MENJAWAB PANGGILAN KETIKA SEDANG SHOLAT

September 9, 2016 at 4:33 pm | Posted in fiqih | Leave a comment

MENJAWAB PANGGILAN KETIKA SEDANG SHOLAT

 

Pada masa awal pensyariatan sholat, masih diperbolehkan seseorang untuk berbicara dengan rekan disampingnya ketika ada kebutuhan untuk berbicara. Imam Bukhori dan Imam Muslim meriwayatkan dalam kedua kitab shahihnya tentang fakta tersebut, dari jalan Zaid bin Arqom radhiyallahu ‘anhu, kata beliau :

إِنْ كُنَّا لَنَتَكَلَّمُ فِي الصَّلاَةِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَلِّمُ أَحَدُنَا صَاحِبَهُ بِحَاجَتِهِ، حَتَّى نَزَلَتْ: {حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ، وَالصَّلاَةِ الوُسْطَى، وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ} [البقرة: 238] «فَأُمِرْنَا بِالسُّكُوتِ»

“Dahulu kami berbicara dalam sholat pada masa Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam, salah seorang dari kami berbicara kepada sahabatnya ketika ada keperluan, hingga turunlah ayat : {jagalah oleh kalian sholat 5 waktu, dan sholat Wustho (Ashar), dan berdirilah kepada Allah dengan khusyu’} [QS. Al Baqoroh : 238]. Kemudian kami diperintahkan untuk diam (tidak berbicara didalam sholat).

 

Kira-kira hal itu terjadi sebelum para sahabat balik lagi dari hijrah ke Habsyah (Ethiopia), karena Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :

كُنَّا نُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الصَّلاَةِ، فَيَرُدُّ عَلَيْنَا، فَلَمَّا رَجَعْنَا مِنْ عِنْدِ النَّجَاشِيِّ سَلَّمْنَا عَلَيْهِ، فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْنَا، وَقَالَ: «إِنَّ فِي الصَّلاَةِ شُغْلًا»

“kami dulu mengucapkan salam kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam pada saat Beliau sedang sholat, dan Beliau menjawabnya. Setelah kami kembali dari hijrah ke Habaysah, kami pernah mengucapkan salam kepada Beliau, namun Beliau tidak menjawabnya, kemudian (selesai sholat) Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Sesungguhnya didalam sholat itu ada kesibukan” (Muttafaqun ‘alaih).

Terkait hukum berbicara didalam sholat dengan sengaja, maka para ulama bersepakat batal sholatnya. Imam Ibnu Abdil Bar berkata :

أَجْمَعَ الْمُسْلِمُونَ أَنَّ الْكَلَامَ فِي الصَّلَاةِ عَمْدًا إِذَا كَانَ الْمُصَلِّي يَعْلَمُ أَنَّهُ فِي صَلَاةٍ وَلَمْ يَكُنْ ذَلِكَ فِي إِصْلَاحِ صَلَاتِهِ تَفْسُدُ صَلَاتُهُ إِلَّا الْأَوْزَاعِيَّ

“kaum Muslimin bersepakat bahwa berbicara didalam sholat dengan sengaja, dan orang yang sholat tadi mengetahui bahwa dia dalam keadaan sholat dan pembicaraan tidak terkait untuk perbaikan sholat, maka batal sholat. Kecuali Imam al-Auzaa’iy berbeda pendapatnya” (Al Istidzkaar 1/498, cet. DKI, Beirut).

 

Pendapat Imam al-Auzaa’I adalah jika orang tadi berbicara untuk menyelamatkan jiwa orang lain, atau jiwanya sendiri atau ringkasnya ada kondisi darurat yang mengharuskan dia berbicara, seperti meneriaki kambingnya ketika datang seekor serigala, maka sholatnya tetap sah, dia tetap melanjutkan sholatnya. Ini juga diutarakan oleh al-waliid bin Maziid dan selainnya, sebagaimana dinukil oleh Imam Ibnu Abdil Bar dalam kitab diatas, kemudian Imam Ibnu Abdil Bar melemahkan pendapat ini, karena bertentangan dengan Al Qur’an dan hadits terkait larangan berbicara didalam sholat.

 

Jadi ijma yang tidak ada perselisihan didalamnya adalah jika orang yang sedang sholat tadi dalam keadaan sadar dan sengaja berbicara yang tidak ada hubungannya dengan sholat dan juga bukan karena kondisi emergency, maka batallah sholatnya.

 

Adapun apa yang diriwayatkan dari Sa’id bin al-Mu’allaa dalam riwayat Bukhori atau dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu dalam riwayat Ahmad bahwa keduanya pernah sholat di masjid, lalu Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam memanggilnya, namun mereka berdua tidak memenuhi panggilan tersebut, ketika selesai sholat ia berkata :

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي، فَقَالَ: ” أَلَمْ يَقُلِ اللَّهُ: {اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ} [الأنفال: 24]

“wahai Rasulullah, aku sedang sholat, maka Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda kepadanya : “bukankah engkau membaca firman Allah : {Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu }” [QS. Al Anfaal : 24].

Dalam riwayat lain dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz :

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ على أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ – وَهُوَ يُصَلِّي – فَقَالَ ((السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيْ أُبَيُّ فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ وَلَمْ يُجِبْهُ ثُمَّ إِنَّ أُبَيًّا خَفَّفَ الصَّلَاةَ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى النَّبِيِّ – عَلَيْهِ السَّلَامُ – فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ! فَقَالَ ((وَعَلَيْكَ)) مَا مَنَعَكَ أَنْ تُجِيبَنِي إِذْ دَعَوْتُكَ)) فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كُنْتُ أُصَلِّي قَالَ ((أَفَلَسْتَ تَجِدُ فِيمَا أَوْحِيَ إِلَيَّ أَنِ (اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ) الْأَنْفَالِ 24 قَالَ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَعُودُ أَبَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam keluar menemui Ubay bin Ka’ab –dalam kondisi sedang sholat-, lalu Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam mengucapkan salam kepadanya : “Assalamu ‘alaika wahai Ubay”. Ubay pun melirik Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam namun tidak menjawab salamnya, lalu Ubay mempercepat sholatnya, kemudian setelah selesai sholat, ia menemui Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam dan mengatakan : “assalamu ‘alaika wahai Rasulullah”. Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam menjawab : “wa ‘alaika, apa yang menghalangimu untuk menjawab salamku ketika aku memanggilmu?”. Ubay menjawab : “wahai Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam aku sedang sholat”. Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “bukankah engkau mendapatkan apa yang diwahyukan kepadaku bahwa Allah berfirman : {Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu }” [QS. Al Anfaal : 24].

Ubay menjawab : “baik wahai Rasulullah, aku tidak akan mengulanginya lagi selama-lamanya, Insya Allah” (HR. Malik).

 

Nah disini seolah-olah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam menyalahkan sikap Ubay yang tidak mau menjawab seruan Beliau, artinya kenapa Ubay tidak berkata menjawab salam?. Atas pertanyaan ini, Imam ibnu Abdil Bar telah menjawabnya dalam kitabnya “al-Istidzkar” (1/443) :

ولو أجاب أبي رسول الله لَكَانَ ذَلِكَ خَاصًّا لَهُ دُونَ غَيْرِهِ لِقَوْلِهِ (اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ)

“seandainya Ubay radhiyallahu ‘anhu menjawab (salam) Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam, maka hal itu adalah kekhususan Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam bukan kepada selainnya, berdasarkan firman-Nya : “penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul”.

 

Kemudian terkait lafadz pertama yang berisi panggilan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam kepada Sa’ib bin al-Muallaa dan Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhumaa agar mereka memutuskan sholat, maka para ulama sepakat wajib memenuhi panggilan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam, sebagaimana dikatakan oleh tim fatwa kementerian wakaf Uni Emirat Arab :

لكنهم أجمعوا على وجوب قطع صلاة الفرض والنفل لنداء رسول الله صلى الله عليه وسلم

“namun para ulama bersepakat atas wajibnya memutus sholat baik itu sholat wajib maupun sholat sunah, karena panggilan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam” (http://www.awqaf.gov.ae/Fatwa.aspx?SectionID=9&RefID=751).

 

Terus bagaimana sikap kita jika sedang sholat ada orang yang memberikan salam kepada kita, maka Imam Ibnu Abdil Bar telah memberikan solusinya pada lembar halaman yang sama di kitabnya tersebut :

مُنَادَاةُ مَنْ يُصَلِّي وَذَلِكَ الْيَوْمَ عِنْدَنَا مَحْمُولٌ عَلَى أَنْ يُجِيبَ إِشَارَةً أَوْ إِذَا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ لِتَحْرِيمِ اللَّهِ الْكَلَامَ فِي الصَّلَاةِ

“jawaban orang yang sholat pada hari ini, menurut kami dia dapat menjawabnya dengan isyarat atau setelah selesai sholat, karena larangan dari Allah untuk berbicara didalam sholat”.

 

Adapun untuk kasus panggilan orang tua karena ada sebuah keperluan, pada saat seseorang sedang sholat, apakah dia memutuskan sholatnya untuk memenuhi panggilan orang tuanya atau tetap melanjutkan sholatnya?. Lajnah Daimah Saudi Arabia telah menjawabnya pada fatwa No. 20072 :

س: هل يجوز للرجل أن يجيب أمه وهو في صلاته؛ سواء كانت فرضًا أو نفلاً ؟

ج: إذا شرع المصلي في صلاة فإن كانت فرضًا لم يجز لـه أن يقطعها ليجيب أمه أو أباه، أما إذا كانت الصلاة نفلاً فيجوز له قطعها لإجابة والديه، إذا دعت الحاجة إلى ذلك .

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Soal : “apakah boleh bagi seseorang memenuhi panggilan ibunya ketika sedang sholat, baik itu sholat wajib maupun sholat sunah”?

Jawab : “jika ia sholat fardhu, maka tidak boleh memutus sholatnya untuk memenuhi panggilan ibunya atau bapaknya, adapun jika sholat sunah, maka boleh baginya memutus sholatnya untuk memenuhi panggilan orang tuanya, ketika mereka memerlukannya”.

Fatwa ini ditandatangani dengan ketuanya Samahatul Imam Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz –Rahimahullah-.

 

Tim fatwa kementerian wakaf Uni Emirat Arab memiliki jawaban yang lebih lengkap terhadap pertanyaan sejenis dalam link yang kami berikan diatas. Adapun bagaimana tatacara menjawab salam ketika sholat dengan isyarat, maka ada 3 cara yaitu : berisyarat dengan telapak tangannya dengan membentangkan telapak tangannya, ia menjadikan bagian dalam telapak tangan menghadap kebawah dan punggungnya menghadap keatas, yang kedua berisyarat dengan kepalanya, dan  yang ketiga berisyarat dengan jarinya. Untuk melihat dalil lengkapnya dapat dilihat di situs resminya asy-Syaikh Muhammad Ali Firkuus : http://ferkous.com/home/?q=fatwa-901

 

Kemudian bagaimana tatacaranya secara visual berisyarat dengan telapak tangan dan kepala dapat melihat contoh yang diberikan oleh asy-Syaikh Jamiil Lafii di tautan berikut : https://www.youtube.com/watch?v=6kZ0GWE1Vlc

Sedangkan yang contoh berisyarat dengan jari bisa melihat penjelasan asy-Syaikh Muhammad al-‘Ariifiy di tautan berikut : https://www.youtube.com/watch?v=n0v9p8DJBXU

 

Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: