HUKUM SHOLATNYA ORANG YANG BARU TAHU ADA NAJIS DI PAKAIANNYA SETELAH SELESAI SHOLAT

September 17, 2016 at 6:36 am | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM SHOLATNYA ORANG YANG BARU TAHU ADA NAJIS DI PAKAIANNYA SETELAH SELESAI SHOLAT
 
Barangkali antum pernah mengalami ketika selesai sholat, beberapa lama kemudian ternyata ia mendapati di pakaiannya ada najis, apa yang harus ia lakukan? Apakah perlu baginya mengulangi sholat yang diduga menggunakan pakaian yang ada najisnya tadi? Atau tidak perlu mengulangi sholatnya?
 
Kita cari jawabannya dari ulama pakarnya, dan saya akan tampilkan jawaban dari 2 ulama kibar hadzal ashr, yakni al-‘Alamah Muhammad bin Shoolih al-Utsaimin dan al-‘Alamah Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz –rahimahumaallah-.
 
Al-‘Alamah Ibnu Utsaimin menjawab, bahwa sholatnya tidak perlu diulangi, kemudian beliau memberikan kaedah yang sangat berharga bagi kita semua, yakni ada hal yang kita diperintahkan untuk memenuhinya pada sholat, misalnya berwudhu atau bersuci, maka terhadap perkara ini jika ditinggalkan dan kita baru ingat setelah selesai sholat, maka sholatnya wajib diulangi. Misal setelah selesai sholat kita baru ingat bahwa tadi waktu melaksanakan sholat belum berwudhu, maka kita berwudhu dan mengulangi sholat yang lupa berwudhu tadi.
Yang kedua ada hal yang harus kita jauhi atau kita harus hilangkan ketika sholat, misalnya badan dan pakaian harus suci dari najis. Maka terhadap perkara ini, jika kita tidak tahu atau lupa dan baru menemukan ternyata ada najis setelah selesai sholat, maka sholatnya tetap sah. Alasannya bahwa najis memang sesuatu yang tidak boleh ada ketika sholat, sehingga ketika kita lupa atau tidak tahu adanya najis ketika sedang mengerjakan sholat, hal tersebut bisa dianggap memang itu tidak ada.
 
Al-‘Alamah bin Baz juga memberikan jawaban yang senada, dan terdapat tambahan penjelasan dari beliau bahwa seandainya seseorang sedang sholat dan ia ragu apakah pakaiannya ada najisnya atau tidak, maka kata beliau hendaknya ia tetap menyempurnakan sholatnya baik sebagai imam maupun makmum, tidak perlu untuk membatalkan sholatnya di tengah jalan.
Lihat selengkapnya : https://islamqa.info/ar/12720
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: