MERAPATKAN SHOF TERMASUK KESEMPURNAAN SHOLAT

February 6, 2016 at 11:28 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MERAPATKAN SHOF TERMASUK KESEMPURNAAN SHOLAT

 

Imam Bukhori berkata dalam kitab Shahihnya :

بَابُ إِلْزَاقِ المَنْكِبِ بِالْمَنْكِبِ وَالقَدَمِ بِالقَدَمِ فِي الصَّفِّ

Bab melekatkan pundak dengan pundak, kaki dengan kaki dalam shof.

Kemudian Imam Bukhori menyebutkan dua buah hadits yaitu :

وَقَالَ النُّعْمَانُ بْنُ بَشِيرٍ: «رَأَيْتُ الرَّجُلَ مِنَّا يُلْزِقُ كَعْبَهُ بِكَعْبِ صَاحِبِهِ»

An-Nu’man bin Basyiir berkata : “aku melihat seseorang dari kami melekatkan mata kakinya dengan mata kaki temannya.

Ini adalah hadits Mu’alaq karena Imam Bukhori tidak menyebutkan sanadnya, namun para ulama hadits lainnya meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada an-Nu’man rodhiyallahu anhu, misalnya apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad (no. 18430), Imam Abu Dawud dalam Sunannya (no. 662), Imam Ibnu Hibban dalam Shahihnya (no. 2176), dan Imam Daruquthni dalam Sunannya (no. 1093) semuanya dari jalan Zakariyaa bin Abi Zaidah, dari Abil Qoosim Husain bin al-Haarits, bahwa ia mendengar an-Nu’maan bin Basyiir rodhiyallahu anhu berkata :

أَقْبَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَجْهِهِ عَلَى النَّاسِ، فَقَالَ: ” أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ، ثَلَاثًا، وَاللهِ لَتُقِيمُنَّ صُفُوفَكُمْ، أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ ” قَالَ: ” فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يُلْزِقُ كَعْبَهُ بِكَعْبِ صَاحِبِهِ، وَرُكْبَتَهُ بِرُكْبَتِهِ، وَمَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِهِ

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menghadapkan wajahnya kepada orang-orang lalu berkata : “tegakkanlah shof-shof kalian (3 kali), demi Allah sungguh tegakkanlah shof-shof kalian atau Allah akan memalingkan hati-hati kalian”. Kemudian an-Nu’maan rodhiyallahu anhu berkata : “aku melihat seseorang melekatkan mata kakinya dengan mata kaki temannya, lututnya dengan lutut temannya, dan pundaknya dengan pundak temannya.

Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth dalam Ta’liq terhadap Musnad Ahmad berkata :

صحيح، إلا أن قوله “وركبته بركبته”، قد انفرد به أبو القاسم الجدلي، وهو حسين بن الحارث، وهو صدوق حسن الحديث،

Shahih, kecuali perkataannya : ‘lutut dengan lutut’, ini adalah kesendirian Abul Qoosim al-Jadaliy,yaitu Husain bin al-Haarits, beliau perowi yang shoduq hasanul hadist.

Adapun hadits yang kedua yang dibawakan oleh Imam Bukhori dalam babnya tersebut yaitu perkataan beliau :

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي، وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ، وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ»

Haddatsanaa ‘Amr bin Khoolid ia berkata, haddatsanaa Zuhair, dari Humaid, dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salaam Beliau bersabda : “tegakkanlah shof-shof kalian, sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungku”.

Salah seorang diantara kami melekatkan pundaknya kepada pundak temannya, dan kakinya kepada kaki temannya”.

Semua perowinya adalah para perowi tsiqoh.

 

Penjelasan Hadits :

Para ulama mengatakan bahwa Imam Bukhori tidak hanya pakar dalam bidang hadits, namun beliau juga ahli fiqih, dan pendapat-pendapat fiqihnya tertuang dalam judul bab kitab Shahih Bukhorinya tersebut. Sehingga dengan perkataan beliau : “bab melekatkan pundak dengan pundak, kaki dengan kaki dalam shof” menunjukkan bahwa beliau beristimbat dengan hadits an-Nu’man dan Anas bin Malik rodhiyallahu anhu tentang disyariatkannya untuk merapatkan shof dengan tatacaranya jamaah sholat saling menempelkan pundak dan kakinya dengan orang yang disebelahnya.

Hasil istimbat Imam Bukhori juga diamini oleh para pensyarah kitab Shahih Bukhori, diantara mereka adalah :

  1. Imam ibnu Bathol (w. 449 H) dalam kitabnya Shahih Bukhori (2/348) berkata :

هذه الأحاديث تفسر قوله عليه السلام: (تراصُّوا فى الصف) ، وهذه هيئة التراص،

Kedua hadits (yaitu hadits an-Nu’man dan Anas rodhiyallahu anhumaa –pent.) merupakan tafsir dari sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam : “rapihlan dalam shof”, dan inilah bentuk tarosu tersebut.

  1. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Baariy (2/211) berkata :

الْمُرَادُ بِذَلِكَ الْمُبَالَغَةُ فِي تَعْدِيلِ الصَّفِّ وَسَدِّ خَلَلِهِ وَقَدْ وَرَدَ الْأَمْرُ بِسَدِّ خَلَلِ الصَّفِّ وَالتَّرْغِيبِ فِيهِ فِي أَحَادِيثَ كَثِيرَةٍ

Yang dimaksud dengannya adalah al-mubalaghoh (penyangatan) dalam meluruskan shof, dan menutup celah shof. Telah datang perintah untuk merapatkan celah shof dan anjuran padanya dalam hadits-hadits yang sangat banyak.

  1. Al Hafidz Ibnu Rojab al-Hanbali (w. 795 H) dalam kitab syarah Bukhorinya yang juga berjudul Fathul Baari (6/282) berkata :

حديث أنس هذا: يدل على أن تسوية الصفوف: محاذاة المناكب والأقدام.

Hadits Anas rodhiyallahu anhu ini menunjukkan bahwa meluruskan shof adalah dengan menyatukan pundak dan kaki.

Begitu juga pensyarah kitab Shahih Bukhori lainnya, mereka menukil perkataan Al Hafidz Ibnu Hajar ketika menjelaskan hadits dalam judul bab tersebut, seperti : al-Qostalaaniy dalam Irsyaadul Saariy, Muhammad Anwar Syah dalam Faidhul Baari, dan Zakariyaa al-Anshori dalam Minhatul Baari.

Kemudian ulama madzhab misalnya dari kalangan Syafi’iyyah juga menyebutkan tata cara merapatkan shof seperti yang dikatakan oleh an-Nu’maan dan Anas rodhiyallahu anhumaa, misalnya :

  1. Imam Nawawi dalam al-Majmu Syarah al-Mudzab (1/422) mengatakan :

وَقَوْلُهُ يُلْصِقُ كَعْبَهُ بِكَعْبِ صَاحِبِهِ وَمَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِهِ إخْبَارٌ عَنْ شِدَّةِ مُبَالَغَتِهِمْ فِي إقَامَةِ الصُّفُوفِ وَتَسْوِيَتِهَا.

Ucapannya : melekatkan mata kaki dengan mata kaki temannya dan pundaknya dengan pundak temannya, ini adalah khabar tentang (penyangatan yang berlebih) dalam menegakkan shoff dan meluruskannya.

  1. Imam asy-Syairozi dalam al-Muhadzab (1/180-181) ketika menyampaikan anjuran Imam untuk memerintahkan jama’ahnya merapatkan shof, beliau menukil ucapan Anas rodhiyallahu anhu yang berkata :

قال أنس – رواية – فلقد رأيت أحدنا يلصق منكبه بمنكب صاحبه، وقدمه بقدمه.

Anas rodhiyallahu anhu berkata : “aku melihat Salah seorang diantara kami melekatkan pundaknya kepada pundak temannya, dan kakinya kepada kaki temannya” -selesai.

Maka dalam hal ini ada isyarat dari al-Imam bahwa kaifiat merapatkan shof adalah seperti yang dikatakan oleh Anas rodhiyallahu anhu.

  1. Asy-Syaikh al-Bakri dalam I’anatut Tholibiin (2/29) juga mengatakan hal yang senada.

Begitu juga dengan ulama dari madzhab lain seperti dari madzhab Hanbali, asy-Syaikh Musa al-Hijaawi dalam kitabnya Zaadul Mustaqni’ berkata :

(و) تسن (تسوية الصف) بالمناكب والأكعب

Disunahkan untuk meluruskan shof dengan (merapatkan) pundak-pundak dan mata kaki-mata kaki.

Ulama lainnya lagi seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Syarah Umdahtul Ahkam –sifat Sholat- (hal. 42) mengatakan :

قال أبو عبد الله: تسوية الصفوف ودنو الرجال بعضهم من بعض, من تمام الصلاة, وترك ذلك نقص في الصلاة.

أحدها: تسوية الصف وتعديله وتقويمه, حتى يكون كالقدح, وذلك يحصل بالمحاذاة بالمناكب والرُّكَب والكِعاب, دون أصابع الرجلين.

والثاني: التراص فيه وسد الخلل والفُرج, حتى يلصق الرجل منكبه بمنكب الرجل, وكعبه بكعبه.

Abu Abdillah mengatakan : ‘meluruskan shof adalah dengan mendekatkan kaki satu sama lainnya, ini termasuk kesempurnaan sholat, dan meninggalkan hal ini merupakan kekurangan dalam sholat.

Yang pertama, meluruskan shof dan menegakkanya hingga seperti anak panah, hal ini dihasilkan dari menyatukan pundak, lutut dan mata kaki, bukan sekedar jari kaki,

Yang kedua, baris dengan rapi dan menutupi celah yang kosong, hingga pundak seseorang menempel dengan pundak lainnya dan mata kaki dengan mata kaki temannya.

Akhirnya kita semoga dapat menghidupkan sunah ini, yang kebanyakan manusia meninggalkannya, dan penegakkan sunah ini adalah ciri khas pengikut ahli hadits pada zaman ini. Berkata asy-Syaikh Ubaidillah bin Muhammad bin Abdus Salam bin Khoon (w. 1414 H) dalam kitabnya Muro’aatil Mafaatih Syarah Misykatul Mashoobih (4/5) :

قال شيخنا في إبكار المنن بعد ذكر قولي النعمان وأنس: فظهر أن إلزاق المنكب بالمنكب والقدم بالقدم في الصف سنة، قد عمل بها الصحابة خلف النبي – صلى الله عليه وسلم -، وهو المراد بإقامة الصف وتسوية على ما قال الحافظ – انتهى. وجزى الله أهل الحديث أحسن ما يجزى به الصالحون، فانهم أحيوا هذه السنة التي تهاون الناس بها لاسيما المقلدون لأبي حنيفة، فإنهم لا يلزقون المنكب بالمنكب في الصلاة فضلاً عن إلزاق القدم بالقدم والكعب بالكعب، بل يتركون في البين فرجة قد شبر أو أزيد، بل ربما يتركون فصلاً يسع ثالثاً وإذا قام أحد من أصحاب الحديث في الصلاة مع حنفي وحاول لإلصاق قدمه بقدمه اتباعا للسنة نحى الحنفي قدمه حتى يضم قدميه

Syaikhunaa berkata mengingkari orang-orang setelah menyebutkan perkataan an-Nu’maan dan Anas rodhiyallahu anhumaa : ‘maka jelaslah bahwa menempelkan pundak dengan pundak, kaki dengan kaki dalam shof adalah sunah, telah diamalkan oleh sahabat dibelakang shof Nabi sholallahu alaihi wa salam, dan inilah yang dimaksud dengan menegakkan dan meluruskan shof, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hafidz –selesai-.

Semoga Allah membalas ahlu hadits dengan balasan yang terbaik seperti balasan bagi orang-orang sholih, karena mereka telah menghidupkan sunnah ini yangmana kebanyakan manusia menggampangkannya, terlebih lagi orang-orang yang taklid kepada Abu Hanifah, mereka tidak mau menempelkan pundak dengan pundak dalam sholat, apalagi menempelkan kaki dengan kaki, mata kaki dengan mata kaki, bahkan mereka sengaja membiarkan jarak antar sesamanya dengan satu jengkal atau lebih, bahkan terkadang membiarkan celah yang cukup untuk orang ketiga. Jika salah seorang dari ashabul hadits mengamalkan sunah ini dalam sholat bersama orang hanafiyyah, dan mencoba untuk melekatkan kakinya dengan kaki mereka, dalam rangka mengikuti sunnah, maka orang hanafiy akan menarik kakinya sampai-sampai mereka merapatkan kedua kakinya sendiri.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: