QOUL JADID DAN QOUL QODIM IMAM ASY-SYAFI’I

August 29, 2016 at 2:21 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MENGENAL ISTILAH QOUL JADID DAN QOUL QODIM IMAM ASY-SYAFI’I

 

Salah satu kunci untuk mendapatkan faedah dari sebuah ilmu adalah dengan mengetahui mustholahaat / istilah-istilah yang diberlakukan dalam cabang ilmu tersebut. Pun begitu bagi seseorang yang ingin masuk mendalami fiqih Syafi’iyyah. Ada beberapa istilah yang sering digunakan oleh para ulama madzhab ini didalam kitab-kitab dan pelajaran mereka. Kali ini saya ingin mengangkat istilah berkaitan dengan qoul qodiim (pendapat lama) dan qoul jaded (pendapat baru) Imam asy-Syafi’i. saya nukilkan dari kitab yang ditulis oleh Prof. DR. Muhammad az-Zuhailiy dalam karya tulisnya yang berjudul “al-Mu’tamad fii al-Fiqhi asy-Syafi’I”, yang dicetak dalam 5 jilid oleh penerbit Daarul Qolam, Damaskus. Dalam mukadimah Profesor menyebutkan pengertian untuk qoul jadiid dan qoul qodiim sebagai berikut :

Jadiid (pendapat baru) adalah pendapat fiqih yang diucapkan oleh Imam asy-Syaafi’I di Mesir dalam bentuk tulisan atau fatwa. Yang meriwayatkan pendapat ini adalah : al-Buuthiy, al-Muzaniy, ar-Rabii’, al-Maroodiy, Harmalah dan selain mereka. Kitab-kitab yang ditulis yang berisi qoul jadiid, diantaranya adalah : al-Umm, al-Imlaa’, Mukhtashor al-Buuthiy dan Mukhtashor al-Muzaniy.

 

Qoul Qodiim (pendapat lama) adalah apa yang diucapkan Imam asy-Syafi’I pada waktu di Irak, baik dalam bentuk tulisan yakni dalam kitabnya al-Hujjah, atau berupa fatwa. Diantara mereka yang meriwayatkannya : Imam Ahmad bin Hanbal, az-Za’farooniy, al-Karoobisiy, dan Abu Tsaur. Imam asy-Syafi’I banyak merevisi pendapatnya yang lama.

 

Setiap masalah yang ada 2 pendapat dari Imam asy-Syafi’I yakni qodiim dan jadiid, maka yang jadiid adalah yang benar dan yang rajah, serta menjadi pegangan untuk diamalkan, dikarenakan itu adalah revisi dari qoul qodiim. Namun sekelompok ulama Syafi’iyyah mengecualikannya untuk sekitar 20-an masalah. Mereka berfatwa dengan yang qodiim dan me-nash-kannya dalam kitab-kitab mereka.

Namu tidak semua pendapat jadiid merevisi pendapat qodiim, namun disana ada pendapat jadiid yang menyelisihi pendapat qodiim dan ada juga yang sesuai dengannya.

 

Imam Nawawi berkata :

كُلُّ مَسْأَلَةٍ فِيهَا قَوْلَانِ لِلشَّافِعِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قَدِيمٌ وَجَدِيدٌ فَالْجَدِيدُ هُوَ الصَّحِيحُ وَعَلَيْهِ الْعَمَلُ لِأَنَّ الْقَدِيمَ مَرْجُوعٌ عَنْهُ وَاسْتَثْنَى جَمَاعَةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا نَحْوَ عِشْرِينَ مَسْأَلَةً أَوْ أَكْثَرَ وَقَالُوا يُفْتَى فِيهَا بِالْقَدِيمِ

“Setiap masalah yang ada 2 pendapat dari Imam asy-Syafi’I yaitu qodiim dan Jadiid, maka yang jadiid adalah yang benar dan yang dipergunakan, karena qoul qodiim sudah direvisi. Namun sekelompok ulama madzhab kami mengecualikan darinya sekitar 20 masalah atau lebih, dan mereka berfatwa menggunakan qoul qodiim tersebut” (al-Majmu Syarah al-Muhadzab (1/66)).

 

Kesimpulannya :

  1. Imam asy-Syafi’I ketika pindah ke Mesir, merevisi beberapa pendapatnya ketika beliau tinggal di Irak.
  2. Pendapat yang terbaru inilah yang terpakai dan dijadikan pegangan didalam madzhab Syafi’iyyah.
  3. Namun ada beberapa permasalahan tertentu yang dikecualikan dari hukum asal ini, yakni qoul qodiim diunggulkan dan diamalkan dibandingkan qoul jadiid, dengan pertimbangan tertentu.
  4. Permasalahan yang dikecualikan tersebut jumlah tidak begitu banyak hanya mencapai kurang dari 30 hukum fiqih.

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: