SURAT UMAR KEPADA BAWAHANNYA

August 20, 2016 at 4:25 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

HADITS NO. 6

6 – وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَتَبَ إِلَى عُمَّالِهِ: ” إِنَّ أَهَمَّ أَمْرِكُمْ عِنْدِي الصَّلَاةُ. فَمَنْ حَفِظَهَا وَحَافَظَ عَلَيْهَا، حَفِظَ دِينَهُ. وَمَنْ ضَيَّعَهَا فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا أَضْيَعُ، ثُمَّ كَتَبَ: أَنْ صَلُّوا الظُّهْرَ، إِذَا كَانَ الْفَيْءُ ذِرَاعًا، إِلَى أَنْ يَكُونَ ظِلُّ أَحَدِكُمْ مِثْلَهُ. وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ بَيْضَاءُ نَقِيَّةٌ، قَدْرَ مَا يَسِيرُ الرَّاكِبُ فَرْسَخَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً، قَبْلَ غُرُوبِ الشَّمْسِ وَالْمَغْرِبَ إِذَا غَرَبَتِ الشَّمْسُ. وَالْعِشَاءَ إِذَا غَابَ الشَّفَقُ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ. فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ. فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ “. وَالصُّبْحَ وَالنُّجُومُ بَادِيَةٌ مُشْتَبِكَةٌ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Naafi’ –Maulaa Abdullah bin Umar – bahwasanya Umar bin khothob radhiyallahu ‘anhu menulis surat kepada para pegawainya : “sesungguhnya perkara yang paling penting menurutku adalah sholat, barangsiapa yang menjaganya dan memeliharanya, maka berarti ia telah menjaga agamanya, dan barangsiapa yang menyepelekannya, maka amalan lainnya akan lebih disepelekan”. Lalu beliau menulis : “sholatlah kalian sholat Dhuhur, jika bayangan kalian sudah sehasta sampai panjang bayangan kalian sama dengan tinggi kalian, adapun sholat Ashar maka ketika matahari masih tinggi dan putih jernih, dengan ukuran perjalanan sekitar dua atau tiga farsakh dengan naik kendaraan, sampai sebelum matahari tenggelam. Lalu maghrib ketika matahari telah tenggelam. Kemudian Isya, ketika syafaq merah telah lenyap sampai sepertiga malam. Maka barangsiapa yang tidur, maka jangan terlelap matanya, barangsiapa yang tidur, maka jangan terlelap matanya, barangsiapa yang tidur, maka jangan terlelap matanya. Sholat Subuh ketika bintang masih terlihat banyak”.
(Dhoif)
==============================================

Komentar : riwayat ini dhoif karena terjadi keterputusan sanad antara Naafi’ dengan Umar bin Khothob radhiyallahu ‘anhu.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: