HUKUM MELAFAZKAN NIAT MENURUT SYAFI’IYYAH

September 26, 2016 at 1:24 pm | Posted in fiqih | 2 Comments

HUKUM MELAFAZKAN NIAT MENURUT SYAFI’IYYAH

 

Kelihatannya ada 3 pendapat dalam madzhab Syafi’iyyah tentang hukum melafazkan niat, dalam hal ini khusus niat mengerjakan sholat.

  1. Pendapat pertama mengatakan hukumnya wajib, tidak sah sholat tanpa melafazkan niat. Pendapat ini dinukil dari asy-Syaikh Abu Abdillah az-Zubairiy. Imam Nawawi menyebutkan hal ini dalam kitabnya “al-Majmu Syarah al-Muhadzab” (3/277) :

وَقَالَ صَاحِبُ الْحَاوِي هُوَ قَوْلُ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الزُّبَيْرِيِّ أَنَّهُ لَا يُجْزِئُهُ حَتَّى يُجْمِعَ بَيْنَ نِيَّةِ الْقَلْبِ وَتَلَفُّظِ اللِّسَانِ لِأَنَّ الشَّافِعِيَّ رَحِمَهُ اللَّهُ قَالَ فِي الْحَجِّ إذَا نَوَى حَجًّا أَوْ عمرة أجزأ وَإِنْ لَمْ يَتَلَفَّظْ وَلَيْسَ كَالصَّلَاةِ لَا تَصِحُّ إلَّا بِالنُّطْقِ

“penulis kitab al-Haawiy berkata : “ini adalah pendapatnya Abi Abdillah az-Zubairiy yang mengatakan tidak sah sholat, hingga ia membarengkan niat yang ada di hatinya dengan melafazkannya dalam lisannya, karena Imam Syafi’I berkata dalam Haji, jika seseorang meniatkan haji dan umroh, sah baginya tanpa mengucapkannya, tidak sebagaimana sholat, maka tidak sah, kecuali jika dia mengucapkan niatnya”.

  1. Hukumnya sunnah, hal ini ditegaskan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya “Minhajut Thaalibiin” (hal. 25) :

والنية بالقلب ويندب النطق قبل التكبير

“niat ada di hati dan disunahkan untuk melafazkannya sebelum melakukan takbir (dalam sholat)”.

Pernyataan akan kesunahan melafazkan niat juga disetujui oleh Imam ar-Ramliy dalam kitabnya yang merupakan syarah dari “Minhaajut Thaalibiin” yang berjudul “Nihaayatul Muhtaj”.

Telah masyhur dikalangan ulama Syafi’iyyah jika Imam Nawawi dan Imam Ramliy telah bersepakat, maka biasanya itu adalah pendapat yang mu’tamad dalam Syafi’iyyah atau dengan kata lain seolah-olah mereka juru bicara madzhab Syafi’iyyah, maka pernyataan yang disepakati keduanya merupakan pernyataan resmi dalam madzhab Syafi’iyyah.

Dan hal ini saya buktikan ketika membuka kitab “al-Mu’tamad fii al-Fiqhi asy-Syaafi’iy” karya Prof. Muhammad az-Zuhailiy (juz 1 hal 236. Cet. Daarul Qolam), dimana DR. az-Zuhailiy berkata :

ولكن يندب النطق بالمنوي ليساعد اللسان القلب, و لانه ابعد عن الوسواس

“namun disunahkan untuk melafazkan niat, untuk membantu hati, karena itu bisa menjauhkan dari was-was”.

  1. Melafazkan niat adalah bid’ah. Pendapat ini disampaikan oleh asy-Syaikh Ahmad Isa ‘Aasyur (w. 1410 H), ulama Syafi’iyyah kontemporer. Beliau mengatakan bid’ah tersebut dalam kitabnya “Tahdzib wa Tashill Kifaayatul Akhyar.

Lihat : https://www.tunisia-sat.com/forums/threads/421663/

 

Hukum bid’ahnya melafazkan niat juga dipastikan oleh al-‘Alamah Muhammad bin Sholih al-Utsaimin, seperti tertera dalam kitabnya “Riyaadhus Shalihiin” (1/13) :

((النية)) محلها القلب، ولا محل لها في اللسان في جميع الأعمال؛ ولهذا كان من نطق بالنية عند إرادة الصلاة، أو الصوم، أو الحج، أو الوضوء، أو غير ذلك من الأعمال كان مبتدعاً قائلاً في دين الله ما ليس منه؛ لأن النبي صلي الله عليه وسم كان يتوضأ، ويصلي ويتصدق، ويصوم ويحج، ولم يكن ينطق بالنية، فلم يكن يقول: اللهم إني نويت أن أتوضأ، اللهم إني نويت أن أصلي، اللهم إني نويت أن أتصدق، اللهم إني نويت أن أحج، لم يكن يقول هذا؛ وذلك لأن النية محلها القلب، والله عز وجل يعلم ما في القلب، ولا يخفي عليه شيء

“niat tempatnya adalah di hati, bukan di lisan tempatnya pada seluruh amalan, oleh karenanya barangsiapa yang melafazkan niat ketika hendak sholat, atau puasa, atau haji, atau wudhu, atau selainnya, maka dia adalah pelaku bid’ah, mengucapkan dalam agama Allah sesuatu yang tidak ada padanya, karena Nabi sholallahu ‘alahi wa salam juga berwudhu, sholat, bersedekah, puasa, dan haji, namun tidak melafazkan niat. Beliau tidak mengatakan : “allahumma inni nawaitu an athwadho’u…

Beliau tidak mengatakan itu karena niat tempatnya adalah di hati, dan Allah Ta’aalaa juga mengetahui apa yang ada di hati, tidak yang tersembunyi sedikit pun”.

 

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. afwan, saya minta biografi penulis blog ini. agar saya mantap mengambil faedah dari tulisan2 di blog ini.

    Like

  2. ada di tentang blog

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: