C. ASBAABUN NUZUL SURAT AN NABA`

February 3, 2016 at 3:07 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

C. ASBAABUN NUZUL SURAT AN NABA`

 

Telah datang sebuah riwayat yang menyebutkan Asbabun Nuzul untuk surat An Nabaa`. Imam Suyuthi dalam kitabnya Lubaabun Nuquul (hal. 208) berkata :

أخرج ابن جرير وابن أبي حاتم عن الحسن قال لما بعث النبي صلى الله عليه وسلم جعلوا يتساءلون بينهم فنزلت عم يتساءلون عن النبإ العظيم

Diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dan Ibnu Abi Haatim dari al-Hasan al-Bashri beliau berkata : “ketika Nabi sholallahu alaihi wa salam diutus, mereka (kafir Quraisy) saling bertanya-tanya, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan : {Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar}.

Asy-Syaikh Saliim bin ‘Ied al-Hilaali dan asy-Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr yang berkolaborasi menulis riwayat-riwayat tentang asbaabun nuzul dengan sangat lengkap, kemudian memberikan penilaian status-status riwayat-riwayat tersebut berdasarkan kaedah-kaedah ilmu hadits. Kitabnya mereka beri judul dengan al-Istii’ab fii Bayaanil Asbaab, telah dicetak oleh Daar Ibnul Jauzi, Saudi Arabia sebanyak 3 jilid. Kelihatannya ini adalah kitab pertama yang berisi ensiklopedi asbaabun nuzul baik yang shahih maupun yang dhoif, yang berkenaan dengan asbaab untuk surat maupun ayat dalam Al Qur’anul Kariim. Jazakumaalah khoir atas dua syaikh yang terhormat dalam usaha mereka berdua berkhidmat kepada Kitabullah. Mereka berdua berkata tentang riwayat Asbabun nuzul diatas :

قلنا: وهذا سند ضعيف؛ لإرساله، ومراسيل الحسن كالريح. وذكره السيوطي في “الدر المنثور” (8/ 390) وزاد نسبته لعبد بن حميد وابن المنذر وابن أبي حاتم.

Sanad ini dhoif, karena mursal dan mursalnya al-Hasan seperti angina. Imam Suyuthi menyebutkannya dalam “ad-Durul Mantsuur” (8/390), kemudian menambahkan penisbatannya perowinya kepada Abdu bin Humaid, Ibnul Mundzir, dan Ibnu Abi Haatim.

Oleh karenanya, al-‘Alamah Muqbil bin Hadi tidak melirik riwayat ini, sehingga tidak memasukkannya kedalam kitabnya yang berkenaan dengan asbaabun nuzul yang beliau namakan “ash-Shahihul Musnad min Asbaabin Nuzul” yang telah dicetak oleh Maktabah Ibnu Taimiyyah, Kairo Mesir. Kitab ini hanya berisi riwayat-riwayat yang beliau anggap shahih berkenaan dengan Asbaabun nuzul ayat-ayat dalam Al Qur’an.

Kemudian saya temukan riwayat lainnya dari kitab tafsirnya Imam Manshuur bin Muhammad as-Sam’aaniy (w. 489 H) yang berkata tentang sababun nuzulnya :

أَن رَسُول الله لما بعث ودعا الْمُشْركين إِلَى التَّوْحِيد جعل بَعضهم يسْأَل بَعْضًا فبماذا بعث مُحَمَّد؟ وَإِلَى مَاذَا يَدْعُو؟ فَأنْزل الله تَعَالَى هَذِه الْآيَة.

Bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam ketika diutus dan mengajak orang-orang musyrikin kepada tauhid, orang-orang Musyrikin saling bertanya satu sama lainnya, dengan apa Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa salaam diutus?, dan apa misi yang Beliau dakwahkan?, lalu Allah Subhanahu wa Ta’alaa menurunkan ayat ini.

Namun Imam as-Sam’aaniy tidak menyebutkan sanad untuk riwayat ini sehingga gelap untuk dijadikan sandaran.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: