Imam al Humaidy dan Pendapatnya tentang Sifat Allah

September 2, 2016 at 2:14 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

Imam al Humaidy dan Pendapatnya tentang Sifat Allah

Imam al-Humaidiy nama aslinya adalah Abdullah bin Zubair bin Isa al-Makkiy, masih keturunan suku Quraisy. beliau berguru kepada Imam Sufyan bin Uyyainah, Imam Fudhoif bin ‘Iyadh, Imam Syafi’i dan selain mereka.

adapun murid beliau yang terkenal adalah Imam Bukhori, Imam Abu Hatim ar-Razi, Imam Abu Zur’ah ar-Razi, dan selain mereka.

beliau adalah Imam terpandang di Mekkah pada zamannya, wafat pada tahun 219 H, sehingga beliau masih tergolong ulama Islam yang hidup pada abad terbaik.

dalam hal akidah beliau memiliki sebuah karya yang sudah dicetak dan diterbitkan oleh beberapa penerbit timur tengah. karyanya berjudul “Ushul as-Sunah”.

terkait masalah Sifat Allah Subhanahu wa Ta’aalaa, beliau berkata :
“(Sunah menurut kami adalah seseorang beriman).. dan mengimani apa yang diucapkan oleh Al Qur’an dan al-Hadits, seperti Firman-Nya :
{Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu} (QS. Al Maidah ayat 64).
dan Firman-Nya :
{dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya} (QS. Az Zumar : 67).
dan ayat-ayat yang semisalnya dalam Al Qur’an dan Al Hadits. kami tidak menambah-nambahi dan tidak menafsirkannya (mentakwil), kami berhenti sebagaimana Al Qur’an dan Hadits berhenti padanya. kami katakan bahwa :
{(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy.} (QS. Thaha : 5).
Barangsiapa yang mengklaim selain ini, maka dia adalah seorang yang melakukan ta’thil (meniadakan sifat Allah) dan seorang Jahmiy (pengikut Jahm bin Shofwan)”.
(Ushul as-Sunnah, hal. 42, cetakan Daar ibnul Atsiir Kuwait dengan tahqiq oleh Mitsal Muhammad al-Harooriy).

Ta’liqiy :
1. Imam al-Humadiy mengklaim bahwa pokok-pokok sunah alias Islam, menurut kami yaitu bisa bermakna nahnu lil jamak, yaitu mengisyaratkan kepada keyakinan para salaf atau bisa bermakna nahnu lil mutakalim, yakni bermakna saya, yaitu Imam al-Humaidiy sendiri. dan tidak terlalu jauh kalau kedua makna ini benar semuanya.

2. Aqidah salaf dalam masalah sifat Allah adalah memberlakukan ayat-ayat dan hadits-hadits tentang sifat apa adanya, tanpa meniadakan penetapan sifat tersebut dan tidak juga mentakwil atau memalingkan dari makna dhohirnya

3. diantaranya yang ditetapkan sebagai sample saja adalah sifat Tangan bagi Allah, dan Tangan itu kanan, serta Istiwa-Nya Allah diatas Arsy, tentunya semuanya sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah Tabaaroka wa Ta’aalaa.

4. orang yang tidak suka menetapkan sifat Allah adalah ahlu bid’ah, pengikut Jahm bin Shofwan, tokoh Ahlu bid’ah yangmana sekte sesat Jahmiyyah dinisbatkan kepadanya.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: