Kapan Anak Boleh Keluar Rumah Selepas Maghrib

September 3, 2016 at 2:30 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

Kapan Anak Boleh Keluar Rumah Selepas Maghrib

 

Telah shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salaam bahwa Beliau bersabda :

إِذَا اسْتَجْنَحَ اللَّيْلُ، أَوْ قَالَ: جُنْحُ اللَّيْلِ، فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ العِشَاءِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَأَطْفِئْ مِصْبَاحَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَأَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ شَيْئًا “

“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian.” (Muttafaqun ‘alaih).

 

Kenapa kita diperintahkan untuk menahan anak kita yakni mengurungnya di rumah ketika waktu maghrib tiba, telah dijelaskan oleh para ulama, diantaranya apa yang dijelaskan Imam ibnul Jauzi dalam kitabya “Kasyfu Musykil min Hadits ash-Shahihain”, kata beliau :

وَالْمعْنَى: ضموهم إِلَيْكُم فِي الْبيُوت، وَإِنَّمَا خيف على الصّبيان خَاصَّة لشيئين: أَحدهمَا: أَن النَّجَاسَة الَّتِي تلوذ بهَا الشَّيَاطِين مَوْجُودَة مَعَهم. وَالثَّانِي: أَن الذّكر الَّذِي يستعصم بِهِ مَعْدُوم عِنْدهم. وَالشَّيَاطِين عِنْد انتشارهم يتعلقون بِمَا يُمكنهُم التَّعَلُّق بِهِ

“maksudnya adalah kurung anak kalian di rumah, hanyalah dikhawatirkan anak kecil dalam hadits diatas karena 2 alasan:

  1. Najis yang disukai setan ada pada mereka
  2. Dzikir yang dapat melindungi seseorang tidak ada pada mereka (mengingat mereka belum bisa berdzikir sendiri –pent.).

Setan ketika bertebaran senantiasa bergelayutan pada sesuatu yang bisa digelayuti” (vol. 3 / hal. 18, cetakan Daarul Wathon).

 

Imam ibnul Muqri’ al-Yamaniy dalam kitabnya “Roudhotut Tholib” berkata :

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَكُفَّ الصِّبْيَانَ أَوَّلَ سَاعَةٍ مِنْ اللَّيْلِ

“dianjurkan menahan anak kecil pada awal waktu malam” (dicetak bersama syarah Asaanul Mathoolib, karya al-‘Alamah Zakariyaa al-‘Anshriy (w. 926 H) vol. 1 / hal.552, cet. DKI).

 

Kemudian kembali kepada judul, kapan waktu diperbolehkannya mereka untuk bermain di luar rumah setelah dikurung di rumah pada saat Maghrib?, dalam hadits diatas sudah terdapat jawabannya, yakni sabda Beliau shalallahu ‘alaihi wa salaam :

فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ العِشَاءِ فَخَلُّوهُمْ

“Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka”.

Dalam riwayat Imam Muslim, lafadznya :

لَا تُرْسِلُوا فَوَاشِيَكُمْ وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ

“Jangan lepas hewan ternak kalian dan anak-anak kalian apabila matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya. Karena setan bertebaran jika matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya.”

 

Imam ibnul Jauzi dalam kitab yang telah kami nukil sebelumnya, beliau berkata :

فَإِذا ذهبت سَاعَة اشْتغل كل مِنْهُم بِمَا اكْتسب، وَمضى إِلَى مَا قدر لَهُ التشاغل بِهِ

“jika telah berlalu sesat dari Isya, maka masing-masing setan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, dan mereka segera menunaikan tugas yang dibebankan kepada mereka” –selesai-.

 

Yang dimaksud dengan “Fahmatul ‘Isyaa’” dalam riwayat Muslim diatas adalah waktu gelap antara sholat Maghrib dengan Isya, sebagaimana dikatakan oleh Imam ibnul Atsiir dalam kitabnya “an-Nihayah fii Ghoriibil Hadits wal Atsar (3/417, cet. Maktabah al-‘Alamiyyah).

 

Jadi kesimpulannya, kalau pun mau membolehkan anak kecil untuk bermain di luar rumah pada malam hari, maka waktunya selepas waktu Maghrib habis yaitu hilangnya ufuk merah di sebelah barat langit, dimana hitamnya malam mulai masuk, sekaligus sebagai pertanda masuknya waktu untuk sholat Isya’.

 

 

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: