TUA DIATAS SUNNAH

September 17, 2016 at 5:58 am | Posted in Hadits | Leave a comment

TUA DIATAS SUNNAH
 
Tidak diragukan lagi bahwa mati diatas sunnah adalah sesuatu yang diidam-idamkan oleh kita semua sebagai pengikut sunnah. Pun istiqomah dalam sunnah ketika hidup adalah sesuatu yang coba kita jalankan. Mengingat cobaan dan halangan yang ada ketika berpegang dengan sunah, maka kita selalu memohon kepada Allah agar tetap diatas sunnah, sampai usia senja , bahkan sampai wafat menghadap Rabbunaa ‘Azza wa Jalla tetap diatas sunnah.
 
Kali ini saya akan menampilkan salah satu keutamaan tua atau tatkala seseorang memasuki usia senja, dimana rambutnya sudah berubah warna, tidak sehitam waktu masih muda yang tetap berpegang dengan sunnah. Keutamaan ini berasal dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi ‘Aashim dalam kitabnya “as-Sunnah” (no. 23), beliau berkata :
ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مَيْمُونٍ، ثنا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ، ثنا مُوسَى بْنُ أَعْيَنَ، عَنْ صَالِحِ بْنِ رَاشِدٍ، عَنْ أَبِي عَتِيكٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَسْتَحْيِي مِنْ ذِي الشَّيْبَةِ لُزُومًا لِلسُّنَّةِ أَنْ يَسْأَلَهُ شَيْئًا فَلَا يُعْطِيهِ»
“telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ali bin Maimuun, telah menceritakan kepada ‘Amr bin Utsman, telah menceritakan kepada kami Musa bin A’yan, dari Shoolih bin Roosyid, dari Abi ‘Atiik, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta’aalaa malu kepada orang yang sudah beruban yang berpegang kepada sunnah, ketika dia meminta kepada-Nya suatu hal, lalu Allah tidak memberinya”.
 

2 ulama yang saya baca tahqiq dan takhrijnya terhadap hadits diatas, yakni al-‘Alamah Muhammad Naashiruddin al-Albani dan DR. Baasim bin ‘Amr berbeda pendapat dalam menilai hadits diatas. Imam Al Albani telah mentakhrij hadits diatas dalam kitabnya “Silsilah Ahaadits adh-Dhoifah” (no. 2579), beliau menilai hadits diatas dhoif, karena ada 2 perowi yang bermasalah, yaitu :
1. Abu ‘Atiik, Imam Al Albani tidak mengetahui biografinya, kemudian beliau menemukan bahwa dalam “Mu’jam al-Ausath” bahwa perowi tersebut bernama Abu ‘Ubaid, kalau benar ini orangnya maka dia adalah perowinya Imam Muslim, sehingga kelemahan pada perowi ini sudah terangkat.
2. Shoolih bin Rosyid, Imam Al Albani menemukan biografinya dalam “Taarikh Kabiir” karya Imam Bukhori dan “Jarh wa Ta’dil” karya Imam Ibnu Abi Hatim, dan tidak disebutkan disana jarh maupun ta’dil baginya.
Oleh karena itu berdasarkan informasi ini, Imam Al Albani menghukumi hadits diatas dhoif.
 
Akan tetapi DR. Baasim berpendapat bahwa hadits diatas hasan, karena beliau menemukan penilaian dari asy-Syaikh Abdul Quduus, pentahqiq kitab “Majma’ul Bahroin” yang menegaskan bahwa Shoolih bin Roosyid al-Khiyaath adalah perowi yang “Laa ba’sa bih” (tidak mengapa).
 
Kemudian saya menemukan penilaian ke-tsiqoh-an Shoolih bin Roosyid ini yang dimasukkan oleh al-‘Alamah Qoosim bin Quthluubaghoo as-Suduuniy (w. 879 H) dalam kitabnya “ats-Tsiqoot miman lam yaqo’ fii Kutub as-Sittah” (no. 5211), sehingga yang rajih –wallahul a’lam- hadits diatas minimal statusnya Hasan, sebagaimana penilaian DR. Baashim.
 
Oleh sebab itu berbahagialah mereka yang telah beruban diatas sunnah, memiliki doa yang Allah segan untuk tidak mengabulkannya, dan tentu saja doa terbaik yang hendaknya dipanjatkan adalah untuk keselamatan di dunia dan akhirat.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: