2E. Bab Kapan Sholat Batal dan kepada Siapa Gugur Kewajiban Sholat

February 3, 2016 at 2:44 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

2E. Bab Kapan Sholat Batal dan kepada Siapa Gugur Kewajiban Sholat

 

(5 – باب متى تبطل الصلاة؟ وعمن تسقط؟)

فصل: وتبطل الصلاة بالكلام، وبالاشتغال بما ليس منها،

Pasal : sholat batal karena bicara[1], menyibukkan diri dengan sesuatu yang bukan

وبترك شرط أو ركن عمداً.

bagian dari sholat[2], dan meninggalkan syarat atau rukun dengan sengaja.

فصل: ولا تجب على غير مُكلَّف، وتسقط عمن عجز عن الإشارة،

Pasal : sholat tidak wajib bagi orang yang belum mukallaf, sholat gugur dari orang

وعمن أُغمي عليه حتى خرج وقتها،

yang tidak mampu berisyarat, dan dari orang yang tertutup akalnya sampai keluar

ويصلي المريض قائماً،

waktunya. Orang yang sakit sholat dengan berdiri, lalu (jika tidak mampu), sholat

ثم قاعداً، ثم على جَنْب.

dengan duduk, (jika tidak mampu juga) dengan berbaring[3].

 

[1] Berdasarkan hadits Zaid bin Arqom Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

كُنَّا نَتَكَلَّمُ فِي الصَّلَاةِ يُكَلِّمُ الرَّجُلُ صَاحِبَهُ وَهُوَ إِلَى جَنْبِهِ فِي الصَّلَاةِ حَتَّى نَزَلَتْ {وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ} [البقرة: 238] فَأُمِرْنَا بِالسُّكُوتِ، وَنُهِينَا عَنِ الْكَلَامِ

Kami dulu berbicara ketika sholat, orang-orang saling bercakap-cakap dengan teman disebelahnya ketika sholat, sampai turun Firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa : { Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’}. Maka kami diperintah untuk diam dan kami dilarang untuk berbicara (muttafaqun ‘alaih, ini lafadz Muslim).

[2] Yang dimaksud adalah gerakan yang orang lain secara yakin mengatakan bahwa itu bukan sholat (Fiqhus Sunnah 1/273).

[3] Berdasarkan hadits Imroon bin Hushoin Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلاَةِ، فَقَالَ: «صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ»

Saya terkena penyakit bawasir, lalu aku bertanya Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam tentang sholatku, Beliau berkata : “sholatlah dengan duduk, jika tidak bisa dengan duduk, dan jika tidak bisa dengan berbaring miring” (HR. Bukhori).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: