TAFSIR IBNU ABBAS -Rodhiyallahu ‘anhu-

May 5, 2016 at 3:18 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

TAFSIR IBNU ABBAS -Rodhiyallahu ‘anhu-

 

Dikalangan pemerhati tafsir, ada sebuah kitab tafsir yang banyak dibicarakan, yakni sebuah kitab yang dinisbatkan kepada seorang sahabat mulia yang dijuluki sebagai Turjumul Qur’an yang merupakan maha guru dari ulama ahli tafsir pada zamannya. Bagaimana tidak beliau adalah salah seorang sahabat yang langsung didoakan oleh Rasulullah -Sholallahu ‘alaihi wa Salam- agar diberikan kepahaman dalam menafsirkan Al Qur’an. Nabi pernah berdoa untuk Abdullah bin Abbas -Rodhiyallahu ‘anhu- :

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ

“Ya Allah, berilah dia pemahaman dalam masalah agama dan ajarkanlah kepadanya tafsir.” [H.R. Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya, ini lafazh Imam Ahmad].

Sebagian ulama meragukan bahwa kitab tafsir yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas adalah tidak valid kepada beliau, dan ternyata memang benar bahwa kitab ini merupakan sebuah karya dari Imam Abu Thohir Muhammad bin Ya’quub al-Fairuuz Aabadiy (w. 817 H), penulis kitab kamus bahasa arab yang terkenal yang berjudul al-Qomuus al-Mukhiith, sebagaimana yang dikatakan oleh asy-Syaikh Haji Kholifah. Menurut asy-Syaikh Haji Kholifah, kitab tersebut berjudul “Tanwiirul Miqbaas min Tafsiiri Ibni Abbas” telah dicetak salah satunya oleh Daarul Kutubil ‘Ilmiyyah, Lebanon sebanyak 1 jilid sekitar 664 halaman. Setelah clear bahwa kitab ini adalah karya Imam al-Fairuuz Aabadiy, maka krititkan selanjutnya adalah jalan atau riwayat yang digunakan oleh penulis untuk menisbatkan sebuah tafsir kepada Abdullah bin Abbas -Rodhiyallahu ‘anhu-. Sebelum kita membicarakan riwayat yang digunakan Imam al-Fairuuz Aabadi, maka alangkah baiknya kita dengarkan penjelasan asy-Syaikh Manna’ al-Qohththon dalam kitabnya “Mabaahits fii Uluumil Qur’an” (hal. 392) terkait riwayat tafsir Ibnu Abbas. Kata beliau riwayat yang paling shahih yang dapat dijadikan pegangan untuk sampai kepada tafsir Ibnu Abbas adalah riwayat Ali bin Tholhah al-Haasyimiy, karena Imam Bukhori berpegang dengan riwayat ini dalam kitab shahihnya. Kemudian grade berikutnya adalah riwayat dari jalan Qois bin Muslim al-Kuufiy dari ‘Athoo bin as-Saaib. Adapun grade yang paling jelek adalah riwayat Muhammad bin Marwan as-Sudhiy Shoghir dan Muhammad bin as-Saaib al-Kalbiy, karena mereka berdua adalah perowi yang tertuduh berdusta.

Kembali kepada kitabnya Imam Fairuz Abadi yang mengumpulkan tafsir Ibnu Abbas, maka kritikannya adalah beliau menggunakan riwayat Muhammad bin Marwan as-Sudiy Shoghir dari al-Kalbi dari Abu Shoolih dari Ibnu Abbas -Rodhiyallahu ‘anhu-, sebagaimana hasil penelitian dari ulama kita yang telah mentelaah kitab Tafsir Ibnu Abbas ini, seperti yang dilakukan oleh : asy-Syaikh Sholih Alus Syaikh, DR. Muhammad Husain adz-Dzahabi, Masyhur bin Hasan, dan selain mereka. Oleh karenanya asy-Syaikh Shoolih Alu Syaikh mengingatkan dengan tegas :

فإذن تنوير المقباس موضوع مكذوب لا يجوز أن يُنظر فيه على أنه من تفاسير ابن عباس رضي الله عنهما، وإنما هو ملفق، وفيه بدع، وفيه أقوال مخترعة، وفيه مصائب عظيمة لا يجوز النظر فيه إلا لمن يعرف حاله من أهل العلم.

Jika demikian, maka kitab Tanwiirul Miqbaas adalah berisi riwayat palsu dan dusta, yang tidak diperbolehkan untuk membacanya dengan asumsi bahwa itu adalah penafsiran dari Ibnu Abbas -Rodhiyallahu ‘anhu-, karena didalamnya ada kebohongan, bid’ah, ucapan yang dibuat-buat, dan didalamnya berisi musibah yang besar. Tidak boleh membacanya, kecuali orang yang ingin meneliti keadaannya dari kalangan ulama.

Namun telah ada salah seorang ulama kita yang melakukan penelitian terhadap riwayat-riwayat tafsir Ibnu Abbas -Rodhiyallahu ‘anhu- yang beliau ambil dari kutub sunah. Kitab ini merupakan disertasi doctoral Abdul Aziz bin Abdullah al-Humaidy yang kemudian telah dicetak oleh Universitas Ulumul Quro’, Mekkah sebanyak 2 jilid, sekitar 1070 halaman tebalnya. Beliau memberi judul kitabnya “Tafsir Ibnu Abbas wa Marwiyatuhu fii at-Tafsiir min Kutubis Sunah. asy-Syaikh Sholih al-Munajid merekomendasikan kitab ini untuk dikaji.

DR. Abdul Aziz mengumpulkan seluruh riwayat yang shahihah atau hasan dari kitab-kitab hadits yang menyebutkan dengan sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas -Rodhiyallahu ‘anhu- terkait penafsiran sebuah ayat. Misalnya Firman Allah -Subhanahu wa Ta’aalaa- dalam surat Al Kautsar, penulis menukil penafsiran Ibnu Abbas terkait makna al-Kautsar dari kitab Shahih Bukhori, kata penulis :

قال الامام البخاري : حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ قَالَ: ” فِي الكَوْثَرِ: هُوَ الخَيْرُ الَّذِي أَعْطَاهُ اللَّهُ إِيَّاهُ “

Imam Bukhori berkata : telah menceritakan kepada kami Ya’quub bin Ibrohim, telah menceritakan kepada kami Husyaim, telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas -Rodhiyallahu ‘anhu- bahwa beliau berkata tentang “Al Kautsar” yaitu : “kebaikan yang sangat banyak yang diberikan Allah -Subhanahu wa Ta’aalaa- kepada Nabi-Nya -Sholallahu ‘alaihi wa Salam-“.

Tentunya pendapat-pendapat Ibnu Abbas tentang Al Qur’an masih banyak sisi yang layak untuk dikaji, misalnya dari sisi qiro’ah yang disandarkan kepadanya, riwayat-riwayat murid beliau terkait penafsiran Al Qur’an, manhaj beliau dalam menafsirkan Al Qur’an dan sebagainya.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: