, maka ia harus mawas diri, jangan-jangan itu adalah istidraj dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam :

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ، فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ” ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ} [الأنعام: 44]

Jika engkau melihat Allah memberi kenikmatan dunia kepada seorang hamba apa yang disenanginya, atas kemaksiatannya, maka itu hanyalah sebagai istidraj. Lalu Beliau membaca : {Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa} (QS. Al An’aam : 44). (HR. Ahmad dan selainnya, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: