BENARKAH SEMUT BERPERILAKU BURUK?

September 3, 2016 at 5:45 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

BENARKAH SEMUT BERPERILAKU BURUK?

 

Prof. M. Quraish Shihab dalam bukunya “lentera Al Qur’an” mengatakan :

“tiga binatang kecil menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur’an, yaitu al-Naml (semut), Al-‘Ankabut (laba-laba), dan Al-Nahl (lebah). Semut menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa henti-hentinya. Konon, binatang kecil ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun sedangkan usianya tidak lebih dari satu tahun. Kelobaannya sedemikian besar sehingga ia berusaha –dan seringkali berhasil-memikul sesuatu yang lebih besar daripada badannya, meskipun sesuatu tersebut tidak berguna baginya….

Sikap hidup manusia seringkali diibaratkan dengan berbagai jenis binatang. Jelas ada manusia yang “berbudaya semut”, yaitu menghimpun dan menumpuk ilmu (tanpa mengolahnya) dan materi (tanpa disesuaikan dengan kebutuhannya). Budaya semut adalah “budaya menunmpuk” yang disuburkan oleh “budaya mumpung”. Tidak sedikit problem masyarakat yang bersumber dari budaya tersebut. Pemborosan adalah anak kandung budaya ini yang mengundang hadirnya benda-benda baru yang tidak dibutuhkan dan tersingkirnya benda-benda lama yang masih cukup indah untuk dipandang dan bermanfaat untuk digunakan. Dapat dipastikan bahwa dalam masyarakat kita banyak sekali semut yang berkeliaran” –selesai- (hal. 90 – 91, penerbit Mizan Pustaka).

 

Singkat kata, Prof. Quraish Shihab memandang semut sebagai contoh makhluk yang berkepribadian buruk, sehingga menjadi ibroh bagi kita semua agar tidak meniru perilaku buruknya. Namun pertanyaan apakah benar semut sengaja disebutkan oleh Allah Ta’aalaa dan diabadikan sebagai nama surat dalam kitab-Nya yang mulia untuk mempemalukannya? Dari mana sang Profesor mengambil sumber pendapatnya tersebut? Apakah ini ijtihad beliau semata?

 

Wallahul a’lam, namun kalau kita mau amati didalam Al Qur’an dan al Hadits, semut disebut dengan sikap-sikap yang positif. Allah Ta’aalaa jadikan semut sebagai nama surat dengan urutan nomor 27 dalam mushaf Utsmani, karena didalamnya disebutkan kisah semut bersama dengan Nabi Sulaiman ‘alaihi salam. Allah Ta’aalaa berfirman :

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ (17) حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (18) فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ (19)

( 17 )   Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

( 18 )   Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;

( 19 )   maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

 

Asy-Syaikh Sayyid Quthub dalam tafsirnya yang cukup masyhur “fii Dzhilaalil Qur’an”  dimana corak tafsirnya adalah keumumannya berbicara tentang sosial kemasyarakatan, beliau berkata :

حتى إذا أتوا على واد كثير النمل، حتى لقد أضافه التعبير إلى النمل فسماه «وادي النمل» قالت نملة. لها صفة الإشراف والتنظيم على النمل السارح في الوادي- ومملكة النمل كمملكة النحل دقيقة التنظيم، تتنوع فيها الوظائف، وتؤدى كلها بنظام عجيب، يعجز البشر غالبا عن اتباع مثله، على ما أوتوا من عقل راق وإدراك عال-

“hingga ketika pasukan Sulaiman mendatangi lembah yang banyak semutnya, sehingga lembah tersebut disandarkan penyebutannya menjadi lembah semut.

Semut memiliki sifat yang syarif (mulia) dan disiplin, mereka membangun sarangnya di lembah –kerajaan semut seperti kerajaan lebah, sangat teliti dan teratur sekali pembangunannya, mereka saling berbagi tugas, semuanya itu diatur dengan pengaturan yang sangat menakjubkan, umumnya manusia tidak mampu untuk meniru seperti perbuatan mereka, sekalipun manusia mendatangkan pakar yang cerdas dan berpengetahuan tinggi-. –selesai-.

 

Shuf! Sayyid Quthub –Rahimahullah- memuji semut setinggi langit, dimana mereka adalah makhluk yang berkinerja rapi, full disiplin dan sanggup menyelesaikan perkara-perkara yang rumit.

 

Bahkan dalam sebuah hadits, akidahnya semut adalah akidah salaf, karena mereka berdoa dengan menghadapkan kakinya ke arah langit, persis seperti seorang Muslim yang berdoa menengadahkan tangannya ke arah langit. Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

خَرَجَ سُلَيْمَانُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَسْتَسْقِي، فَرَأَى نَمْلَةً مُسْتَلْقِيَةً عَلَى ظَهْرِهَا رَافِعَةً قَوَائِمَهَا إِلَى السَّمَاءِ تَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ، لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ، فَقَالَ: ارْجِعُوا لَقَدْ سُقِيتُمْ بِدَعْوَةِ غَيْرِكُمْ

Nabi Sulaiman bin Dawud ‘alaihissalam keluar untuk meminta hujan (bersama manusia). (Tatkala ia keluar), ia melihat semut yang terlentang di atas punggungnya, ia mengangkat kaki-kakinya (yang banyak, untuk berdoa) ke arah langit kemudian berkata, “Yaa Allah, kami adalah mahluk ciptaan-Mu kami sangat membutuhkan hujan-Mu”

Maka Nabi Sulaiman berkata, “kembalilah kalian (ke lubang), kalian telah diberi hujan karena doa selain kalian.”

Al Hafidz Ibnu Hajar –Rahimahullah- dalam Bulughul marom, mengatakan hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Imam Al Hakim. Namun pentahqih kitab Bulughul Marom, DR. Maahir Yaasin mendhoifkan sanad hadits diatas, dan mengatakan bahwa Imam Ahmad tidak meriwayatkan hadits ini dalam kitabnya, al-Musnad.

 

Akan tetapi telah tsabit dalam riwayat Imam Bukhori dan Muslim dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu juga, bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam pernah bercerita :

أَنَّ نَمْلَةً قَرَصَتْ نَبِيًّا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ، فَأَمَرَ بِقَرْيَةِ النَّمْلِ فَأُحْرِقَتْ، فَأَوْحَى اللهُ إِلَيْهِ: أَفِي أَنْ قَرَصَتْكَ نَمْلَةٌ أَهْلَكْتَ أُمَّةً مِنَ الْأُمَمِ تُسَبِّحُ؟

“seekor semut pernah menyengat seorang Nabi dari para Nabi, lalu Nabi tersebut pun memerintahkan untuk membakar sarang (pemukiman) semut. Maka Allah mewahyukan kepada sang Nabi : “apakah karena sengatan seekor semut, lalu engkau menghancurkan suatu umat yang termasuk umat-umat yang suka bertasbih?”.

 

Bahkan semut salah satu makhluk yang sangat berjasa kepada kita, bagaimana tidak mereka senantiasa mendoakan kita ketika sedang belajar dan mengajar. Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah,para malaikat Nya,penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR. Tirmidzi, dan beliau berkata, “hadits hasan shahih ghorib).

 

Oleh karena itu, saya berharap tulisan ini bisa menjadi klarifikasi atas “pencemaran nama baik” semut, dimana mereka adalah makhluk yang mulia dimata Allah dan Rasul-Nya. Wallahul A’lam.

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: