ASBABUN NUZUL SURAT AL MAIDAH AYAT 51

November 11, 2016 at 3:16 pm | Posted in ULUUMUL QUR'AN | Leave a comment

ASBABUN NUZUL SURAT AL MAIDAH AYAT 51

Para ulama Al Qur’an menyebutkan bahwa sebab turunnya ayat dalam Al Qur’an ada 2 jenis yaitu sabab ibtida’I, artinya turun tanpa sebab yang melatarbelakanginya dan sabab nuzul, yakni ada sebab yang melatarbelakangi turunnya, bisa karena adanya suatu peristiwa atau adanya pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam, lalu Allah Ta’aalaa menurunkan ayat-Nya untuk menjelaskan peristiwa atau jawaban dari pertanyaan tersebut. Ayat yang turun dengan sebab dibandingkan dengan ayat yang turun tanpa sebab, maka jumlahnya sangat sedikit dengan kata lain, mayoritas ayat Al Qur’an turun tanpa sebab. Kemudian penentuan sebab turunnya sebuah ayat adalah mutlak melalui jalur periwayatan yang shahih sesuai dengan kaedah-kaedah dalam ilmu hadits.

Berdasarkan penelurusan kami terhadap ayat 51 surat Al Maidah, maka kami menemukan bahwa para ulama menyebutkan adanya sebab turunnya ayat ini. Berikut beberapa kitab yang menyebutkan adanya sebab untuk ayat diatas, sekaligus status keshahihan riwayatnya menurut pentahqiq kitabnya sebagai berikut :
1. Imam al-Wahidiy (w. 468 H) menyebutkan satu buah riwayat untuk ayat diatas, kemudian pentahqiq kitab tersebut yakni asy-Syaikh Kamaal Basuuniy Zaglul (hal. 200, cetakan Darul Kutubil Ilmiyyah, Beirut) menilai riwayat tersebut mursal, dan hadits mursal termasuk kategori hadits lemah.
2. Imam Suyuthi (w. 911 H) dalam kitabnya yang sangat masyhur tentang tema Asbabun Nuzul yang berjudul “Lubabun Nuquul”, juga menyebutkan riwayat untuk asbabun nuzul ayat ini, namun pentahqiq kitab tersebut tidak memberikan penilaian apakah shahih atau dhoif.
3. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadiy dalam kitabnya “ash-Shahihul Musnad min Asbaabin Nuzul” tidak memasukan sebab apapun untuk ayat 51 surat Al Maidah, yang hal ini menunjukkan bahwa beliau berpandangan tidak ada satu pun riwayat yang shahih terkait asbabun nuzul untuk ayat diatas, karena kitab yang kami sebutkan tadi, beliau dedikasikan hanya menulis riwayat-riwayat yang shahih –tentunya menurut penelitian beliau- terkait tema asbabun nuzul.
4. Asy-Syaikh Muhammad Alu Nashr dan asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaaliy (keduanya murid Imam Al Albani) telah berkolaborasi menulis sebuah kitab dengan judul “al-Istii’aab fii Bayaanil Asbaab” (juz. 2 hal 58-60. Cet. Daar Ibnul Jauzi), yang diklaim sebagai kitab ensiklopedi asbabun nuzul yang pertamakali ditulis, karena mereka berdua memasukkan semua riwayat terkait asbabun nuzul pada ayat-ayat yang diklaim memiliki sababun nuzul, lalu keduanya memberikan penilaian shahih maupun dhoifnya riwayat tersebut. Tentu ini adalah sebuah kitab yang layak dimiliki oleh orang yang ingin berkecimpun didunia Ulumul Qur’an. Mereka berdua menyebutkan 5 riwayat dengan lafadz yang berbeda-beda sebagai sababun nuzul ayat diatas, namun semuanya dinilai dhoif oleh mereka bahkan ada yang sangat dhoif. Hanya saja untuk riwayat berikut :

وَأخرج ابْن مرْدَوَيْه من طَرِيق عبَادَة بن الْوَلِيد عَن أَبِيه عَن جده عَن عبَادَة بن الصَّامِت قَالَ: فيَّ نزلت هَذِه الْآيَة حِين أتيت رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فبرأت إِلَيْهِ من حلف الْيَهُود وظاهرت رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَالْمُسْلِمين عَلَيْهِم “

“diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari jalan ‘Ubaadah bin al-Waliid dari Bapaknya, dari Kakeknya dari ‘Ubaadah bin ash-Shoomit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : “ayat (Al Maidah 51) diturunkan terkait kejadian yang menimpaku tatkala aku mendatangi Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam, dimana aku berlepas diri kepada orang yang bersekutu dengan Yahudi, kemudian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam dan kaum Muslimin meraih kemenangan atas mereka”.
Mereka berdua berkata : “jika sanadnya shahih sampai kepada ‘Ubaadah bin al-Waliid, maka hadits ini sangat shahih –Insya Allah-“, selesai.

Namun kami belum menemukan sanad yang menyambungkan antara Ibnu Mardawaih sampai kepada ‘Ubaadah bin al-Waliid, dimana Imam ibnu Mardawaih wafat pada tahun 378 H, sedangkan ‘Ubaadah bin al-Waliid hidup pada tingkatan setelah Tabi’I pertengahan, artinya lebih dari 100 tahun jarak antara Ibnu Mardawaih dengan ‘Ubaadah ini. Oleh karena resiko yang tidak diketahui terkait perowi penghubung antara mereka berdua, maka aman untuk berasumsi bahwa riwayat ini tidak shahih, dibuktikan lagi dengan riwayat-riwayat sebelumnya yang tidak shahih.

‘alaa kulli haal, jika demikian maka ayat 51 surat Al Maidah sebabnya dikelompokkan sebagai asbab ibtida’I alias tidak memiliki sababun nuzul secara khusus. Wallahul A’lam.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: