KITAB ZHILAALUL JANNAH DICETAK TANPA SEPENGETAHUAN IMAM AL ALBANI –RAHIMAHULLAH-?

September 17, 2016 at 3:34 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

KITAB ZHILAALUL JANNAH DICETAK TANPA SEPENGETAHUAN

IMAM AL ALBANI –RAHIMAHULLAH-?

 

Bagi penuntut ilmu yang sering merujuk kitab-kitab al-‘Alamah Muhammad Naashiruddin al-Albani, tentu buku-buku karya beliau tidak asing baginya. Diantara karya beliau yang berisi takhrij hadits adalah yang berjudul ظلال الجنة في تخريج السنة(Zhilaalul Jannah fii Takhriij as-Sunnah). Kitab beliau ini berisi takhrij hadits terhadap kitab as-Sunnah yang ditulis oleh Imam Abu Bakr Ahmad bin ‘Amr bin Abi ‘Ashim (Ibnu Abi ‘Aashim, wafat 287 H), sebuah kitab yang bertemakan pokok-pokok akidah salaf.

Zhilaalul Jannah telah dicetak oleh Maktabah al-Islamiy dengan cetakan pertamakalinya terbit pada tahun 1980. Kitab ini dapat didownload pada tautan berikut : http://waqfeya.com/book.php?bid=352

Namun saya mendapatkan informasi yang mengagetkan, pada waktu saya membeli kitab as-Sunnah karya Imam Ibnu Abi ‘Aashim juga, akan tetapi ditahqiq dan ditakhrij oleh DR. Baasim bin Faishol al-Jawaabaroh, dosen ilmu hadits Universitas Muhammad bin Sa’ud, Riyadh. Hasil tahqiq beliau diterbitkan oleh penerbit Daar ash-Shomii’iy, Riyadh KSA dan yang saya miliki adalah cetakan ke-5 tahun 2014.

Asy-Syaikh Baasim yang menyebut dirinya sebagai murid Imam Al Albani, dalam mukadimah tahqiqnya (jil. 1/ hal. 9-10) menyatakan dengan tegas bahwa penerbitan kitab Zhilaalul Jannah adalah tanpa sepengetahuan Imam Al Albani dengan perincian sebagai berikut (dengan peringkasan dari kami) :

A. Kitab ini dicetak sebelum kelar pekerjaan beliau mentakhrij hadis-hadis kitab as-Sunah. DR. Baasim menyebutkan bahwa Imam Al Albani baru menyelesaikan pentakhrijan sekitar ¾ dari total keseluruhannya.

B. Tidak adanya mukadimah ilmiah dari Imam Al Albani terhadap kitab yang dicetak tersebut (bisa pembaca lihat di kitab Zhilaalul Jannah yang sudah diterbitkan), padahal kebiasan beliau adalah memberikan mukadimah yang berisi bantahan terhadap orang-orang yang menyimpang dalam kitab-kitab tulisan beliau.

C. Tidak adanya daftar isi dalam kitab yang dicetak.

Pada akhir juz pertama Kitab Zhilaalul Jannah terdapat catatan kaki dari Ust. Zuhair yang mengatakan : “ustadz kami (Al Albani) berudzur untuk tidak meletakkan daftar isi pada juz ini, oleh karenanya aku membuat daftar isi secara global”.

D. Pada halaman pertama terdapat catatan : “kami jadikan kitab “as-Sunnah” tulisan Ibnu Abi ‘Aashim dengan huruf besar dan hadistnya bernomor, sedangkan kami buat untuk kitab “Zhilaalul Jannah fii Takhriij Ahaadits as-Sunnah” tulisan Muhammad Naashiruddin Al Albani dengan huruf kecil, dan takhrij haditsnya setelah (haditsnya Ibnu Abi ‘Aashim), tanpa penomoran”.

E. Pada catatan kaki juz 1 hal 112 terdapat tulisan : “aku telah meletakkan nomor dengan huruf kecil untuk takhrij dan nomor dengan huruf besar untuk matan…”. Yang mengatakan ucapan ini adalah al-Ustadz Zuhair.

Kemudian yang membuat DR. Baasim bertambah yakin bahwa kitab Zhilaalul Jannah, dicetak tanpa sepengetahuan asy-Syaikh Al Albani adalah apa yang beliau temukan pada juz 1 hal 157 dimana al-Ustadz Zuhair menambahkan sejumlah kata dalam matan aslinya, al-Ustadz berkata dalam catatan kakinya : “hadits ini pada matan aslinya ada kekurangan, lalu kami menemukannya dalam “al-Musnad”……”.

DR. Baasim juga menemukan beberapa kesalahan terbitan kitab Zhilaalul Jannah ini oleh al-Maktabah al-Islamiy, karena banyak yang gugur / hilang pada sanad dan matannya, yangmana beliau berhasil menemukan lebih dari 80 tempat, terjadinya salah cetak.

Demikian informasi berharga yang saya dapatkan terkait cetakan kitab Zhilaalul Jannah yang telah beredar. Tentu informasi ini bisa dijadikan bahan referensi ketika kita akan mempelajari kitab as-Sunnah karya Imam Ibnu Abi ‘Aashim, untuk berhati-hati dengan membandingkannya dengan cetakan-cetakan yang diterbitkan oleh penerbit lainnya.

Dan terkait penerbitan kitab-kitab Imam Al Albani yang dikoordinir oleh al-Ustadz Zuhair, semoga suatu saat nanti saya mendapatkan klarifikasi terkait sejauh mana keterlibatan Imam Al Albani didalam penelitian terhadap kitab-kitab yang diterbitkan atas nama beliau –rahimahullah-.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: