HUKUM BERDIRINYA SEORANG MAKMUM BERSENDIRIAN TEPAT DIBELAKANG IMAM

September 18, 2016 at 6:37 am | Posted in fiqih | Leave a comment

HUKUM BERDIRINYA SEORANG MAKMUM BERSENDIRIAN TEPAT DIBELAKANG IMAM

 

Jika qodarulah sholat berjamaah dilaksanakan oleh 2 orang, maka bagaimana posisi berdirinya imam dan makmum?, para ulama telah menjelaskan posisi tersebut, yakni makmum berdiri disamping kanan imam, hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقُمْتُ فَصَنَعْتُ مِثْلَ مَا صَنَعَ ثُمَّ ذَهَبْتُ فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ فَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رَأْسِي وَأَخَذَ بِأُذُنِي الْيُمْنَى يَفْتِلُهَا فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ أَوْتَرَ

 “Lalu aku bangun dan berbuat seperti yang beliau perbuat. Kemudian aku pergi dan tegak di sampingnya, lalu beliau menempatkan tangan kanannya di kepalaku dan mengambilnya, dan menarik telinga kananku, lalu shalat dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian witir”. [Muttafaqun ‘alaihi]


Imam Nawawi berkata dalam kitabnya “al-Majmu Syarah al-Muhadzab” (4/292) :

السُّنَّةُ أَنْ يَقِفَ الْمَأْمُومُ الْوَاحِدُ عَنْ يَمِينِ الْإِمَامِ رَجُلًا كَانَ أَوْ صَبِيًّا قَالَ أَصْحَابُنَا وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَتَأَخَّرَ عَنْ مُسَاوَاةِ الْإِمَامِ قَلِيلًا

“yang sunah makmum yang bersendirian berdiri disamping kanan imam, baik laki-laki dewasa, maupun anak-anak. Madzhab kami berpendapat, disunahkannya untuk sedikit mundur dari imamnya (artinya tidak persis sama posisinya dengan imam –pent.)”.

 

Memang terjadi perselisihan dikalangan ulama, apakah berdirinya makmum tersebut sama persis disamping kanan Imam, tidak maju dan tidak mundur, atau sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Nawawi mundur sedikit?, mayoritas ulama seperti pendapatnya Imam Nawawi, namun tim fatwa Islamweb berpegang kepada pendapat, bahwa makmum berdiri disamping persis Imam, beliau berpegang kepada atsar Umar bin Khothob radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam “al-Muwatho’” (no. 523) dengan sanadnya sampai kepada Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud, beliau berkata :

دَخَلْتُ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ بِالْهَاجِرَةِ،  فَوَجَدْتُهُ يُسَبِّحُ. فَقُمْتُ وَرَاءَهُ. فَقَرَّبَنِي حَتَّى جَعَلَنِي حِذَاءَهُ  عَنْ يَمِينِهِ. فَلَمَّا جَاءَ يَرْفَا، تَأَخَّرْتُ. فَصَفَفْنَا  وَرَاءَهُ.

“aku masuk menemui Umar bin Khothob radhiyallahu ‘anhu, aku mendapati beliau sedang sholat sunnah, lalu aku pun berdiri dibelakangnya, namun beliau mendekatkanku hingga menempel pahanya disamping kananku, tatkala yarfa’ datang, aku pun mundur, dan kami bershof dibelakangnya”.

Kemudian Islamweb membawakan atsar Tabi’in yang lebih gamblang lagi. Imam Abdur Rozaq meriwayatkan dalam “al-Mushonaf” (no. 3870) dari Ibnu Juraij bahwa beliau berkata :

قُلْتُ لِعَطَاءٍ: أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يُصَلِّي مَعَهُ الرَّجُلُ قَطُّ فَأَيْنَ يَكُونُ مِنْهُ؟ قَالَ: «كَذَلِكَ إِلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ»، قُلْتُ: أَيُحَاذِي بِهِ حَتَّى يُصَفَّ مَعَهُ لَا يَفُوتُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ؟ قَالَ: «نَعَمْ» قَالَ: قُلْتُ: أَيَجِبُ أَنْ يَلْصَقَ بِهِ حَتَّى لَا يَكُونُ بَيْنَهُمَا فُرْجَةٌ؟ قَالَ: «نَعَمْ،

“aku bertanya kepada ‘Athoo’ : “apa pendapatmu seorang laki-laki yang sholat bersama seorang imam saja, dimana posisi berdirinya?”, jawabnya : “disebelah kanan imam”. Tanyaku lagi : “apakah dia menempel hingga shofnya tidak ada celah diantaranya?”, jawabnya : “iya”. Lanjutku : “apakah wajib baginya menempel, hingga tidak ada celah?”, jawab beliau : “iya”.

Lihat selengkapnya di : http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=7010

 

Kembali kepada pembahasan, bagaimana hukumnya jika makmum tersebut berdiri dibelakang imam, bukan disamping kanannya?, Imam Nawawi telah mengkonfirmasi bahwa para ulama sepakat mengatakan sholatnya tetap sah, kata beliau dalam kitabnya diatas :

فَإِنْ اسْتَمَرَّ عَلَى الْيَسَارِ أَوْ خَلْفَهُ كُرِهَ وَصَحَّتْ صَلَاتُهُ عِنْدَنَا بِالِاتِّفَاقِ

“jika ia tetap berada disamping kiri atau dibelakang imam, maka makruh namun sah sholatnya menurut kami secara sepakat”.

 

Yang menarik adalah perkataan beliau bahwa makmum yang sendirian yang berdiri dibelakang imam hukumnya makruh, karena sebelumnya Imam Nawawi dan juga sekelompok ulama lainnya, mengatakan bahwa disunahkan berdirinya disamping kanan imam, dan telah maklum dalam ushul fiqih bahwa sunnah adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapatkan pahala, namun jika ditinggalkan tidak apa-apa alias tidak mendapatkan dosa. Maka disini seolah-olah meninggalkan yang sunah adalah makruh, tentu kaedah ini akan kita bahas –insya Allah- pada kesempatan lainnya.

 

Barangkali yang menyebabkan hal tersebut makruh adalah karena si makmum tadi menyelisihi sunah, sebagaimana dikatakan oleh al-‘Alamah Badruddin al-‘Ainiy al-Hanafiy (w. 855) dalam kitabnya “al-Binaayah Syarh al-Hidayah” (2/340) :

(فإن صلى خلفه أو في يساره جاز وهو مسيء) ش: أي وإن صلى المقتدي خلف الإمام أو عن يساره، والحال أنه وحده جاز والحال أنه مسيء أي فاعل فعل السيئ م: (لأنه خالف السنة)

“(jika ia sholat dibelakang atau disamping kiri imam, hal tersebut diperbolehkan, namun dia bersalah) yakni jika ia sholat bermakmum dibelakang atau disamping kiri Imam, maka pada kondisi dia seorang diri diperbolehkan, namun dia bersalah yakni dia melakukan kesalahan (karena menyelisihi sunnah / (hadits Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam diatas –pent.))”.

 

Namun Imam al-Kasaaniy al-Hanafiy (w. 587 H) menyebutkan pendapat sebagian ulama Hanafiyyah yang mengatakan si makmum tadi boleh sholat dibelakang imam tanpa kemakruhan, kata beliau (1/159) :

وَاخْتَلَفَ الْمَشَايِخُ فِيهِ: قَالَ بَعْضُهُمْ: لَا يُكْرَهُ؛ لِأَنَّ الْوَاقِفَ خَلْفَهُ أَحَدُ الْجَانِبَيْنِ مِنْهُ عَلَى يَمِينِهِ فَلَا يَتِمُّ إعْرَاضُهُ عَنْ السُّنَّةِ، بِخِلَافِ الْوَاقِفِ عَلَى يَسَارِهِ

“masyaikh berbeda pendapat, sebagian mereka mengatakan tidak makruh, karena berdirinya dibelakang Imam adalah salah satu sisi dari berdiri disamping kanan, sehingga tidak full dia melanggar sunah, berbeda ketika dia berdiri disamping kiri”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: