SENSITIF DENGAN KATA BID’AH

August 30, 2016 at 3:42 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

SENSITIF DENGAN KATA BID’AH

 

Sebagian orang apabila mendengar kata-kata bid’ah diucapkan, maka uratnya langsung menegang, emosinya muncul terangsang, dan badannya gemetar, mulutnya ngomel-ngomel, matanya melotot dan seterusnya. Seolah-olah kata-kata tersebut tertuju kepadanya, apakah dia merasa sedang melakukan amalan bid’ah atau bergelimang dengan ritual bid’ah sehingga hatinya bagai tersambar petir mendengar kata-kata itu. Seharusnya ketika dia merasa apa yang dilakukannya berada diatas sunah yang dijarkan oleh Nabi yang dicintainya dan memiliki hujjah dihadapan Allah Ta’aalaa, maka tidak perlu ada rasa ketersinggungan, toh kata-kata itu tidak tertuju kepada dirinya, tapi tertuju kepada kelompok penggemar bid’ah atau kata-kata tersebut salah alamat..selesai urusannya..

 

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam sering sekali mengulang-ulang kata bid’ah atau sinonimnya dan tidak ada para sahabat yang tersinggung. Pun para ulama kita. Bagaimana jika dia mempelajari atau membaca misalnya buku-buku ulama Syafi’iyyah apakah ketika para ulama tersebut menyebut kata bid’ah dia akan emosi, bisa mati muda atau cepat kena stroke –wallahul Musta’an-.

Berikut beberapa perkataan ulama Syafi’iyyah yang tanpa “pelo” menyebut kata bid’ah didalam kitab-kitab mereka :

  1. Imam al-Maawardiy (w. 450 H) dalam kitabnya al-Haawi al-Kabiir, ketika membahas masalah tastwiin adzan, beliau berkata :

فَأَمَّا ابْنُ عُمَرَ فَإِنَّمَا أَنْكَرَ التَّثْوِيبَ فِي أَذَانِ الظُّهْرِ وَذَاكَ بِدْعَةٌ

“adapun Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu hanyalah mengingkari tatswiib pada waktu adzan Dhuhur, dan itulah Bid’ah”.

Dalam pembahasan masalah qunut Subuh, beliau berkata :

وَرُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ الْقُنُوتُ فِي الصُّبْحِ بِدْعَةٌ، وَلِأَنَّهَا صَلَاةٌ مَفْرُوضَةٌ فَوَجَبَ أَنْ لَا يَقْنُتَ فِيهَا كَسَائِرِ الْفَرَائِضِ

“diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa beliau berkata, Qunut Subuh adalah Bid’ah, karena Subuh adalah sholat fardhu, maka harus tidak ada qunut padanya, sebagaimana sholat fardhu lainnya”.

Terkait masalah sujud syukur, beliau juga berkata :

وَقَالَ أبو حنيفة: سُجُودُ الشُّكْرِ بِدْعَةٌ

“Abu Hanifah berkata, “Sujud syukur adalah bid’ah”.

Terkait sholat gerhana beliau berkata :

وَرَوَى الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ صَلَّى بِالْبَصْرَةِ لِكُسُوفِ الْقَمَرِ في جماعة، ثم ركب بعيره وخطب، فَقَالَ: أَيُّهَا النَّاسُ لَمْ أَبْتَدِعْ هَذِهِ الصَّلَاةَ بِدَعَةً، وَإِنَّمَا فَعَلْتُ كَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ – يَفْعَلُ،

“al-Hasan al-Bashri meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengimami sholat di Bashroh, karena gerhana bulan secara berjamaah, lalu beliau naik ke Untanya dan berkhutbah, isinya : “wahai manusia, janganlah kalian membuat suatu bid’ah dalam sholat ini, sesungguhnya aku melakukannya sebagaimana aku melihat Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam mengerjakannya”.

Dan masih banyak nukilan dari beliau tentang bid’ah membid’ahkan dalam kitabnya diatas.

 

  1. Imam Abu Ishaq asy-Syairoziy (w. 476) dalam kitabnya yang cukup masyhur “al-Muhadzab fii Fiqhi al-Imam asy-Syafi’I”, beliau berkata tentang permasalahan janaiz :

ويكره الجلوس للتعزية لأن ذلك محدث والمحدث بدعة.

“dimakruhkan duduk-duduk untuk bertakziyah, karena hal itu adalah muhdatz (yang diada-adakan) dan muhdats adalah bid’ah”.

 

  1. Imam abul Ma’aaliy al-Juwainiy yang dilaqobi dengan Imamul Haromain (w. 478 H) dalam kitabnya “Nihaayatul Matholib”, beliau berkata :

والذي نرتضيه رأياً، وندين الله به عقداً: اتباعُ سلف الأمة، فالأولى الاتباع، وتركُ الابتداع

“yang kami puas untuk berpendapat serta beragama untuk dijadikan keyakinan adalah mengikuti salaful umat, lebih utama untuk diikuti dan meninggalkan berbuat bid’ah”.

Dalam pembahasan sunah-sunah wudhu, beliau memberikan solusi kepada orang yang ragu-ragu apakah sudah membasuh tiga kali atau baru dua kali, kata beliau :

فإنه إن غسل مرة أخرى، كانت مترددة بين الرابعة -وهي بدعة-، وبين الثالثة، وتركُ السنة أهون من اقتحام البدعة

“maka jika dia membasuhnya sekali lagi, akan terjadi keraguan apakah empat kali –dan ini bid’ah- atau tiga kali, sehingga (jalan keluarnya) dia meninggalkan sunah (membasuh tiga kali dengan gambling –pent.) itu lebih ringan baginya daripada dia terjerumus kedalam bid’ah”.

 

  1. Imam Nawawi (w. 676 H) dalam kitabnya “al-Majmu syarah al-Muadzab” ketika membahas tentang istinja kerena kentut beliau berkata :

قَالَ الشَّيْخُ نَصْرٌ فِي الِانْتِخَابِ ان استنجى لشئ مِنْ هَذَا فَهُوَ بِدْعَةٌ

“asy-Syaikh Nashr dalam kitabnya al-Intikhoob berkata, bahwa istinja karena kentut adalah bid’ah”.

Beliau juga berkata terkait masalah bacaan Imam :

قَدْ اعْتَادَ كَثِيرٌ مِنْ الْعَوَامّ أَنَّهُمْ إذَا سَمِعُوا قِرَاءَةَ الْإِمَامِ إِيَّاكَ نعبد واياك نستعين قالوا إياك نعبد واياك نستعين وَهَذَا بِدْعَةٌ مَنْهِيٌّ عَنْهَا

“kebanyakan orang awam memiliki kebiasaan jika mendengar Imam membaca “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin”, mereka berkata, “iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin”. Maka ini adalah bid’ah yang terlarang darinya”.

Demikian saya hanya menukil sedikit saja tentang bid’ah membid’ahkan dalam kitab-kitab para ulama kita terutama Syafi’iyyah, jika ada orang yang mau mengumpulkan semua hal itu tentu dia akan mendapatkan penukilan yang banyak sekali. Maka saran saya bagi yang belum kuat mendengar kata-kata bid’ah agar jangan membuka buku-buku Syafi’iyyah atau kalaupun terpaksa maka sangat disarankan agar dia rutin check up ke dokter supaya mencegah tidak secara tiba-tiba terkena penyakit mendadak. Nas’alullah salamatan wa afiyah

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: