SIKAP IMAM ASY-SYAFI’I TERHADAP PENDAPAT SAHABAT DALAM SUATU PERMASALAHAN ILMIAH YANG TIDAK ADA DALILNYA

August 14, 2016 at 10:57 am | Posted in Ushul Fiqih | Leave a comment

SIKAP IMAM ASY-SYAFI’I TERHADAP PENDAPAT SAHABAT DALAM SUATU PERMASALAHAN ILMIAH YANG TIDAK ADA DALILNYA

 

Asy-Syaikh Prof. Abdul Wahab Kholaf dalam kitabnya Ilmu Ushul Fiqih menulis analisa beliau terhadap Aimah mujtahidin dalam bersikap terhadap perbedaan para sahabat dalam suatu permasalahan ilmiah jika tidak terdapat nash dalam Al Qur’an maupun sunnah. Kata beliau :

فقال أبو حنيفة ومن وافقوه: إذا لم أجد في كتاب الله ولا سنة رسوله، أخذت بقول أصحابه من شئت وأدع قول من شئت، ثم لا أخرج عن قولهم إلى غيره

Abu Hanifah –rahimahullah- dan ulama yang bersepakat dengan beliau mengatakan, “jika aku tidak menemukan dalam Kitabullah dan juga Sunah Rasul-Nya (hukum tersebut-pent), maka aku mengambil pendapat salah seorang sahabat yang aku kehendaki dan meninggalkan pendapat sahabat lainnya yang aku kehendaki, kemudian aku tidak akan keluar dari pendapat salah seorang mereka, untuk mengambil pendapat selain (sahabat)”.

Sang Profesor menjelaskan bahwa sikap Imam Abu Hanifah dan yang pro dengannya adalah jika dalam permalasahan tersebut, umpamanya ada 3 sahabat yang berbeda pendapatnya, maka Imam Abu Hanifah tidak akan membuat pendapat yang ke-4 dan seterusnya, artinya dalam permasalahan tersebut dianggap ada ijma yang sah adalah 3 pendapat, tidak ada pendapat yang ke-4.

Kemudian sang Profesor menunjukkan analisanya kepada kita bahwa Imam asy-Syafi’I memiliki sikap yang berbeda dengan Imam Abu Hanifah, kata beliau :

وظاهر كلام الإمام الشافعي أنه لا يرى رأي واحد معين منهم حجة، ويسوغ مخالفة آرائهم جميعا، والاجتهاد في الاستنباط رأى آخر، لأنها مجموعة آراء اجتهادية فردية لغير معصومين، وكما جاز للصحابي أن يخالف الصحابي يجوز لمن بعدهما من المجتهدين أن يخالفهما، ولهذا قال الشافعي ” لا يجوز الحكم أو الإفتاء إلا من جهة خبر لازم، وذلك الكتاب أو السنة، أو ما قاله أهل العلم لا يختلفون فيه، أو قياس على بعض هذا “

Dhohirnya uacapan Imam asy-Syafi’I bahwa beliau tidak memandang pendapat salah seorang dari para sahabat adalah hujjah, sehingga boleh menyelisihi pendapat mereka semuanya. Ijtihad dalam mengambil kesimpulan hokum adalah pendapat lain, karena semua itu berasal dari ijtihad personal dari orang-orang yang tidak maksum (terbebas dari kesalahan). So, sebagaimana bolehnya salah seorang sahabat menyelisihi pendapat sahabat lainnya, maka hal ini berlaku juga bagi orang setelah mereka dari kalangan mujtahidun untuk menyelisihi dua orang sahabat yang berselisih tersebut. Oleh karenanya, Imam asy-Syafi’I berkata, “tidak boleh memutuskan hukum atau berfatwa kecuali dari dalil yang pasti, yaitu Kitabullah atau sunah Nabi, atau apa yang dikatakan para ulama yang tidak ada perselisihan padanya (ijma) atau kepada qiyas terhadap sebagian permasalah”[1] –selesai-.

Namun saya, penulis menemukan bahwa Imam asy-Syafi’I dalam kitabnya ar-Risalah bersikap sebagai berikut :

قال: أفرأيت إذا قال الواحد منهم القولَ لا ُيحفظ عن غيره منهم فيه له موافقةً، ولا خلافاً أتجد لك حجة باتباعه في كتاب أو سنة أو أمر أحمع الناس عليه، فيكونَ من الأسباب التي قلتَ بها خبراً؟
قلت له: ما وجدنا في هذا كتاباً ولا سنةً ثابتة، ولقد وجدنا أهل العلم يأخذون بقول واحدهم مرة، ويتركونه أخرى، ويتفرقوا في بعض ما أخذوا به منهم.

قال: فإلى أي شيء صرتَ من هذا؟

قلت: إلى اتباع قول واحد، إذا لم أجد كتاباً ولا سنة ولا إجماعاً ولا شيئاً في معناه ُيحكم له بحكمه، أو وُجد معه قياس.

وقلَّ ما يُوجَد من قول الواحد منهم، لا يخالفه غيره من هذا.

Ada yang berkata : “menurut anda, seandainya seorang sahabat mengeluarkan pendapat dan sahabat lain tidak tercatat mengeluarkan pendapat, baik sejalan maupun bertentangan, maka apakah anda menemukan argument untuk mengikuti pendapat tersebut didalam Al Qur’an atau sunnah, atau ijma, sehingga ia menjadi salah satu sebab anda mengeluarkan pendapat menurut khabar?”

Jawab Imam Syafi’I :  “saya tidak menemukan suatu ayat atau sunah yang valid mengenai hal ini. Kami mendapati para ulama sekali waktu mengambil pendapat seorang sahabat, lalu meninggalkannya pada kesempatan lain. Mereka pun berbeda pendapat dalam sebagian perkara yang mereka ambil dari para sahabat”.

Ada yang berkata : “bagaimana dengan sikap anda sendiri?”

Jawab Imam Syafi’I : “saya mengikuti pendapat seorang sahabat apabila aku tidak menemukan didalam Kitabullah, Sunah, dan Ijma tidak ditemukan perkara semakna yang menetapkan hukumnya, atau juga tidak ditemukan qiyas yang sejalan dengan hal itu. Sedikit sekali ditemukan pendapat seorang sahabat yang tidak diselisihi oleh sahabat lainnya”[2].

 

Kesimpulannya :

  1. Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’I serta yang sepakat dengan mereka, sama-sama memiliki sikap untuk menetapkan hukum berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah, dibandingkan mendahulukan pendapat sahabat yang “dianggap” tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Sunah.
  2. Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’I serta yang sepakat dengan mereka, sama-sama lebih memilih mengambil pendapat sahabat, jika dalam permasalahan tersebut tidak ter-nash-kan dalam Kitabullah dan Sunah.
  3. Imam Syafi’I lebih mendahulukan qiyas dibanding pendapat sahabat, jika Al Qur’an, Sunah dan Ijma kosong dari penunjukkan terhadap permasalahan tersebut.
  4. Pernyataan Prof. Abdul Wahab Kholaf, bahwa Imam Asy-Syafi’I akan menerapkan pendapat independen jika tidak ada penetapan suatu hukum dari Kitabullah, Sunah, ijma dan qiyas, tanpa mengambil pendapat sahabat kurang tepat, jika kita merujuk kepada pernyataan yang tegas dari Imam asy-Syafi’I didalam kitab yang dikatakan sebagai kitab Ushul Fiqih yang pertama, yaitu Ar-Risalah. Wallahul A’lam.

 

[1] Ilmu Ushul Fiqih, Maktabah Dakwah. Hal. 95-96

[2] Ar-Risaalah, dengan tahqiq dari Ahmad Muhammad Syakir, Maktabah al-Halabiy. Hal. 597-598

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: