DURORUL BAHIYYAH : 8A. HAL-HAL YANG DIHARAMKAN DALAM PERNIKAHAN

March 13, 2016 at 1:46 am | Posted in fiqih | Leave a comment

8A. Hal-Hal yang Diharamkan dalam Pernikahan

 

(باب المحرمات في النكاح)

ويحرم على الرجل أن ينكح زانية أو مشركة؛

Diharamkan bagi laki-laki menikahi wanita pezina atau musyrik, begitu juga

والعكس، ومن صرّح القرآن بتحريمه،

kebalikannya[1], kemudian menikahi wanita yang dijelaskan dalam Al Qur’an[2],

والرضاع كالنسب،

saudara sepersusuan seperti saudara kandung[3], menggabungkan antara

والجمع بين المرأة وعمتها، أو خالتها،

wanita dengan bibi dari pihak ayahnya atau dari pihak ibunya[4]. Jika memiliki

وما زاد على العدد المباح؛ للحر والعبد،

istri lebih dari satu adalah mubah[5], bagi seorang yang merdeka dan budak[6].

وإذا تزوج العبد بغير إذن سيده؛ فنكاحه باطل،

Jika seorang budak menikah tanpa izin tuannya, maka nikahnya batil[7]. Jika

وإذا أُعتقت الأمَة ملكت أمر نفسها، وخُيِّرت في زوجها.

seorang budak wanita jika dimerdekakan maka ia memiliki wewenang pada dirinya untuk memilih bertahan dengan suaminya atau tidak[8].

 

 

[1] Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa dalam surat An Nuur ayat ke-3 :

الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.

[2] Berdasarkan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat An Nisaa` ayat ke 22-23 :

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا (22) حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (23)

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[3] Berdasarkan hadits Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda :

يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ

Diharamkan menikahi saudara sepersusuan, sebagaimana diharamkan menikahi saudara senasab (Muttafaqun ‘Alaih).

[4] Berdasarkan hadits Jaabir rodhiyallahu anhu beliau berkata :

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُنْكَحَ المَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا أَوْ خَالَتِهَا

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam melarang menikahi wanita yang digabungkan dengan bibi dari pihak ayah atau bibi dari pihak ibunya (Muttafaqun ‘Alaih).

[5] Berdasarkan hadits Qois bin al-Haarits rodhiyallahu anhu beliau berkata :

أَسْلَمْتُ وَعِنْدِي ثَمَانُ نِسْوَةٍ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا»

Aku masuk Islam dan pada waktu itu aku punya 8 orang istri, lalu aku sebutkan hal tersebut kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam, maka Beliau berkata : “pilihlah 4 orang diantara mereka” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan selainnya, dishahihkan oleh Al Albani).

[6] Adapun budak laki-laki maka terdapat ijma dari sahabat bahwa seorang budak laki-laki hanya boleh menggabungkan istri maksimal 2 orang wanita, sebagaimana perkataan Umar bin Khothob rodhiyallahu anhu :

يَنْكِحُ الْعَبْدُ امْرَأَتَيْنِ وَيُطَلِّقُ تَطْلِيقَتَيْنِ

Seorang budak laki-laki (boleh) menikahi 2 orang wanita dan bercerai sebanyak 2 kali cerai (HR. Syafi’i, dishahihkan oleh Al Albani).

[7] Berdasarkan hadits Jaabir rodhiyallahu anhu bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda :

أَيُّمَا عَبْدٍ تَزَوَّجَ بِغَيْرِ إِذْنِ سَيِّدِهِ فَهُوَ عَاهِرٌ

Budak laki-laki mana saja yang menikah tanpa izin majikannya, maka ia telah berzina (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan selainnya, dihasankan Al Albani).

[8] Berdasarkan hadits Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata :

أَنَّ بَرِيرَةَ خَيَّرَهَا النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَكَانَ زَوْجُهَا عَبْدًا

Bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam memberikan hak pilihan kepada Bariiroh rodhiyallahu anha, dan suaminya pada waktu itu adalah seorang budak (HR. Muslim).

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: